icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Sayang, Beri Aku Kesempatan Lagi!

Bab 6 Bukan Pria Terhormat

Jumlah Kata:572    |    Dirilis Pada: 05/05/2023

get dan berpikir, 'Apa Nenek be

a meyakinkannya. "Jangan khawatir, Sayang. Jika dia keluar larut ma

yata Aryani membicarakan hal lain,

nya dengan marah, "Kenapa kamu menatap Tamara seperti itu? Apa kamu

njawab dengan suara lembut yang tidak sep

itu semakin tua, kenapa aku masih belum punya cicit?

untuk berdiri, Tamara

rut dan mel

an sudah meletakkan berbag

alu dia berkata, "Ayo kita makan. Jika dia tidak mau

ris tipis. Dia tidak mengatakan ap

dengan makanan. Seolah-olah Tamara adalah c

dia dan Tamar

rapa suap, dia menoleh pada Aryani dan bertanya, "

telah memperlakukan Tamara dengan buruk dan ini membuatnya kesal. "Pertanyaan macam apa itu? Apa aku tidak boleh meminta ka

gkan diri. Dia membanting tangannya ke atas meja dan memarahi, "Apa aku harus mengingatkanmu setiap saat bahwa Tamara adalah istrimu, hah? Kamu harus me

tes, "Nenek, Brigitta sud

ng memiliki mata dapat melihat bahwa

hu apa yang sedang berkecamuk di benak Satya saat ini. Satya pasti meny

awatir bahwa Satya aka

karang dia tida

beritahuku! Kamu selalu pergi ke rumah sakit dan jarang

n dia bahkan tidak mencoba memperhalus kata-katanya. Namun, entah kenapa Tamara merasakan

dilema. Nenek masih belum tahu bahwa mereka telah berpisah, jadi mereka harus pergi dengan mobil yang sama. Akan tetapi,

Ini membuat Aryani berteriak, "Satya, bukakan pintu mobil un

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Sayang, Beri Aku Kesempatan Lagi!
Sayang, Beri Aku Kesempatan Lagi!
“"Anda tidak akan pernah mengahargai apa yang Anda miliki sampai Anda kehilangannya!" Inilah yang terjadi pada Satya yang membenci istrinya sepanjang pernikahan mereka. Tamara mencintai Satya dengan sepenuh hati dan memberikan segalanya untuknya. Namun, apa yang dia dapatkan sebagai balasannya? Suaminya memperlakukannya seperti kain yang tidak berguna. Di mata Satya, Tamara adalah wanita yang egois, menjijikkan, dan tidak bermoral. Dia selalu ingin menjauh darinya, jadi dia sangat senang ketika akhirnya menceraikannya. Kebahagiaannya tidak bertahan lama karena dia segera menyadari bahwa dia telah melepaskan sebuah permata yang tak ternilai harganya. Namun, Tamara telah berhasil membalik halaman saat itu. "Sayang, aku tahu aku memang brengsek, tapi aku sudah belajar dari kesalahan. Tolong beri aku kesempatan lagi," pinta Satya dengan mata berkaca-kaca. "Ha ha! Lucu sekali, Satya. Bukankah kamu selalu menganggapku menjijikkan? Kenapa kamu berubah pikiran sekarang?" Tamara mencibir. "Aku salah, sayang. Tolong beri aku satu kesempatan lagi. Aku tidak akan menyerah sampai kamu setuju."Dengan marah, Tamara berteriak, "Menyingkirlah dari hadapanku! Aku tidak ingin melihatmu lagi!"”