icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
ADELINE SHABIRA : Jeritan Hati Seorang Istri

ADELINE SHABIRA : Jeritan Hati Seorang Istri

Penulis: lyns_marlyn
icon

Bab 1 KELUARGA

Jumlah Kata:1034    |    Dirilis Pada: 05/02/2024

ra sendok dan garpu beradu dengan piring di atas seb

seorang wanita berparas cantik be

dah kenyang. I

nya lagi pada wanita yang rambutn

jawabny

uara cempreng dari gadis i

piri

ya kak," gadis imut tersebut

ya

kup! Jangan te

mbah ap

r cep

a! Nanti di kelas kamu mengantuk. Bukann

Hari ini ada ulangan matematika, perutku harus terisi p

a, tiap hari juga sarapanmu banyak!" Ledek gadis muda y

Irene!" Jawab

ya kalau mau ikut dengan

uru pergi. Aku belum seles

asar perut gentong," ledek Irene samb

egur Mama kemudian melihat anak laki-lakin

nggu kemarin Mama ada ari

ld, tapi bukan berarti kamu bisa ikut campur dengan urusan M

gan matanya melihat istrin

pelan menunduk begitu

sfer Mama untuk ar

ama. "Kalau bisa kasih lebih, Mam

," jawa

ucap Irene. "Min

kak transfer, masa sudah

dengan uang jajan teman-temanku di kampus. Mereka bahkan memakai mobil

kuliah dengan memakai mob

don

uang jajan sama kak Ronald, kuliah juga kamu tidak ada pres

amu kalau bicar

mu sekarang," tunjuk Pamela pada baju Irene. "Ke

pas naik turun melihat tajam

san uang, kak Ronald itu banting tulang cari uang buat kita setelah Papa meninggal, tapi ka

ku ada hak untuk minta uang!" Jawab Ire

Mama galak menatap tajam wajah kedua putri

begitu juga sebaliknya, Pamela mena

ng mula

mulai!" Ja

erai mereka berdua maka sudah bisa dipastikan, dirinya yang nanti akan menjadi pelampiasan kemarahan Irene, karena dib

alau sedang berkumpul? Kamu juga Irene, tidak bis

kaknya, merasa di atas ang

n pada kakakmu. Biar bagaimanapun dia a

Pamela dengan menjulurkan

melihat kedua adiknya yang tida

? Selalu saja bertengkar," ucap Mama kesal. "Apa h

ab Irene dengan cepat. "Pam

ak saja yang masuk asrama biar ada sediki

h membuka bibirnya, tapi M

an berdua ke asrama kalau kalian ti

egitu mendengar Mama mertuanya berteriak. Tangannya langsung me

ah siang, aku harus segera berangkat k

risan Mama," ucap Mama

ku akan minta sekretarisku un

thank

u?" Tany

aku transfer. Tunggu 1 minggu lag

rengek Irene. "Bagaimana aku bilang pada teman-tema

l. Begitu saja repot," jawab

ris

cibir meli

sekarang?" Tanya Ade

ni suda

i jika suaminya berangkat ke kantor, dirinya akan membawakan t

an kak Ronald,

dengan bocah sok tahu," ucap Irene pergi begitu saja melewati kaka

n yang dipakai anak gadisnya begitu ketat d

a Irene menghen

pi kenapa pakaianmu sep

dengan pakaian

dek sekali!" Tu

iasa saja," jawab Irene

at g

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
ADELINE SHABIRA : Jeritan Hati Seorang Istri
ADELINE SHABIRA : Jeritan Hati Seorang Istri
“Ketika cinta diabaikan, Ketika cinta tidak dihargai, Ketika cinta dikhianati, Semuanya akan hilang, ketika cinta tidak lagi bermain dengan perasaan. Semuanya akan lenyap, ketika cinta telah kalah oleh logika. Semuanya akan musnah, ketika cinta sudah habis kesabaran. "Aku membencimu! Aku sangat membencimu! Hati istri mana yang tidak tersakiti, jika suami yang telah bersumpah untuk menjaga istrinya di depan Tuhan, lebih mempercayai ucapan orang lain dibandingkan dengan ucapan istrinya sendiri!" "Lalu, aku harus bagaimana?!" Dengan amarah yang tak tertahan serta air mata menggenangi kelopak mata, Adeline menatap tajam wajah suaminya. "Hanya sebesar itukah, kamu percaya padaku?!" "Jangan membuatku berada diposisi yang sulit Adeline!" "Posisi yang sulit?!" Adeline tersenyum kecut. "Ok! Baik, baiklah. Aku akan mempermudah posisimu! Aku akan membebaskan dirimu, hidupmu dan keluargamu! Bayangan dirimu sekalipun, akan aku bebaskan!" "Adeline Shabira! Apa maksudmu?!" Penyesalan selalu datang terlambat, setelah badai besar yang terjadi dalam ikatan pernikahan mereka. Kebenaran mulai muncul satu per satu, tapi semuanya sudah terlambat. Cinta dan kepercayaan telah menguap bersama angin. Hati yang telah mengeras, akankah bisa mencair kembali? Hati yang telah terluka, akankah bisa memaafkan kembali? Hati yang telah kosong, akankah bisa terisi kembali? Note : Bijaklah dalam membaca 18+ Karya ini murni dari hasil imajinasi author sendiri tanpa ada maksud untuk menyinggung unsur manapun atau pihak manapun.”