icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

ADELINE SHABIRA : Jeritan Hati Seorang Istri

Bab 3 HARGA DIRI YANG TAK BERARTI

Jumlah Kata:1039    |    Dirilis Pada: 06/02/2024

ng mendekati Nyonya besarnya. "Nanti Bibi a

pakai

nya," ja

mulut mertuanya. Apalagi jika tidak ada Ronald disampingnya, pasti kata-ka

ngnya, terlihat sekali sorot mata yan

," ucap Bibi merasa kasihan melihat Nyonya mudanya

Aku tidak apa-apa Bi, sudah biasa

n tidak pernah melawan, tapi kenapa Nyonya besar selal

annya tidak pernah aku masukin dalam hati," jawab Adeline dengan perasaan yang jauh di dalam hatinya me

n muda Ronald sangat beruntung punya istr

bi mau kena marah lagi dari Nyonya

pir lupa.

wedang jahenya biar

Tanya Bibi dengan tangan yang mula

at a

r pernah minta dibuatkan

u ingat.

ng jahe Nyonya, tapi Bibi yang memberik

Tanya

anya sangat enak. Hi-hi-hi. Nyonya besar pikir, wedang j

uatnya atau Bibi yang membua

a Adel tidak enak. He-he-he. Tidak tahu saja kalau dulu per

anya terlihat begitu banyak kesedihan.

ra keterlaluan yang menyakitkan hati, Nyonya lawan saja. Janga

au ribut," j

pi kalau terlalu diinjak juga tidak bai

benarnya, tapi jika harus melawan mertuanya, sama saja dir

rtemu dengan tukang kebun

i di depan

tanya mau menanam bunga di dekat g

masalah mau menanam bunga melati atau bunga apapun di dekat

an berbeda kalau menurut ---," Bibi mengecilkankan volume suara bic

ah melulu." Adeline tersenyum

he-h

a. Aku mau ke kamar untuk bersiap-si

nya," ja

ng terlihat sepi. Langkah kakinya berhenti ketika akan menaiki tangga,

eline berjalan mendekati lukisan bun

ing dari atas sampai bawah dengan seks

isan yang miring. "Sepertinya, pakunya memang ada yang lepa

lukisan kesayangan Mama, kalau kenapa-kenapa de

ang terbuat dari kayu. "Sebaiknya aku suru

ng terlihat, tapi tidak ada satupun yang terlihat. "Seb

k mencari orang, terdengar suara benda jatuh seh

AN

atas meja dengan bagian tengah-tengah kacanya pecah karena menimpa seb

erdengar suara Bib

ngar pula suara nyaring d

sudah pecah di atas sebuah guci yang kondisinya ti

iak Mama dari b

hat Mama dengan kedua tangan menutup bibir

Tanya Mam

ku tidak tahu," ja

bertanya apapun langsung marah melihat m

a apa maksud Mama?"

rguna! Jangan p

engerti," ja

," Mama mendekati guci ukuran kecil yang sudah

tahu Ma," j

a ini?" Tanya Mama menata

sangat

harga dirimu!" Uca

a mertuanya yang sangat dia hormati. Sementara Bibi hanya diam berdir

langsung, jangan kamu merusak benda-bend

melakukan apapun, tadi luk

erjatuh sendiri. Kamu pikir

aku hendak mencari orang untuk membetulkannya, karena ter

mengambilnya dan menaruhnya di bawah?" Tanya Mama

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
ADELINE SHABIRA : Jeritan Hati Seorang Istri
ADELINE SHABIRA : Jeritan Hati Seorang Istri
“Ketika cinta diabaikan, Ketika cinta tidak dihargai, Ketika cinta dikhianati, Semuanya akan hilang, ketika cinta tidak lagi bermain dengan perasaan. Semuanya akan lenyap, ketika cinta telah kalah oleh logika. Semuanya akan musnah, ketika cinta sudah habis kesabaran. "Aku membencimu! Aku sangat membencimu! Hati istri mana yang tidak tersakiti, jika suami yang telah bersumpah untuk menjaga istrinya di depan Tuhan, lebih mempercayai ucapan orang lain dibandingkan dengan ucapan istrinya sendiri!" "Lalu, aku harus bagaimana?!" Dengan amarah yang tak tertahan serta air mata menggenangi kelopak mata, Adeline menatap tajam wajah suaminya. "Hanya sebesar itukah, kamu percaya padaku?!" "Jangan membuatku berada diposisi yang sulit Adeline!" "Posisi yang sulit?!" Adeline tersenyum kecut. "Ok! Baik, baiklah. Aku akan mempermudah posisimu! Aku akan membebaskan dirimu, hidupmu dan keluargamu! Bayangan dirimu sekalipun, akan aku bebaskan!" "Adeline Shabira! Apa maksudmu?!" Penyesalan selalu datang terlambat, setelah badai besar yang terjadi dalam ikatan pernikahan mereka. Kebenaran mulai muncul satu per satu, tapi semuanya sudah terlambat. Cinta dan kepercayaan telah menguap bersama angin. Hati yang telah mengeras, akankah bisa mencair kembali? Hati yang telah terluka, akankah bisa memaafkan kembali? Hati yang telah kosong, akankah bisa terisi kembali? Note : Bijaklah dalam membaca 18+ Karya ini murni dari hasil imajinasi author sendiri tanpa ada maksud untuk menyinggung unsur manapun atau pihak manapun.”