icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Surgaku Yang Hilang

Bab 5 Minta Cerai

Jumlah Kata:1078    |    Dirilis Pada: 11/11/2023

di lutut Ilham lagi seperti tadi malam lalu, mem

gera mengangkat bahu Siska untuk bangun tapi istrinya i

h baik ceraikan saja aku, Mas! Aku ngga kuat jika har

an dari wanita yang telah membuat keluarganya yang dulu bahagia dan penuh dengan

pan pun Mas ngga a

sekali k

lagi mengucur dengan sendirinya, "selama dia di sini, aku

genggamnya erat, "dia adalah istriku yang posisinya d

t bertahan Mas, jadi ceraikan saja aku! Biarlah aku yang mengalah dan Mas bis

h Mas juga," jawabnya

dai Mas mengatakan rumah ini akan dibagi untuk tiga orang dan satu ranjang, aku tidak akan setuj

n begini kamu bisa sakit dan drop, k

ntu kamu tidak akan pernah membawa wanita itu ke r

karena keadaanya sudah diujung maut dan aku lah penyebabnya, jadi aku merasa bersalah dan harus bertanggung jawab dengan cara menikahi putrinya s

a berkumpul dua cinta

nya aku lebih mencin

" Siska berusaha m

lah, Siska,

r ke depan menutup dada. Wajahnya terlihat segar dan anggun sekali, ketika manik matanya bersitatap dengan Ilham ada rona halu

mbenci wanita itu. Walaupun tidak pernah bertindak zhali

, Nabila?"

siap, Mas." Nada sua

duluan, aku akan menemani

an menunggu, Mas," jaw

n saja lebih dulu," jawab Ilh

a bisa." tangisnya kembali peca

ata putri kecil mereka sa

akan sama

enapa nang

ayang. Makan s

a, ia sendiri tertinggal sedih di dalam rumah sendiri. Ia merasa semua kebah

sanggup ia meng

lain di rumah ini. Sejatinya cinta suci tak memiliki tempat bagi orang ketiga, namun semuanya terjadi tanp

ah. Walau Engkau bersabda bahwa sabar itu indah, sungguh h

ali merasakan denyutan yang cukup kencang di k

iska memejamkan kedua matanya sambil

erutku belum terisi oleh apa pun

putih, capcay dan ikan laut goreg ya

ak mampu menghadapi semua ini pasti wanita itu akan merasa sangat bahagia dan merasa telah menang."

kamar mandi, perutnya terasa seperti diaduk-aduk, iya terus merasa mual dan berkali-kali muntah

Siska memijak lehernya sambil melihat ke ara

eritakan itu untuk menutupi kebohongannya bahwa memang ia ingin menikah lagi karena aku sudah tidak menarik dan seca

cara makannya. Baru saja sendok ia dekatkan ke arah mu

amar mandi yang ada di dalam kamarnya, namun ya

ah-muntah sampa

i keadaanku akan lebih memburuk, tapi baru men

elumnya, matanya berkunang-kunang, ia mera

cap Siska dengan suara yang sangat lirih dan

Bru

kamar mandi, jelas saja tidak

Ilham yang sedang mengendong putrinya sedang tersenyum leb

i gendongan Ayahnya dan

qila bakalan

asih ya

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Surgaku Yang Hilang
Surgaku Yang Hilang
“Kebahagiaan yang tujuh tahun ini selalu mengitari dirinya kini telah sirna dalam sekejap mata. Sosok yang selama ini ia banggakan dan agungkan telah menancapkan duri tajam. Menusuk relung hati hatinya yang paling dalam. "Kenapa Mas tega melakukan ini padaku? Apa salahku, Mas? Apa?!" pertanyaan beruntun keluar dari perempuan beranak satu sembari terisak-isak dalam tangisnya. Jilbab navy menjulur ke dadanya kini telah basah. Ia berusaha mengusap kedua pipinya karena air mata yang terus mengalir deras tanpa henti. Kehidupannya kini terasa begitu suram. Dadanya sangat sesak, matanya sembab dengan lutut yang sudah bergetar hebat hingga tak mampu lagi untuk menopang badannya. Apa perempuan itu masih bisa mengulas senyuman di bibirnya setelah sang suami merenggut segala kemanisan yang selama ini telah mereka bina?”
1 Bab 1 Tertampar Kenyataan2 Bab 2 Tidak Ihklas3 Bab 3 Kepiluan4 Bab 4 Putus Asa5 Bab 5 Minta Cerai6 Bab 6 Berbadan Dua7 Bab 7 Perdebatan Hebat8 Bab 8 Ingin Pergi Ke Rumah Bapak9 Bab 9 Mencari Ketenangan10 Bab 10 Keluar Dari Rumah11 Bab 11 Kehilangan Kandungan12 Bab 12 Kecemasan Dan Was-was13 Bab 13 Menjelaskan Pada Ibu Dan Bapak14 Bab 14 Kecewa15 Bab 15 Lebih Sakit Luka Yang Kau Beri16 Bab 16 Jangan Merayu!17 Bab 17 Masuk Rumah Sakit18 Bab 18 Siska Atau Nabila 19 Bab 19 Aqila Malang20 Bab 20 Kesayangan Bunda21 Bab 21 Datang Bersama Madu22 Bab 22 Meluapkan Emosi23 Bab 23 Pendarahan24 Bab 24 Butuh Dua Kantung Darah25 Bab 25 Nabila Membuat Ilham Marah Besar26 Bab 26 Mendapatkan Donor Darah27 Bab 27 Suara Hati Nabila28 Bab 28 Berhasil Melewati Masa Kritis29 Bab 29 Kebimbangan Ilham30 Bab 30 Nabila Keterlaluan31 Bab 31 Akhirnya Sikapnya Terlihat32 Bab 32 Selamat Tinggal Sayang33 Bab 33 Kunci Ketenangan Hati34 Bab 34 Mengambil Keputusan35 Bab 35 Nasib Baik Yang Tidak Berpihak36 Bab 36 Usaha Membujuk Siska37 Bab 37 Membesuk Bapak38 Bab 38 Terlalu Percaya Diri Itu Tidak Bagus39 Bab 39 Kebijaksanaan40 Bab 40 Mengingat Kejadian Lalu41 Bab 41 Kemarahan Ibu42 Bab 42 Mencintai Ilham43 Bab 43 Demi Rasa Bersalah44 Bab 44 Ika Ditampar Kenyataan45 Bab 45 Tanggapan Masyarakat46 Bab 46 Memanfaatkan Keadaan47 Bab 47 Ikatan Batin48 Bab 48 Menyewa Perawat49 Bab 49 Takut Menikah50 Bab 50 Menyiapkan Persyaratan51 Bab 51 Hukum Alam Itu Ada52 Bab 52 Di amputasi