icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Surgaku Yang Hilang

Bab 3 Kepiluan

Jumlah Kata:1075    |    Dirilis Pada: 11/11/2023

am dengan kekecewaan yang kini sedang Siska alami. Ia hanya berusaha bersi

us tidur, ya! Kasian Qila," ujar Ilham menatap istri dan

ini hanya duri-duri yang tersisa menusuk tiap kali Sis

menerima segelas air yang telah Ilham bawakan,

takan segelas air itu di atas meja. Kemudian,

eneteskan air mata, Ilham merasa sangat iba melihat kondisi istrinya, tapi

rti ini!" kata Siska sembari

l semenyakitkan ini padaku, tega sekali kamu, Mas!" keluh Si

aku tak sanggup jika harus melihat suamiku bers

, Siska," balas Ilham, ia

at aku melihat kebersaman Mas Ilham dengan wani

ikap adil kepada kalian berdua," balas

kamu menikahi wanita itu tanpa sepengetahuanku, lancang sekali kamu, Mas! Kamu anggap

ukannya karena aku terpaksa, ini semua aku lakukan de

u bahwa kamu sudah beristri

n getir oleh Siska, ia tak menyangka ada seorang kyai yang dengan

itu?" ucap Siska dan memb

dang wajah suaminya, hatinya b

, Siska! Aku lah yang memaksa

ggorokannya terasa tercekik dan membuatnya susah bernapas. Ama

amu yang centil dan kegatelan

iada. Ia hanya ingin memastikan putrinya ada yang menjaga, merawat dan menyayanginya dengan tulus dan sepenuh hat

trinya begitu dalam, dada Siska bergerak naik turun dengan cepat, napa

n perasaanku sedikit pun, Mas." Siska menangis tersedu

ha agar istrinya itu tenang dan

Ilham mengusap punggung Siska dengan lembut, namun dengan se

kahi wanita itu, mungkin aku akan bisa menyiapkan mentalku dan lebih ihklas menerimanya. Tapi, ah. Semua sudah terjadi, dan aku sungguh

ak tahu akan mengatakan apalagi agar Siska mau menerima

yang sedang berdebat, apalagi sekarang Siska sedang murka dengan

ga sanggup satu ru-rumah dengan wanita itu, ng-ngga sanggup,

san. Kepalanya terasa berdenyut dengan kencang, ia memijat ken

bila sampai hamil dan melahirkan anak laki-laki? Pastinya Ilham akan sangat sen

enyaksikan hal itu. Tidak diperhatikan dan t

dian yang akan terjadi di esok hari itu. Sunggup ra

kamu istirahat dulu

ngetahui kini suamiku telah direbut oleh wanita lain? Sungguh sakit hatiku i

dan aku masih sangat mencintaimu," ujar Ilham s

gup, ini sangat menyakitkan bagiku," ucap Si

nggup Mas. Aku ngga mau di sini." Siska meratap pilu menangis, ia hanya ingin segera

Beri aku kesempatan, aku akan berusaha j

anggup," ucap Siska sembari tersedu-sedu dan tenggorokannya terasa sangat kering.

lah. Rasanya aku tak sa

abila jika kamu tidak meridhoinya," kata

dosa besar." Air mata Siska kian deras hingga ia merasa mat

ma, Siska," jawab Ilham dan mengangkat tub

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Surgaku Yang Hilang
Surgaku Yang Hilang
“Kebahagiaan yang tujuh tahun ini selalu mengitari dirinya kini telah sirna dalam sekejap mata. Sosok yang selama ini ia banggakan dan agungkan telah menancapkan duri tajam. Menusuk relung hati hatinya yang paling dalam. "Kenapa Mas tega melakukan ini padaku? Apa salahku, Mas? Apa?!" pertanyaan beruntun keluar dari perempuan beranak satu sembari terisak-isak dalam tangisnya. Jilbab navy menjulur ke dadanya kini telah basah. Ia berusaha mengusap kedua pipinya karena air mata yang terus mengalir deras tanpa henti. Kehidupannya kini terasa begitu suram. Dadanya sangat sesak, matanya sembab dengan lutut yang sudah bergetar hebat hingga tak mampu lagi untuk menopang badannya. Apa perempuan itu masih bisa mengulas senyuman di bibirnya setelah sang suami merenggut segala kemanisan yang selama ini telah mereka bina?”
1 Bab 1 Tertampar Kenyataan2 Bab 2 Tidak Ihklas3 Bab 3 Kepiluan4 Bab 4 Putus Asa5 Bab 5 Minta Cerai6 Bab 6 Berbadan Dua7 Bab 7 Perdebatan Hebat8 Bab 8 Ingin Pergi Ke Rumah Bapak9 Bab 9 Mencari Ketenangan10 Bab 10 Keluar Dari Rumah11 Bab 11 Kehilangan Kandungan12 Bab 12 Kecemasan Dan Was-was13 Bab 13 Menjelaskan Pada Ibu Dan Bapak14 Bab 14 Kecewa15 Bab 15 Lebih Sakit Luka Yang Kau Beri16 Bab 16 Jangan Merayu!17 Bab 17 Masuk Rumah Sakit18 Bab 18 Siska Atau Nabila 19 Bab 19 Aqila Malang20 Bab 20 Kesayangan Bunda21 Bab 21 Datang Bersama Madu22 Bab 22 Meluapkan Emosi23 Bab 23 Pendarahan24 Bab 24 Butuh Dua Kantung Darah25 Bab 25 Nabila Membuat Ilham Marah Besar26 Bab 26 Mendapatkan Donor Darah27 Bab 27 Suara Hati Nabila28 Bab 28 Berhasil Melewati Masa Kritis29 Bab 29 Kebimbangan Ilham30 Bab 30 Nabila Keterlaluan31 Bab 31 Akhirnya Sikapnya Terlihat32 Bab 32 Selamat Tinggal Sayang33 Bab 33 Kunci Ketenangan Hati34 Bab 34 Mengambil Keputusan35 Bab 35 Nasib Baik Yang Tidak Berpihak36 Bab 36 Usaha Membujuk Siska37 Bab 37 Membesuk Bapak38 Bab 38 Terlalu Percaya Diri Itu Tidak Bagus39 Bab 39 Kebijaksanaan40 Bab 40 Mengingat Kejadian Lalu41 Bab 41 Kemarahan Ibu42 Bab 42 Mencintai Ilham43 Bab 43 Demi Rasa Bersalah44 Bab 44 Ika Ditampar Kenyataan45 Bab 45 Tanggapan Masyarakat46 Bab 46 Memanfaatkan Keadaan47 Bab 47 Ikatan Batin48 Bab 48 Menyewa Perawat49 Bab 49 Takut Menikah50 Bab 50 Menyiapkan Persyaratan51 Bab 51 Hukum Alam Itu Ada52 Bab 52 Di amputasi