icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Surgaku Yang Hilang

Bab 2 Tidak Ihklas

Jumlah Kata:1036    |    Dirilis Pada: 11/11/2023

i lain sehingga beliau memilih suami Siska untuk menikahi

us kamu yang menik

untuk menikahi anaknya waktu itu juga karena ia

s Ilham, sehingga beliau percaya u

ghadiri kajian atau terkadang mengisi sebuah kelas. Dan pernah sekali Mas berkunjung ke rumah beliau," jel

sekali tak berniat memberi adik madu untuk istrinya yang t

aki yang bertanggung jawab, ia rela untuk menikahi anak perempuan

tanya dan menjadi boomerang untuk keluarga kecil ya

Mas Ilham hendak menikah lagi itu harus ada persetujuan dari istri per

tap mencintai dan menyayangimu," ucap Ilham berusaha m

ng!" Siska memal

menciptakan rasa sakit yang begitu hebat? Ia masih

dak ihklas, jika harus berbagi suami ya

ntuhnya jika kamu tida

u nanti di hari akhir Mas akan berjalan dengan badan yang miring sebelah," ujar Siska denga

e arah Siska dan b

tuh aku! Kalian licik da

berapa langkah da

an agamis, kenapa tega-teganya merusak kebahagiaan wan

af,

n kedua matanya, ia bersiap-siap untuk mencakar Nabila, t

a memberontak namun usahanya gagal karena

ar!" ucap Ilham seraya m

ska terus memukul dada Il

dengar keributan dari luar kamarnya pun terbang

Bunda." t

ska buram, tubuhnya lemas

Siska. Ia sangat khawatir kepada Siska, tapi ini semua sudah terjadi. Mau tidak mau,

unkan Siska sembari menepuk ringan p

ap Ilham kepada Nabila seraya mengangkat dagunya ke

ganggukan kepalanya, lal

p Ilham lirih lalu mengangkat tubuh

lnya yang menangis mem

, sudah empat hari ini mereka tidak bertemu. Putrinya

tangannya, memeluk tubuh mungil putri k

pulang? Kan Qila kangen sama Ayah," uc

yap setelah bertemu dengan putrinya, ia dapat melupak

i baru bisa pulang sekarang," ucap Ilham d

Ilham tersenyum dengan sangat lebar dan Aqila pun iku

am dan tak sadar buliran air menetes dari mata kanannya. Da

a mendengar putrinya, Aqila memang

tak berdaya di kasurnya. Ketika ia ingin bangkit, ke

ng lemah seperti ini. Ah iya, suaminya telah menikah lagi dengan anak seo

ir matanya kembali menetes, ia kecewa, peras

dahal selama ini aku selalu menjaga kehormatanku sebagai istrinya, merawat dan menjaga anak, setia menunggunya di rumah selama ia bekerj

n hati hamba untuk menerima segala ketetapanmu," bi

gan perlahan. Ia melihat anak dan istrinya sedan

ang kini telah duduk di sebelah Si

g yang selama ini menjadi sumber kebahagiaannya, namun da

gatnya, senyuman di bibirnya dan tatap matanya yang menjadi pe

istri barumu!" ucap Siska dengan n

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Surgaku Yang Hilang
Surgaku Yang Hilang
“Kebahagiaan yang tujuh tahun ini selalu mengitari dirinya kini telah sirna dalam sekejap mata. Sosok yang selama ini ia banggakan dan agungkan telah menancapkan duri tajam. Menusuk relung hati hatinya yang paling dalam. "Kenapa Mas tega melakukan ini padaku? Apa salahku, Mas? Apa?!" pertanyaan beruntun keluar dari perempuan beranak satu sembari terisak-isak dalam tangisnya. Jilbab navy menjulur ke dadanya kini telah basah. Ia berusaha mengusap kedua pipinya karena air mata yang terus mengalir deras tanpa henti. Kehidupannya kini terasa begitu suram. Dadanya sangat sesak, matanya sembab dengan lutut yang sudah bergetar hebat hingga tak mampu lagi untuk menopang badannya. Apa perempuan itu masih bisa mengulas senyuman di bibirnya setelah sang suami merenggut segala kemanisan yang selama ini telah mereka bina?”
1 Bab 1 Tertampar Kenyataan2 Bab 2 Tidak Ihklas3 Bab 3 Kepiluan4 Bab 4 Putus Asa5 Bab 5 Minta Cerai6 Bab 6 Berbadan Dua7 Bab 7 Perdebatan Hebat8 Bab 8 Ingin Pergi Ke Rumah Bapak9 Bab 9 Mencari Ketenangan10 Bab 10 Keluar Dari Rumah11 Bab 11 Kehilangan Kandungan12 Bab 12 Kecemasan Dan Was-was13 Bab 13 Menjelaskan Pada Ibu Dan Bapak14 Bab 14 Kecewa15 Bab 15 Lebih Sakit Luka Yang Kau Beri16 Bab 16 Jangan Merayu!17 Bab 17 Masuk Rumah Sakit18 Bab 18 Siska Atau Nabila 19 Bab 19 Aqila Malang20 Bab 20 Kesayangan Bunda21 Bab 21 Datang Bersama Madu22 Bab 22 Meluapkan Emosi23 Bab 23 Pendarahan24 Bab 24 Butuh Dua Kantung Darah25 Bab 25 Nabila Membuat Ilham Marah Besar26 Bab 26 Mendapatkan Donor Darah27 Bab 27 Suara Hati Nabila28 Bab 28 Berhasil Melewati Masa Kritis29 Bab 29 Kebimbangan Ilham30 Bab 30 Nabila Keterlaluan31 Bab 31 Akhirnya Sikapnya Terlihat32 Bab 32 Selamat Tinggal Sayang33 Bab 33 Kunci Ketenangan Hati34 Bab 34 Mengambil Keputusan35 Bab 35 Nasib Baik Yang Tidak Berpihak36 Bab 36 Usaha Membujuk Siska37 Bab 37 Membesuk Bapak38 Bab 38 Terlalu Percaya Diri Itu Tidak Bagus39 Bab 39 Kebijaksanaan40 Bab 40 Mengingat Kejadian Lalu41 Bab 41 Kemarahan Ibu42 Bab 42 Mencintai Ilham43 Bab 43 Demi Rasa Bersalah44 Bab 44 Ika Ditampar Kenyataan45 Bab 45 Tanggapan Masyarakat46 Bab 46 Memanfaatkan Keadaan47 Bab 47 Ikatan Batin48 Bab 48 Menyewa Perawat49 Bab 49 Takut Menikah50 Bab 50 Menyiapkan Persyaratan51 Bab 51 Hukum Alam Itu Ada52 Bab 52 Di amputasi