icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

ADELINE SHABIRA : Jeritan Hati Seorang Istri

Bab 6 CEMBURUNYA IRENE

Jumlah Kata:1024    |    Dirilis Pada: 06/02/2024

hirnya mereka sampai juga di Supermarket yang akan menjad

an mati. Nanti setelah selesai belanja, aku tele

unggu di mobil. Hati-hati

tu masuk Supermarket yang terlihat sepi. "Tumben sepi,

pandangan menyapu sekitar.

terlihat ada seseorang yang ke luar membawa troli yang penuh dengan

engambil troli untuk menampung belanjaannya. "Ternyata m

.

a mahasiswa dan mahasiswi sedang asik becanda tanpa menghiraukan sekelilingnya.

ang duduk disebelahnya menyenggol tangan Iren

"Biarin saja, aku tidak ped

get dengan berbisik. "Se

datar. "Kalau kamu mau,

ju, silahkan a

n sampai terdengar pria yang sedan

ai

adis hitam manis yang

, Sa

?" Tanya Sarah meny

anya!" Sapa Kevin melihat

serempak menjaw

tidak kelihatan batang

k disebelah Sarah yang ma

sibuk, tapi masih bisa kumpul sama teman-temannya!" Ja

in tersenyum kecut melihat Ire

ngapain menata hati? Berlebihan s

agi perang dunia!

at tuh pacarmu! Yaelah, ma

jawab Irene santai me

mengeluarkan kata yang s

!" Teriak Irene.

"Kamu benar-benar i

-main?" Tanya Irene

setuju kita putu

ah menganggap

kemarin jalan dengan Sisil!" Jawab Kevin tidak mau kalah. "Dia

n sembunyi dibalik kedok pertemanan

ari duduknya dan berdiri depan Irene yang mas

g aku lihat sendiri! Dasar

apa-apa! Tanya sama Sisil kalau kamu tidak percaya." Kevin terlihat

ri. Selingkuh tetaplah selingkuh, mau bagaima

dengan kesal. "Irene! Percaya padaku. Aku tidak selingkuh.

man mereka yang lain hanya duduk diam, melihat dan menden

ya padamu? Percaya padaku, Irene," wajah Ke

percaya lagi padamu,

kan memaksamu untuk percaya padaku, tapi 1 hal ya

reka sudah berjalan selama 2 tahun. Banyak suka dan duka serta hari-hari yang telah mereka lewati bersama.

Biar dia yang menjelaskan semuanya!" Kevin mengeda

rbisik. "Sepertinya Kevin tidak boho

a," jawab Irene s

matanya menangkap sosok tubuh yang terbalu

ia datang ke sini. Bicara dengan k

senyum melihat K

yang membuang muka

e. "Ada apa ini? A

panggil

ntara emosi dan kesal serta bin

ihat semua temannya hanya duduk terdia

l tas dan buku yang ada disampingnya, tanpa bi

Teriak Kevin berlari menyusul Irene

an raut wajah yang bingung. "Aku tidak mengerti dengan ap

e belakang, walaupun namanya dipanggil Kevin berka

in mempercepat langkah kakin

Kevin berhasil memegang perg

Jalanmu cepat sekali, aku

berusaha menepis

in menarik pergelangan tang

iak Irene sehingga sukses membuat teman-tema

orang-orang sekampus, hentikan ti

nya membiarkan tangannya ditarik K

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
ADELINE SHABIRA : Jeritan Hati Seorang Istri
ADELINE SHABIRA : Jeritan Hati Seorang Istri
“Ketika cinta diabaikan, Ketika cinta tidak dihargai, Ketika cinta dikhianati, Semuanya akan hilang, ketika cinta tidak lagi bermain dengan perasaan. Semuanya akan lenyap, ketika cinta telah kalah oleh logika. Semuanya akan musnah, ketika cinta sudah habis kesabaran. "Aku membencimu! Aku sangat membencimu! Hati istri mana yang tidak tersakiti, jika suami yang telah bersumpah untuk menjaga istrinya di depan Tuhan, lebih mempercayai ucapan orang lain dibandingkan dengan ucapan istrinya sendiri!" "Lalu, aku harus bagaimana?!" Dengan amarah yang tak tertahan serta air mata menggenangi kelopak mata, Adeline menatap tajam wajah suaminya. "Hanya sebesar itukah, kamu percaya padaku?!" "Jangan membuatku berada diposisi yang sulit Adeline!" "Posisi yang sulit?!" Adeline tersenyum kecut. "Ok! Baik, baiklah. Aku akan mempermudah posisimu! Aku akan membebaskan dirimu, hidupmu dan keluargamu! Bayangan dirimu sekalipun, akan aku bebaskan!" "Adeline Shabira! Apa maksudmu?!" Penyesalan selalu datang terlambat, setelah badai besar yang terjadi dalam ikatan pernikahan mereka. Kebenaran mulai muncul satu per satu, tapi semuanya sudah terlambat. Cinta dan kepercayaan telah menguap bersama angin. Hati yang telah mengeras, akankah bisa mencair kembali? Hati yang telah terluka, akankah bisa memaafkan kembali? Hati yang telah kosong, akankah bisa terisi kembali? Note : Bijaklah dalam membaca 18+ Karya ini murni dari hasil imajinasi author sendiri tanpa ada maksud untuk menyinggung unsur manapun atau pihak manapun.”