icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pengantin SMA

Bab 7 Bertengkar

Jumlah Kata:1116    |    Dirilis Pada: 06/06/2023

tnya sudah sempurna. Dia mengambil penjepit rambut kecil berbentuk kupu-kupu berwarn

an secara intens bertukar pesan. Malam ini, untuk pertama kaliny

karena tangannya yang retak, akhirnya Laur

e mana

aura dengan tatapan bingung. Dia heran kenapa ga

b Laura tak men

ng dan duduk di tepinya. Memandangi Laura yang sedang menata rambutnya. Padahal ra

in, sih? Gue k

suka dengan Kavin yang terlalu mencampuri urusannya. Dia juga ingin bebas, ti

gue aduin Mama? Kalau lo mau

ang sisir yang baru saja digunakannya. Dia berjal

ma Denis, puas

Laura tajam. Dia tak suka jika Laura berg

ep pergi," ujar Laura ketus, dia ta

ang selalu membantahnya, dia itu seorang suami. Harus dihormati! Bukan tanpa alasan Kavin melarang La

ggak suka diatur. Kalau gue nggak pergi terus mau ngapain? Masakin lo? Gue juga pengin kayak dulu, dimanjain sama Papa.

ibangunin oleh Mamanya, mau tidur kadang didongengin oleh Papanya. Mau apa-apa tinggal bilang ke asisten r

egala, nggak usah drama!" ketus Kavin kemudian bangkit dar

k nyaman melihat Laura menangis. Apalagi

enar-benar tak menyukai Denis. Perasaan takut juga menjalar

a duduk sendiri di sana, pikirannya dipenuhi oleh Laura. Dia menyesal

an malas dia mengambil ponselnya lalu melihat siapa yang menelf

deham

sama anak-anak. Nyusul sini

menikah. Apalagi ketika Laura sakit, dia harus sedia 24 jam di samping gadis itu. Kini, dia boleh pergi tanpa harus merasa ber

efon sudah diputuskan secara sepihak oleh Kavin.

ponselnya yang berada di genggamannya. Jari-jari lent

ada urusan mendadak," ucap Laura langsung pada

lo habis nangis, y

ngan refleks gadis itu mematikan telefonnya dan langsung menunduk dan bersembunyi di kolong ranjang. Di pikirannya, pasti

Saat ini dia berada di sebuah kelab malam. Kavin sebenarnya jarang mengunjungi kelab seperti ini jika tidak diajak o

dikenalnya- meletakkan segelas minuman beralkohol di hadapannya. Laki-la

a? Kok mukanya lusuh gitu?

cerewet. Mengalahi cewek! Mungkin ini yang menyebabkan Alan menjadi jomblo akut, penampilannya yan

kesal. Dia menatap Alan dengan pandang

gan menunjuk sofa yang berada di pojokan, tempatnya cukup gelap. Membuat Kavin e

enolak Kavin sia-sia saja, laki-laki itu pasti akan membuatnya menjalankan perintahnya. Dengan cara apa pun!

ya?" tanya Mario setelah

ang sedikit panjang terlihat acak-acakan. Kavin menggeleng pelan, tak habis pikir dengan sahabatnya yang satu ini. Hampir setia

dah m

g menanggapi pe

banget, gue jadi be

Mario. Dia kembali mengembuskan as

ar," ucap Kavin

na yang ramai membuatnya tak bisa mendengar j

engkar sa

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pengantin SMA
Pengantin SMA
“Anak SMA seperti Laura dan Kavin memang suka penasaran, selalu bilang ingin cepat dewasa, dan gemar mencoba banyak hal. Namun, pernikahan jelas bukan salah satunya. Dua manusia itu menentang habis-habisan keputusan keluarga mereka untuk menikah setelah terciduk tidur di satu kamar. Terlebih mereka memiliki kepribadian yang sangat bertolak belakang. Tetapi, karena tak memiliki pilihan lain, mereka terpaksa menurut dan menjalani kehidupan pernikahan di usia yang masih belia. Tidak semanis dan seindah kisah cinta dalam novel, kehidupan pernikahan rupanya lebih sulit dan menyiksa daripada menghadapi soal-soal Kimia, Fisika, dan Matematika yang digabung menjadi satu. Belum lagi fluktuasi emosi khas darah muda makin menambah kadar stres dua sejoli itu melebihi mood swing saat PMS. Satu solusi utama dari semua masalah yang terjadi adalah bercerai. Sayang, Kavin dan Laura belum punya kuasa untuk itu. Selama beberapa waktu, mereka harus berdamai dan menjalani kehidupan pernikahan tidak diinginkan sambil menantikan hari ketika mereka akhirnya bisa berpisah. Mampukah pasangan bak kucing dan anjing itu bertahan sampai akhir dalam keadaan tetap waras?”
1 Bab 1 Tertangkap Basah2 Bab 2 Mimpi Buruk yang Menjadi Nyata3 Bab 3 Gadis Ajaib4 Bab 4 Gosip5 Bab 5 Anjing dan Kucing6 Bab 6 Sebuah Rasa7 Bab 7 Bertengkar 8 Bab 8 Insiden9 Bab 9 Pengakuan 10 Bab 10 Pasangan Aneh11 Bab 11 11. Terbongkar 12 Bab 12 Rahasia 13 Bab 13 Curhat 14 Bab 14 Perdamaian-perdamaian15 Bab 15 Kekhawatiran 16 Bab 16 Tamu tak Diundang 17 Bab 17 Orang Ketiga18 Bab 18 Obat 19 Bab 19 Bad Mood20 Bab 20 Perkara Pembalut 21 Bab 21 Masalah yang Lain22 Bab 22 Laura Sakit 23 Bab 23 Hari-hari Terakhir 24 Bab 24 Liburan 25 Bab 25 Kegagalan26 Bab 26 Patah Hati27 Bab 27 Ungkapan Perasaan 28 Bab 28 Saling Menerima 29 Bab 29 You are Mine30 Bab 30 Terciduk 31 Bab 31 HBD!32 Bab 32 Rahasia33 Bab 33 Pingsan34 Bab 34 Positif 35 Bab 35 Kecelakaan 36 Bab 36 Kehilangan 37 Bab 37 Hot Kiss38 Bab 38 Akhir Bahagia