icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Tawanan Hati Sang Penguasa

Bab 9 [4.b] Hukuman Lavi

Jumlah Kata:722    |    Dirilis Pada: 26/09/2023

at mengenai pipi Lavi. Namun, gadis itu dengan sigap menahan tangan Tar

lo bisa tampar

tak percaya. Apa

un memukul gadis ini. Sayangnya, Lavi juga tak tinggal diam. Tak peduli rasa sakit y

kaki mereka gunakan untuk saling serang. Ada kesempatan menarik pakaian Tari, Lavi

terkena amukannya. Sudut bibir Lavi berdarah terkena tampar

reka, tapi satu pun tak ada yang ingin mengalah. Bahkan Lav

r. Apa lagi yang bisa ia hadiahkan untuk Tari yang terlihat babak belur dihajar olehnya? Kal

asih ada di sudut meja. Segera saja ia ambil dan lempar pada T

piasan karena kekesalannya pada Pras, akhirnya menemukan samsak yang tepat. Sementa

pai

an kalian hancu

*[

sudah dibasahi antiseptic ha

gobati Lavi dengan nada lelah. Sejak tuannya memberi

rintah langsung, mana berani ada bantahan dan juga harus ada hasilnya. Meski yang paling kentara adalah da

ya," katanya sambil sekali

berikut dengan cermin yang tergeletak di me

yang terkena masalah kalau

t, sih?" Lav

diobati dari pada lo gue masukan ke ruangan di l

setajam elang, berdiri dengan pongah. Kedatangan Pras yang mendad

sana. Gue enggak ped

sa memasukkan Lavi di sana? Gadis ini sesekal

enar-benar mempertipis jarak, Lavi masih belum mau mengalihkan sorot matanya. Padahal ia pernah dibuat tak

in menyudahi tantangannya. Meski lehernya mulai sakit karena Pras sengaja membuatn

u." Pras menyeringai tipis. "Tapi perlu lo tahu satu hal, Neng." Sang pria kali ini sedikit m

otaknya hanya selangkangan s

i ia tahu, ucapannya barusan sudah me

nggu dada lo sembuh tapi karena diremehkan b

sa, karena bibir Lavi yang terluka diraup dengan serakah oleh P

maks

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Tawanan Hati Sang Penguasa
Tawanan Hati Sang Penguasa
“WARNING 21+ [BAHASA VULGAR, KASAR, KEKERASAN] [Kisah Lavi dan Pras] Blurb : Sejak awal, Pras menginginkan Lavi ada di bawah kuasanya. Akan ia remukkan pongah yang gadis itu miliki. Apalagi Pras punya kartu mati untuk menyeret Lavi melakukan apa pun untuknya. Termasuk membuat panas ranjangnya. Saat keinginan itu sudah digenggam, berita terbunuhnya Tony membuat Pras teralih. Nyawa bayar nyawa, itu prinsip Pras. Satu demi satu keping yang menutupi kejadian itu mulai terkuak. Termasuk keterlibatan penguasa dunia kelam lainnya; Quassano. Di saat semuanya hampir terbalaskan, musuh Pras menggunakan Lavi sebagai tameng. Akankah Pras membiarkannya karena menganggap Lavi tak memiliki pengaruh di hidupnya? Atau mempertaruhkan segalanya demi Lavi?”