icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Surgaku Yang Hilang

Bab 4 Putus Asa

Jumlah Kata:1019    |    Dirilis Pada: 11/11/2023

pa dan satu-satunya yang tersisa hanyalah rasa sesak di dala

ia cintai dan kehilangan sumber kebahagiaan. Ini sungguh cobaan yang san

m sambil memeluk Siska, namun dengan seg

sa sekarang, aku masih shock. Aku belum

ulu ya!" ucapnya lirih, lalu

kit ya?" tanya Aqila den

kit. Kamu jagain Bunda ya! A

ka, ia pun juga ikut merebahkan tubuhnya dan mengusap le

dan terlelap dalam tidurnya. Namun, tidak dengan Siksa, mata

juga?" tanya Ilham yang kini sedang

pikiran dan hatiku sedang kacau begini,

nghela napa

mudamu! Aku tak ingin melihat wajah

gkit dan melangkahkan kaki

udanya itu, namun ia juga tak sanggup berlama-lama melihat wajah suami yan

angan pengantin baru itu, pasti sekarang mereka sedang bersenang-senang, s

lemas, saat ia ingin bangkit dari tidurnya namun ia merasa tidak kua

ngat lemas sekali, Ya Allah? Dan kep

dengan kuat, namun kepalany

lham tadi malam, ia segera menengguk air itu deng

an tidak benar-benar terjadi dalam kehidupannya. Namun, saat melihat ke sebelah putrinya dan melihat tidak

a karena kehadiran wanita. Ahh, entah ku sebut apa wanita yang

g terasa sangat sakit pun tetap ia usahankan untuk bangkit dari tempat tidu

deras, ia mengaduhkan semua ke

berat ini, hamba sungguh tak mampu." Siska menangis tersedu-sedu, d

membawa nampan berisikan makanan untuk Siska sarapan. Tak sanggup lag

gundah, tatap matanya yang menjadi penentram dalam jiwa

Bunda?" tanya Ilham d

edikit pun, menoleh pad

uara Ayah itu perlahan membuka mata

kecilnya, lalu meletakkan nampan yang

h bangun." Ilham menghampiri Aqila yang masih

tuk nih, Yah," ucap

a sayang.... Ayo dong

panggil Si

ke arah pintu, matanya berbinar-binar, bibirnya gemetar d

itu sungguh menghantam dadanya begitu dahsyat. Ia dibuat terperangah den

ang nyuapin?" ucap Ilham seraya mengangkat piring

kan, Mas. Sama seka

erusaha untuk membujuk Siska agar mau mengisi perutnya, namun saat Ilham hendak mengarah sendok k

kedua mata terbuka lebar, ia tidak menyangka istri

apa-apa. Kalau kamu sakit siapa juga yang repot, kan?" lanjutnya

Sebenarnya ia tak berniat bersikap kurang ajar begitu pada suaminya. Tapi, amarahnya l

au repot, ceraika

sikap istrinya seperti ini karena masih syok dengan kejadian semalam, tapi ia

gialah dengan istri mudamu yang cantik itu!"

mnya. Ia berusaha memaklumi dengan berubah sikap istrinya, ia menarik napas dal

ohon tenanglah dulu! Sem

amu, Mas. Itu kamu yang aka

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Surgaku Yang Hilang
Surgaku Yang Hilang
“Kebahagiaan yang tujuh tahun ini selalu mengitari dirinya kini telah sirna dalam sekejap mata. Sosok yang selama ini ia banggakan dan agungkan telah menancapkan duri tajam. Menusuk relung hati hatinya yang paling dalam. "Kenapa Mas tega melakukan ini padaku? Apa salahku, Mas? Apa?!" pertanyaan beruntun keluar dari perempuan beranak satu sembari terisak-isak dalam tangisnya. Jilbab navy menjulur ke dadanya kini telah basah. Ia berusaha mengusap kedua pipinya karena air mata yang terus mengalir deras tanpa henti. Kehidupannya kini terasa begitu suram. Dadanya sangat sesak, matanya sembab dengan lutut yang sudah bergetar hebat hingga tak mampu lagi untuk menopang badannya. Apa perempuan itu masih bisa mengulas senyuman di bibirnya setelah sang suami merenggut segala kemanisan yang selama ini telah mereka bina?”
1 Bab 1 Tertampar Kenyataan2 Bab 2 Tidak Ihklas3 Bab 3 Kepiluan4 Bab 4 Putus Asa5 Bab 5 Minta Cerai6 Bab 6 Berbadan Dua7 Bab 7 Perdebatan Hebat8 Bab 8 Ingin Pergi Ke Rumah Bapak9 Bab 9 Mencari Ketenangan10 Bab 10 Keluar Dari Rumah11 Bab 11 Kehilangan Kandungan12 Bab 12 Kecemasan Dan Was-was13 Bab 13 Menjelaskan Pada Ibu Dan Bapak14 Bab 14 Kecewa15 Bab 15 Lebih Sakit Luka Yang Kau Beri16 Bab 16 Jangan Merayu!17 Bab 17 Masuk Rumah Sakit18 Bab 18 Siska Atau Nabila 19 Bab 19 Aqila Malang20 Bab 20 Kesayangan Bunda21 Bab 21 Datang Bersama Madu22 Bab 22 Meluapkan Emosi23 Bab 23 Pendarahan24 Bab 24 Butuh Dua Kantung Darah25 Bab 25 Nabila Membuat Ilham Marah Besar26 Bab 26 Mendapatkan Donor Darah27 Bab 27 Suara Hati Nabila28 Bab 28 Berhasil Melewati Masa Kritis29 Bab 29 Kebimbangan Ilham30 Bab 30 Nabila Keterlaluan31 Bab 31 Akhirnya Sikapnya Terlihat32 Bab 32 Selamat Tinggal Sayang33 Bab 33 Kunci Ketenangan Hati34 Bab 34 Mengambil Keputusan35 Bab 35 Nasib Baik Yang Tidak Berpihak36 Bab 36 Usaha Membujuk Siska37 Bab 37 Membesuk Bapak38 Bab 38 Terlalu Percaya Diri Itu Tidak Bagus39 Bab 39 Kebijaksanaan40 Bab 40 Mengingat Kejadian Lalu41 Bab 41 Kemarahan Ibu42 Bab 42 Mencintai Ilham43 Bab 43 Demi Rasa Bersalah44 Bab 44 Ika Ditampar Kenyataan45 Bab 45 Tanggapan Masyarakat46 Bab 46 Memanfaatkan Keadaan47 Bab 47 Ikatan Batin48 Bab 48 Menyewa Perawat49 Bab 49 Takut Menikah50 Bab 50 Menyiapkan Persyaratan51 Bab 51 Hukum Alam Itu Ada52 Bab 52 Di amputasi