icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Jadi Istri Duda

Bab 4 MEMBALAS LEBIH

Jumlah Kata:1792    |    Dirilis Pada: 05/07/2023

klien itu. Dia melayani bersama beberapa pekerjanya dengan cekatan dari memilih bahan di gudang kain yang dia miliki hingga me

beberapa pekerjanya yang membantu dirinya untuk melayani klien tadi. Belum lagi dia juga harus memantau perkembangan

Erika. Tentu saja untuk mengapresiasi kerja sama yang baik antar pekerjanya tadi. Itu sudah menjadi bagian dari kebiasaan Juwita sa

m makan dari tadi,"

nyimpen baju klien yang biru payet itu, loh. Terus nanti jam tujuh malam kayaknya bakalan ada yang fitting baju kondangan warna maroon yang kemarin Sabtu. So, m

adalah salah satu pekerja yang paling la

sepuluh malam udah tutup. Kalau ada rombakan atau permintaan perubahan dikit dari klien, nanti kamu yang tangani, ya, Er. Kamu ta

asih banyak, ya." Dia melambaikan beberapa lemb

menyeringai, menggoda. "Hmmm, tadi bilang apa, cayang

cih,

lera humor mereka hampir sama. Juwita pun beranjak dari dudukn

ya sekarang adalah ke rumah sakit. Meskipun sangat disibukkan dengan pekerjaann

sana untuk menjaga sang ayah. Melihat pemuda itu sangat sayang dan mau menghabiskan waktu untuk merawat orang tuanya, membuat di

juga benar. Jamal terkena radang usus buntu. Dengan persetujuan yang telah disepakati oleh mereka tempo lalu, Jama

entang keadaan Jamal. "Pak Jamal ini juga gizinya buruk, Kak.

kembali sehat wal afiyat. Utang budiku besar, Ri. Bayangin aja Mama Papaku kayak gimana kalau aku enggak ditolong sa

tertawa, teringat dia berdebat dengan Hellen tentang menguras isi dompet Juwita. Dia tidak setega itu juga kali. Apalagi saat melihat betapa baiknya Juwita memberikan har

annya selesai, dia segera menuju rumah sakit. Tidak lupa dia sela

. Dia sudah hafal kamar yang biasa digunakan oleh sahabatnya itu. Pun para dokter yang lain juga kenal baik dengan Ju

ada di kamar VIP biasanya." Juwita memberikan bungkusan

mencapai lantai empat. Langkahnya mantap di atas sepatu hak tingginya. Senyumannya juga terpatri di wajahnya.

mengajak bicara Jevano si pendiam itu. Pun dia juga sudah merangkai kalimat untuk membujuk Jamal agar dia masih diperbolehkan

a. Baru saja pintu geser itu sedikit terbuka, dia bisa mendengarkan percakapan antara dua orang yang ada di sana. Dia yak

sih tidak boleh banyak bergerak pasca operasi. Lukan

Sudah daftar di sekolah yang Ayah kasih

ggeleng. "

it itu. Banyak yang bisa kamu raih di sana, nak. Fasilitas untuk menge

udah enggak kerja berapa hari? Kalau aku masuk ke sana, Yah, bisa-bisa kita enggak punya apa-apa lagi buat hidup."

bisa masuk ke sekolah yang kamu inginkan. Sekarang, Ayah sudah menyiapkan uang dan tabungan untuk sekolah kamu, Jevano.

. Dulu aku enggak mikir keadaan Ayah, keadaan kita. Sekarang aku bisa, kok, ngembang

enahan amarah. "Kalau begitu, kamu bakalan butuh biaya tambahan, Je

hwa dia bisa bekerja dan menghasilkan uang sendiri pun pasti

kamu butuhkan. Biarkan Ayah menebus yang dulu itu. Ayah juga ingin melihat kamu lebih berkembang lagi." Jamal memegang d

mau membanggakan diri di depan Ayah. Tapi, kamu juga enggak tega sama keadaan Ayah sekarang. Ayah paham. Cuma, tolong bantu Ayah biar e

a Jevano menetes. "

kehangatan bagi pemuda itu. "Lihat kamu sekarang jaga Ayah di sini juga bikin Ayah sedih. Seha

di tempatnya. Kepalanya kembali dibelai oleh san

besar. Hampir enam belas tahun. Dan selama lima belas tahun hidupnya bersama Jevano, dia merasa b

buka. Hal itu membuat Jamal semakin bertekad untuk cepat sembuh dan

or. Setelah Ayah sembuh, Ayah akan bekerja keras untuk mendapatkan uang lebih bia

ipun dia juga sedang merasakan sakit di dadanya. Tidak, dia tidak mempunyai

Ayah harus berbohong." S

erkali-kali. Dia tidak jadi masuk dan malah mendengarkan percakapan antara ayah dan anaknya it

anggu. Dia masih mempunyai adab untuk tidak merusak suasana di dalam ruangan itu. Dia mem

semakin kepikiran tentang kehidupan keluarga kecil itu. Malang sekali nasib mereka. Satu hal yang membuatnya terbebani; karenanya, Jamal

gaimanapun secara tidak langsung, dia juga menjadi alasan atas nasib keluarga ya

terbaik untuk membantu den

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Jadi Istri Duda
Jadi Istri Duda
“Karena terus disuruh kencan buta oleh sang ibu, Juwita Anggari Hidayat akhirnya memilih untuk menikah dengan duda anak satu, Jamal Antonio Ruhan, yang telah menolongnya dari para lelaki nakal di jalanan. Hal itu mau tidak mau membawanya pada kehidupan baru sebagai istri dan ibu tiri. Terlebih lagi dia juga belum mengenal Jamal dan anaknya. Dia kira, akan semakin sulit untuk membagi waktu untuk keluarganya di rumah dan pekerjaannya di butik. Apalagi dia harus mengurus remaja umur lima belas tahun itu. Susah senang dia rasakan apalagi anak tirinya ini sedikit pendiam dan agak jual mahal. Anehnya, dia menyukai dan menikmati kehidupan barunya itu. Ya, baru. Sangat baru hingga dia hampir melupakan bahwasanya dialah yang sebenarnya masuk ke dalam kehidupan keluarga kecil Jamal tersebut. Banyak hal baru yang dia ketahui dari masa lalu. Akankah dia tetap bertahan dengan semua hal baru yang dia dapatkan?”
1 Bab 1 PRIA PENYELAMAT2 Bab 2 RUMAH SAKIT DAN PERMINTAAN MAMA3 Bab 3 BUKA MATA BUKA HATI4 Bab 4 MEMBALAS LEBIH5 Bab 5 MENIKAHLAH DENGAN SAYA6 Bab 6 MENIKAH DENGAN DUDA ANAK SATU7 Bab 7 TANPA RASA8 Bab 8 PAKET LENGKAP9 Bab 9 BERSAMA KELUARGA KECIL10 Bab 10 AWAL PENDEKATAN11 Bab 11 RENCANA JALAN12 Bab 12 PAKUWON MALL DAN STAY COOL13 Bab 13 NOMINAL YANG GILA14 Bab 14 KEBUTUHAN15 Bab 15 MAU MELAMBAI KE KAMERA16 Bab 16 PASANGAN BUCIN DAN JEVANO JOMLO17 Bab 17 RUMAH BARU18 Bab 18 TELAT19 Bab 19 HARI PERTAMA20 Bab 20 KAWAN BARU21 Bab 21 AWAL YANG MEMBAGONGKAN22 Bab 22 MAKAN MALAM23 Bab 23 BELAJAR MASAK24 Bab 24 FULL TANK25 Bab 25 PERJUANGAN MASAK JUWITA26 Bab 26 MASAK BERSAMA27 Bab 27 PERCAKAPAN KENYAMANAN28 Bab 28 CAPJAY29 Bab 29 MENGABAIKAN JEVANO30 Bab 30 PERCAKAPAN MALAM31 Bab 31 Siap-Siap Jalan32 Bab 32 Pulang Malam33 Bab 33 KEPIKIRAN JUWITA34 Bab 34 BEKAL DAN KESAL35 Bab 35 TEMAN ATAU BUKAN36 Bab 36 KERJA DAN JADWAL