icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Unexpected Wedding

Bab 4 Tumbal

Jumlah Kata:1224    |    Dirilis Pada: 21/09/2023

e

memasuki ruang tamu keluarga Sailendra. Tidak ada

h harus menyambut dirinya dengan ramah tamah. Yang mereka pikirkan, hanya na

i baru di kediaman keluarga Sailendra. "Kenalkan, saya Idha, asisten rumah tangga di sini. Subuh tadi, ibu sudah nelpon

u, langsung berbalik pergi. Memasuki bagian rumah yang lebih dalam, masih dengan langkah

keluarga," terang Idha sambil terus saja berjalan menuju ruangan yang selanjutnya. "Karena bapak sama i

an terlihat ruang luas yang cukup lega dengan dipenuhi rak-rak buku di tiap sisi dindingnya. Lintang melihat

nan ruang kerja pak Ario, dan pintu sebelah kiri ruang kerja

angan selanjutnya, tampak seperti ruang keluarga dengan ham

tai dua," jelas Idha lagi sambil menaiki

cepat, agar bisa mengimbangi Idha y

tampak seperti taman bermain anak. Nuansa biru dan putih yang begitu kent

angkah Lintang dan Idha terhenti ketika berada di depan kamar Safir. Pintu kamar pria itu

anggukan ramah. "Saya mau tunjukin

menyematkan senyum, maupun anggukan seperti yang dilakukan oleh Idha. Hanya diam tanpa kata

koridor kecil terlebih dahulu. "Semua baju, dan barang-barang lainnya, sudah saya taru

asih

gukan, lalu bergegas perg

yang besarnya hampir tiga kali lipat dengan

eh

balikkan tubuhnya cepat. Di bibir pintu, sud

di adik iparnya itu ternyata sangat tidak sopan. Yang Lintang lakuka

n elo, karena lo bukan tipe g

ingin menanggapi Safir dengan emosi

n ucapan Lintang. "Sampai kapan pun, lo

jawab, dan gue, berani nerima tantangan buat gantiin dia. Jadi, samp

njuk Safir mengarah tajam pada Lintang, yang selalu bisa membalas perkataannya dengan cara yang begitu m

uk itu, ia berbalik memunggungi Safir dan segera

ru

ung. Mengapa gadis itu sama sekali

Safir dengan amarah yang mulai terpancing. Pad

agi berdebat dengan pria itu. "Kalau kata sambutann

meninggalkan Lintang. Jika saja Biya tidak pergi entah ke mana, pagi ini Safir p

. Walau sempat terkejut dengan suara pintu yang dibanti

bak," kata Idha setelah Li

g tadi, Lintang makan seorang diri di meja makan, tanpa ada siapa pun menemaninya. Entah ke m

dah ke bawah, Mbak

sudah

mulai memutar tubuhnya dan bersiap p

rena setelah menghabiskan makan siang, i

segera menutup pintu lalu mengganti piyama tidurnya dengan pakaian yang lebih sopan.

cukup rapi, Lintang segera keluar

ap sopan pada seluruh anggota keluarg

al

ari keluarga Sailendra, seolah kompak hanya memberi tatapan datar yang tidak bisa terbaca

mematung di sudut meja. Gadis itu terlihat bingung, dan

Lintang merasa gugup, ketika pertama kali berada bersama keluarga Sailendra. Wajah-

ntang. Jika diingat lagi, selama prosesi pernikahannya dengan

ma dan Safir. "Mulai sekarang Tante Lintang tinggal di

nt

n itu sudah pasti ada di depan mata. Lintang juga tidak perlu berpura-pura baik untuk mengambil hati bocah itu. Seketika itu j

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Unexpected Wedding
Unexpected Wedding
“Demi keluarga dan balas budi, Lintang Amalthea akhirnya setuju menggantikan posisi saudara perempuannya. Menjadi mempelai wanita, dalam pernikahan politik yang saling menguntungkan. Namun, ternyata tidak hanya mempelai wanita yang mengalami pergantian, tetapi mempelai pria pun ikut berganti.Lantas, bagaimana keduanya menjalani pernikahan yang tidak terduga tersebut?”