icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Sayang, Beri Aku Kesempatan Lagi!

Bab 5 Tidak Tahu Bagaimana Menghargaimu

Jumlah Kata:634    |    Dirilis Pada: 05/05/2023

na tidak menyukainya. Saat itu, Tamara mencoba memasang kembali jam tangan itu menggu

lik untuk melilhat Tamara yang dingin dan tak peduli. Di

ini di sini? Memang kamu pikir

amu mau, buang saja jam tangan itu." Kemudian, dia

tangan itu penting bagi Tamara, jadi kenapa

ra benar-benar berubah. Jika tidak, wanita

amu langsung setuju untuk bercerai denganku karena

kat bahu dan menjawab, "Jika itu

kan sebuah kotak kalung. Meskipun dia dan Satya berjarak dekat, dia terus mengabaika

langan tangannya, tampak marah. "Beraniny

berhasil. Dia menatapnya dengan kesal dan berka

idak masuk akal? Sikapnya tidak be

kata, "Nenek ingin bertemu denganmu, ja

g menatap orang yang kurang pintar. "Apa kamu salah minum

Apa kamu tidak mendengarku? Aku bilang Nenek ingin bertemu denganmu! J

k mengunjunginya, kamu selalu mencari alasan agar kami tidak bertemu. Ken

ua yang telah Nene

satu-satunya anggota Keluarga Pranata yang baik dan peduli dengannya. Itu karena N

ah cucu kandungnya. Itulah sebabnya Tamara

bahwa kamu begitu tidak berperasaan. Apa menurutmu beliau tak lag

g seperti itu!"

alu berkata, "Kala

ik ke mobil Satya. Dia tahu bahwa Nene

nutup matanya. Seandainya saja dia

enyambut mereka. "Ah, cucu menantu perempuanku yang cantik sudah datang! Tamara, sini, d

ia memaksa dirinya untuk terseny

wanita tua itu tersenyum ramah ketika dia berkata,

natap Aryani dengan bingung. "

ian mereka, dia tidak akan begitu tenang saat berbicara d

"Dengar ya, tidak mungkin pengantin yang kupilih untuknya buka

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Sayang, Beri Aku Kesempatan Lagi!
Sayang, Beri Aku Kesempatan Lagi!
“"Anda tidak akan pernah mengahargai apa yang Anda miliki sampai Anda kehilangannya!" Inilah yang terjadi pada Satya yang membenci istrinya sepanjang pernikahan mereka. Tamara mencintai Satya dengan sepenuh hati dan memberikan segalanya untuknya. Namun, apa yang dia dapatkan sebagai balasannya? Suaminya memperlakukannya seperti kain yang tidak berguna. Di mata Satya, Tamara adalah wanita yang egois, menjijikkan, dan tidak bermoral. Dia selalu ingin menjauh darinya, jadi dia sangat senang ketika akhirnya menceraikannya. Kebahagiaannya tidak bertahan lama karena dia segera menyadari bahwa dia telah melepaskan sebuah permata yang tak ternilai harganya. Namun, Tamara telah berhasil membalik halaman saat itu. "Sayang, aku tahu aku memang brengsek, tapi aku sudah belajar dari kesalahan. Tolong beri aku kesempatan lagi," pinta Satya dengan mata berkaca-kaca. "Ha ha! Lucu sekali, Satya. Bukankah kamu selalu menganggapku menjijikkan? Kenapa kamu berubah pikiran sekarang?" Tamara mencibir. "Aku salah, sayang. Tolong beri aku satu kesempatan lagi. Aku tidak akan menyerah sampai kamu setuju."Dengan marah, Tamara berteriak, "Menyingkirlah dari hadapanku! Aku tidak ingin melihatmu lagi!"”