icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Sayang, Beri Aku Kesempatan Lagi!

Bab 7 Tidak Perlu Sombong

Jumlah Kata:709    |    Dirilis Pada: 05/05/2023

uk mengatakan sesuatu, tetapi setelah mem

gan wajah marah dan mem

sih berdiri diam, Aryani sedikit mendorongnya dan mende

ek, ini sudah larut. Nenek seharusnya tidak keluar saat ini. Mas

i ke dalam rumah, dia akan pergi dengan berjal

mobil untuk dirinya sendiri agar b

an ekspresi wajah datar da

ah ke mobil agar aku bisa kembali ke dalam," ucap Arya

Satya kehilangan kesabarannya dan

suk. Satya menutup pintu dan menoleh ke

ngan memerintahku!" bentak Arya

ya mengejut

mperlakukan mereka berdu

neneknya! Buka

wan kata-katanya, jadi dia

g sehingga mereka bisa mend

a. Jadi, begitu mobil berbelok di tikungan dan dia yakin Aryani tidak b

"Kenapa? Mau ke mana kamu? Apa ada pria

wa. "Aku bilang hentikan mobilnya. Apa kamu berubah piki

berhenti. Dia menginjak rem dengan t

lanya. "Dengar, Satya, jika kamu ingin menceraikanku, lakukan dengan cepat. Aku mungkin beru

eletakkan tangannya di pegangan untuk membuka pintu, te

ia itu dengan mengerutkan ali

, "Apa menurutmu Nenek akan

tersenyum. "Tapi apa itu penting? Yang penting bagimu saat ini adalah mengeluarkanku dari hidupmu, kan? Dengar,

nya. "Apa kamu ingin Nenek meng

r. "Jika kamu takut pada segalanya, kita tidak akan pernah bisa menyel

Aku sudah bilang akan meminta seseorang menghubungi

mobilmu. Tidak perlu sombong karena aku benci berada di sini bahka

embiarkan pintu terbuka dan menggoda pria itu

k Satya melalui

a menoleh ke belakang. Kemudian dia menghilang menuruni gu

n, Satya kembal

etelah dering pertama seolah-olah dia

saya tidak melihat siapa pun dan dia tidak melakukan s

wajah Satya m

ena Tamara sengaja m

lagi!" perintah

etapi dia dengan cepat sadar

tidak ingin mendengar apa pun yang berhubungan deng

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Sayang, Beri Aku Kesempatan Lagi!
Sayang, Beri Aku Kesempatan Lagi!
“"Anda tidak akan pernah mengahargai apa yang Anda miliki sampai Anda kehilangannya!" Inilah yang terjadi pada Satya yang membenci istrinya sepanjang pernikahan mereka. Tamara mencintai Satya dengan sepenuh hati dan memberikan segalanya untuknya. Namun, apa yang dia dapatkan sebagai balasannya? Suaminya memperlakukannya seperti kain yang tidak berguna. Di mata Satya, Tamara adalah wanita yang egois, menjijikkan, dan tidak bermoral. Dia selalu ingin menjauh darinya, jadi dia sangat senang ketika akhirnya menceraikannya. Kebahagiaannya tidak bertahan lama karena dia segera menyadari bahwa dia telah melepaskan sebuah permata yang tak ternilai harganya. Namun, Tamara telah berhasil membalik halaman saat itu. "Sayang, aku tahu aku memang brengsek, tapi aku sudah belajar dari kesalahan. Tolong beri aku kesempatan lagi," pinta Satya dengan mata berkaca-kaca. "Ha ha! Lucu sekali, Satya. Bukankah kamu selalu menganggapku menjijikkan? Kenapa kamu berubah pikiran sekarang?" Tamara mencibir. "Aku salah, sayang. Tolong beri aku satu kesempatan lagi. Aku tidak akan menyerah sampai kamu setuju."Dengan marah, Tamara berteriak, "Menyingkirlah dari hadapanku! Aku tidak ingin melihatmu lagi!"”