icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Surgaku Yang Hilang

Surgaku Yang Hilang

icon

Bab 1 Tertampar Kenyataan

Jumlah Kata:1069    |    Dirilis Pada: 11/11/2023

n kedua tangannya, memohon kepada Allah SWT. Agar sela

i. Wajah berseri, mata kecoklatan dengan hindung mancung, serta ditambah dengan rahan

bertanggung jawab dan penyayang da

gaimana Siska tak semakin cinta pada suaminya jika semua sikap manis dan perhat

lalu memberikan senyum manis d

luar kota, ada beberapa urusan kantor yang harus suaminya kerjakan dan terpak

r yang ingin keluar dari kedua kelopak matanya. Tak da

dan manis putri kesayangannya yang bernama Aqila, l

mirip dengan ayahnya, hingga tiap kali Siska merindukan

lirih, lalu mengambil ponselnya yang t

ada ia pun memutuskan untuk pergi ke dapur, membuka lemari pendingin dan

am-dalam dan menghembu

Cek

, Siska melihat suaminya membaw

lham, suami Siska yang baru

suaminya sudah kembali, ia pun segera mengampiri suaminya itu. Menge

et si," ucap Siska

ngan sembari membel

juga demi kamu sama Qila," balas Ilham, lal

bar, Mas? Apa u

ar," balas Ilham dan d

cukur ya, Mas?" tanya Siska sembari menatap w

Ilham, namun dengan

ni tatapannya berubah sedikit canggu

heran dengan sikap suami

a jawaban dari Ilham. Sehingga membuat Siska sedikit merasa kh

ya Siska seraya mengun

dang Siska dengan tatapan bersalah. Membuat Siska sedikit me

dong! Jangan biki

ngirup napas dalam-dalam sembari memejamkan kedu

emegang kedua tangan Siska dengan

aaf ya sama kamu," ucap Ilham

ngga ia kesulitan untuk menelan tali safinya. Ia tau pasti ada hal buruk yang

ada apa, Mas? T

un tangan Siska menuju kursi ruang tamu. Siska yang dituntun sep

pi Mas mohon agar Siska tidak ter

n bikin mati penasaran deh, mau bic

ham tampak sa

nunggu kalimat Ilha

itu demi kebaikan keluarga kita? Mas yakin kamu istri terba

an perasaan yang tidak karuan, tanpa bisa ia bendu

gkah kaki yang sedang

apa it

b pertanyaannya. Ia paham sesuatu tidak baik telah terjadi, sebuah bencana atau entahlah. Siska terus be

jilbab menjulur ke depan. Wanita itu menu

a Siska dengan suara

awab dan tetap menunduk

?" Intonasi Siska

ila, is

entir di siang bolong, semuanya hening, hanya hembusan angin yang dapat Siska tangkap s

a kesulitan untuk bernapas. Ia memadang wajah suamin

tanya Siska lirih, energinya terkuras habis hingg

ka, bukan mimpi," uja

n ia menjadi sangat lemah, lalu terisak dalam t

yai di pondok besar yang sedang berdiri di pinggir jalan di dekat dengan pondoknya," ucap Ilham terhenti sejenak lalu menarik

nikahi wanita itu? Wanita itu anak seorang Kyai?" tan

enikah sebelum Allah mengambil nyawanya. Keadaanya kemarin sangat kritis, aku merasa sangat bersalah, karena a

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Surgaku Yang Hilang
Surgaku Yang Hilang
“Kebahagiaan yang tujuh tahun ini selalu mengitari dirinya kini telah sirna dalam sekejap mata. Sosok yang selama ini ia banggakan dan agungkan telah menancapkan duri tajam. Menusuk relung hati hatinya yang paling dalam. "Kenapa Mas tega melakukan ini padaku? Apa salahku, Mas? Apa?!" pertanyaan beruntun keluar dari perempuan beranak satu sembari terisak-isak dalam tangisnya. Jilbab navy menjulur ke dadanya kini telah basah. Ia berusaha mengusap kedua pipinya karena air mata yang terus mengalir deras tanpa henti. Kehidupannya kini terasa begitu suram. Dadanya sangat sesak, matanya sembab dengan lutut yang sudah bergetar hebat hingga tak mampu lagi untuk menopang badannya. Apa perempuan itu masih bisa mengulas senyuman di bibirnya setelah sang suami merenggut segala kemanisan yang selama ini telah mereka bina?”
1 Bab 1 Tertampar Kenyataan2 Bab 2 Tidak Ihklas3 Bab 3 Kepiluan4 Bab 4 Putus Asa5 Bab 5 Minta Cerai6 Bab 6 Berbadan Dua7 Bab 7 Perdebatan Hebat8 Bab 8 Ingin Pergi Ke Rumah Bapak9 Bab 9 Mencari Ketenangan10 Bab 10 Keluar Dari Rumah11 Bab 11 Kehilangan Kandungan12 Bab 12 Kecemasan Dan Was-was13 Bab 13 Menjelaskan Pada Ibu Dan Bapak14 Bab 14 Kecewa15 Bab 15 Lebih Sakit Luka Yang Kau Beri16 Bab 16 Jangan Merayu!17 Bab 17 Masuk Rumah Sakit18 Bab 18 Siska Atau Nabila 19 Bab 19 Aqila Malang20 Bab 20 Kesayangan Bunda21 Bab 21 Datang Bersama Madu22 Bab 22 Meluapkan Emosi23 Bab 23 Pendarahan24 Bab 24 Butuh Dua Kantung Darah25 Bab 25 Nabila Membuat Ilham Marah Besar26 Bab 26 Mendapatkan Donor Darah27 Bab 27 Suara Hati Nabila28 Bab 28 Berhasil Melewati Masa Kritis29 Bab 29 Kebimbangan Ilham30 Bab 30 Nabila Keterlaluan31 Bab 31 Akhirnya Sikapnya Terlihat32 Bab 32 Selamat Tinggal Sayang33 Bab 33 Kunci Ketenangan Hati34 Bab 34 Mengambil Keputusan35 Bab 35 Nasib Baik Yang Tidak Berpihak36 Bab 36 Usaha Membujuk Siska37 Bab 37 Membesuk Bapak38 Bab 38 Terlalu Percaya Diri Itu Tidak Bagus39 Bab 39 Kebijaksanaan40 Bab 40 Mengingat Kejadian Lalu41 Bab 41 Kemarahan Ibu42 Bab 42 Mencintai Ilham43 Bab 43 Demi Rasa Bersalah44 Bab 44 Ika Ditampar Kenyataan45 Bab 45 Tanggapan Masyarakat46 Bab 46 Memanfaatkan Keadaan47 Bab 47 Ikatan Batin48 Bab 48 Menyewa Perawat49 Bab 49 Takut Menikah50 Bab 50 Menyiapkan Persyaratan51 Bab 51 Hukum Alam Itu Ada52 Bab 52 Di amputasi