icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

CINTA YANG TERTUKAR

Bab 3 CINTA YANG TERTUKAR

Jumlah Kata:1476    |    Dirilis Pada: 06/10/2023

ng dengan bulunya yang indah, pepohonan berdiri kokoh, angin bersumilir menerpa wajah seorang gadis yan

rtanya dengan terus mengedarkan pandangan, matanya

mperhatikan sampai seseorang it

ulat seolah tidak percaya d

i-laki itu memandang

!" Tangan Rafa terulur hend

n Bapak lakukan?"

dur selangkah. Namun, tangan Rafa segera menggapainya hingga membuat Ma

gan yang lebih, bukan hanya sekedar g

ia menjadi kekasihku

i-laki itu tidak bosan-bosannya memand

n. Sebagi seorang gadis, Mahya tentu malu jika h

eorang gadis adalah setuju." Rafa

mu? Apakah kamu juga setu

segera mengatur nafas lalu menjawabn

nerima cintaku bukan?" dengan

uga senang diamengangguk tanpa berfikir ulang. Tangan Rafa

03:0

ucap Mahya saat dirinya terbangun

pan tapi dingin itu?" tanya Mahya. Wajahnya mendongak m

akukan? Mengapa masih b

ra Mahya meski tidak jela

u hanya bermimpi," jaw

ujar Mahya dengan gugup. Tangannya meraih b

u tidak akan menggag

tidak baik-baik saja," jawab Aliyah

berdoa, agar kau tidak mimpi buruk lagi," pesan Aliyah kemud

rkan temanny

menjadikan hari-harinya penuh warna, Mahya ke

terbaik di kemudian hari. Hamba tidak ingin sampai salah melangkah" Mahy

an subuh b

08:0

siap menunggu pengumuman. Pada

pucat?" tanya Aliyah. Tangan Al

ungkin karena kurang tidur

mu telah menyembunyika

ranan lalu berucap, "Apa maksudmu

kan?!" tanaya Aliyah lirih, dengan wa

idak yakin," jaw

adapanmu tapi, apa kau tahu bagaimana di luar?" Aliya

ahu bagaimana Pak Rafa di luar. Namun, aku yakin

berfikir sejenak. Dia ti

n oleh cinta Mahya! Aku hanya me

h menyaksikan se

at kamu ber

u sering bertemu dengannya! Apakah kam

endapat denganmu," dengan tegas Mahya memungkiri apa yang di katakan tem

a, "Ya, baiklah. Tidak apa, aku mengerti peras

mau kemana?" t

hya. Gadis itu tersenyum miring lalu menjawa

uar, ayolah kita bicara di sini saja dulu!" ujar Ma

a semua menjadi rumit," ucap Mahya

lisah?" Aku harus menghampirinya sekarang!" ucap Rafa, saat tidak seng

at yang sebenarnya tidak pusing. Hingga gad

saat melihat Mahya masih

ntak lalu m

dar, jika di hadapannya sudah berdir

engan wajah memera

apa yang sedang kamu fikirkan Mahya? Mengapa

gugup dan grogi tidak mampu d

menjadikan mulut sulit untuk berbicara. Tangannya dengan

aki dengan tubuh kekar dan terkenal dingin. Namu

kamu tidak m

arah, untuk menu

tidak apa-apa, sungguh," jawabnya meyakin

engang melihat Mahya sedang bercakap-cakap denga

sehingga membuat pak Rafa datang kemar

kan yang lain ikut bingung. Mereka samp

duk perkaranya, jangan sok-sokan

na mau tanya tentang keadaan Mahya. Iya kan?"

g kalian lakukan!" Bela M

ga tidak mengerti," Mahya mencoba memberi pengertian pa

rahnya sama Aliyah! Bukan

a kok." Mahya mengedipkan mata, memberi isy

ika kedatanganku ke kelas ini just

nya menjadi bahan tertawaan. Dengan kaki mulai melangkah l

mengangguk setuju dan pandangan

gganggu, khususnya untuk saya pribadi," ucap

aul. Dari sikapnya inilah Mahya mempunyai ba

g yang berada di dekatnya. Kini semua k

lagi dengan Pak Rafa," ucap Aliyah

gerti," jawab Mahya dengan mulai men

ah berpura-pur

pura? Kamu itu adalah temanku sejak kita mas

ngan sikapmu yang

ana?" tanya M

n caramu yang sekaran

asanya tidak percaya dengan a

yang lagi

ekita mbuat Mahya dan

n sejak dulu. Bahkan kami mempunyai cita-c

!" Aliyah menampik kenyaatan yang di ke

aja tidak meneruskan bicaranya. Dia

l 12

siang a

gkap dengan senyumannya. Dia adalah Fajar.

uman kenaikan kel

an yang memiliki kemampuan di

eka saling pandan

g di maksud

us kelanj

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
CINTA YANG TERTUKAR
CINTA YANG TERTUKAR
“Kisah cinta Mahya tidak seindah kisah cinta gadis pada umumnya. Gadis kelahiran 1991 ini memiliki sahabat yang sangat langka. Setiap dia menjalin hubungan, sabahatnya itu datang dengan topeng keluguhan dan selalu menebar duri dalam hubungan Mahya. Sayangnya, Mahya selalu mempercayai setiap ucapan sahabatnya yang memiliki hati licik. Namun, di suatu ketika Mahya melihat yang membuatnya murka. Lantas apa yang Mahya lihat? Apakah dia mengetahui sifat buruk sahabatnya? Atau ada peristiwa lain yang membuat itu samara...”