Kumpulan Cerita Dewasa

Kumpulan Cerita Dewasa

Bumi Ke Langit

5.0
Komentar
173.7K
Penayangan
22
Bab

Cerita dewasa 21+

Kumpulan Cerita Dewasa Bab 1 Yuki : Jilat Mem...

Tepat satu minggu setelah kepergian Ayah dan Ibuku ke London, aku tinggal di rumahku seorang diri . Katanya akan ada ART baru yang akan datang ke rumah, tapi sampai saat ini masih belum datang juga . Tapi menurutku tidak apa , karena aku memang sudah terbiasa mengerjakan semuanya sendiri.

Sebelumnya perkenalkan, namaku Radit. Mahasiswa fakultas seni di salah satu kampus ternama di Jakarta. Dan hari ini aku sedang merasa kesal dengan pacarku. Ya, aku benar benar kesal padanya, karena entah kenapa hari ini dia menolak ku ketika ku ajak main ke rumah. Padahal sebelumnya dia selalu senang setiap kali ku ajak ke rumah, apalagi situasi di rumah sedang sepi. Alasannya karena tugas kuliah , tapi nyatanya aku melihatnya jalan bersama pria lain dengan begitu mesranya .

Rasa rinduku padanya seketika hilang setelah melihat kenyataan itu . Saat itu pun aku memutuskan untuk segera pulang ke rumah . Kepala ku terasa begitu penat, tadinya aku sudah menyusun banyak rencana untuk bisa bersenang senang dengannya. Tapi dia lebih memilih pergi bersama dengan pria lain. Apa selama ini dia merasa kurang puas ? pikirku.

Sesampainya di rumah, ku lempar tas ku ke atas meja dan ku jatuhkan badanku di salah satu sofa di sana. Pikiranku masih tertuju pada Alena (pacarku). Sampai saat ini aku masih belum mengerti kenapa ia bisa melakukan hal itu padaku . Beberapa kali ku coba untuk menghubunginya pun sama sekali tidak ada jawaban darinya .Ternyata benar apa kata teman temanku, dia memang bukan wanita baik baik. Tapi selama ini dia sudah memberikan semuanya untukku , apa isu tentang Alena yang seorang wanita bayaran itu memang benar adanya ? tapi biarlah, saat ini aku tidak ingin memikirkannya lagi . Yang pasti, kekecewaanku sekarang ini benar benar menghilangkan semua kepercayaanku padanya.

Ku mainkan ponselku untuk menghilangkan penat dalam pikiranku . Melihat beberapa tayangan yang ku kira bisa menghiburku , tapi semuanya sama sekali tidak berguna. Aku harus mencari cara lain untuk menghilangkan penat dalam pikiranku.

Sampai akhirnya aku beranjak dari kursi sofa itu dan pergi ke kamarku . Di sana, mulai ku nyalakan televisi dan mencari siaran yang cukup menarik . Akan tetapi semuanya sangat membosankan , hingga aku memutuskan untuk memutar kasetaa DVD yang baru saja ku beli. Tadinya aku berencana untuk menonton film nya bersama dengan Alena. Tapi , sudah lah aku tidak ingin memikirkannya lagi.

Tayangan film itu mulai berputar setelah ku tunggu beberapa menit lamanya .Ya, kaset DVD yang ku beli adalah kaset yang berisi film film porno . Sengaja ku membelinya sebagai referensi supaya aku dan Alena bisa saling memuaskan.

Ku matikan lampu kamar itu supaya sensasi dari film itu bisa lebih ku rasakan . Aku juga sudah menyiapkan sebuah gel pelumas untuk membasahi batang kontol ku, karena hasrat yang gagal ku curahkan pada Alena tetap harus terpenuhi . Supaya penat dalam pikiranku bisa menghilang.

Awalnya biasa saja, karena adegan yang dalam film itu memang sering kali dilakukan dalam film film yang sebelumnya pernah ku tonton. Tapi seketika batang kontolku berdiri dengan begitu tegaknya ketika kamera menyorot sebuah belahan memek dengan sangat dekat, yang saat ini dibuka lebar oleh kedua tangan pemiliknya . Kemudian , seorang pria yang sepertinya kekasihnya itu langsung memeluknya dari belakang dengan kedua tangan yang langsung menjelajahi seluruh bagian memek itu.

Wanita dalam film itu terlihat begitu menikmatinya. Apalagi ketika pria itu mulai meremas kedua toketnya yang besar . Satu tangan meremas toketnya dan satunya lagi menjamah memeknya . Rasanya ingin sekali aku berada di posisi pria itu. Karena jujur saja , aku sangat menyukai adegan seperti itu . Dan saat ini aku mulai kehausan , haus akan sebuah memek.

"Shhh Alenaaaa, seandainya kamu ada disini. Sudah ku jelajahi semua bagian memekmu ". gumamku seraya ku usap batang kontolku .

"Segitunya lo sama Alena ? ". ucap seseorang yang sangat mengagetkanku .

Yuki , tetanggaku yang juga kuliah di kampus yang sama denganku . Lebih tepatnya , dia sebenarnya adalah pacar dari seorang pria yang membawa Alena pergi .Dia memang seperti itu , datang tanpa di undang dan pergi begitu saja . Namun saat ini aku benar benar terkejut di buatnya . Karena pada saat ini , ia melihat dengan sangat jelas apa yang sejak tadi ku lakukan .

"Ngapain lo disini ? ". ucapku seraya menutupi bagian kontolku dengan selimut.

" Santai aja kali, bukannya sejak dulu juga gue tau banget lo seneng nonton bokep . Btw, kontol lo gede juga ".

" Apaan sih lo ".

" Lo galau ya , Alena pergi sama cowo gue ? gue juga sama . Padahal selama ini gue ngga pernah ngecewain dia ".

" Jadi lo tau Alena pergi sama Brian ? ".

Yuki mengangguk, " Tapi ngga masalah , biarin aja . Lo lanjutin aja , gue ikutan nonton ngga apa apa kan ? ". ucapnya seraya duduk bersandar tepat di sebelahku .

" Lah gimana sih lo, gue kan lagi coli. Mana bisa kalau ada lo ".

" Ngga apa apa , anggap aja gue ngga ada , lagian kan udah lo tutup pake selimut . Jadi anggap aja gue ngga tau lo ngapain ".

" Ya udah ". ucapku.

Ku lanjutkan kembali film yang sempat ku jeda, masih dalam adegan yang tadi . Seorang pria yang asik memainkan memek dan toket besar pasangannya. Lalu kemudian , wanita itu mulai meraba ke arah selangkangan pasangannya. Hingga ia temukan kontolnya dan mulai meremasnya.

" Lo sama Brian pernah gituan ? ".

" Pernah , tapi punya Brian kecil . Kalo menurut gue sih lebih besar punya lo . Lagi pula, Brian mainnya bentar banget. Kadang gue ngga puas main sama dia ".

" Terus kalo lo ngga puas , gimana ? ".

" Sama kayak lo , ya gue mainin memek gue sendiri sampe bener bener crot ".

" Seriusan lo ? ".

" Seriusan ! tapi gue cerita ini cuma sama lo doang ya ".

" Iya iya gue ngerti ko . Lo juga sering nonton bokep kek gini ? ".

" Sering , tapi paling di Hp doang . Kenapa emangnya ? ".

" Yang paling lo suka adegan apa ? ".

" Gue paling suka adegan yang si cowoknya itu jilatin memeknya . Tuh, kek sekarang ". jawab Yuki seraya menunjuk ke arah layar televisi yang di dalamnya sedang menunjukkan adegan seorang pria yang sedang melakukan oral sex pada pasangannya .

" Kalau memek lo gue jilatin kek gitu , mau ngga ? ".

BERSAMBUNG, lanjut Part 2..

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Bumi Ke Langit

Selebihnya

Buku serupa

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

Puncak Nafsu Ayah Mertua

Puncak Nafsu Ayah Mertua

Cerita _46

Aku masih memandangi tubuhnya yang tegap, otot-otot dadanya bergerak naik turun seiring napasnya yang berat. Kulitnya terlihat mengilat, seolah memanggil jemariku untuk menyentuh. Rasanya tubuhku bergetar hanya dengan menatapnya. Ada sesuatu yang membuatku ingin memeluk, menciumi, bahkan menggigitnya pelan. Dia mendekat tanpa suara, aura panasnya menyapu seluruh tubuhku. Kedua tangannya menyentuh pahaku, lalu perlahan membuka kakiku. Aku menahan napas. Tubuhku sudah siap bahkan sebelum dia benar-benar menyentuhku. Saat wajahnya menunduk, bibirnya mendarat di perutku, lalu turun sedikit, menggodaku, lalu kembali naik dengan gerakan menyapu lembut. Dia sampai di dadaku. Salah satu tangannya mengusap lembut bagian kiriku, sementara bibirnya mengecup yang kanan. Ciumannya perlahan, hangat, dan basah. Dia tidak terburu-buru. Lidahnya menjilat putingku dengan lingkaran kecil, membuatku menggeliat. Aku memejamkan mata, bibirku terbuka, dan desahan pelan keluar begitu saja. Jemarinya mulai memijit lembut sisi payudaraku, lalu mencubit halus bagian paling sensitif itu. Aku mendesah lebih keras. "Aku suka ini," bisiknya, lalu menyedot putingku cukup keras sampai aku mengerang. Aku mencengkeram seprai, tubuhku menegang karena kenikmatan itu begitu dalam. Setiap tarikan dan jilatan dari mulutnya terasa seperti aliran listrik yang menyebar ke seluruh tubuhku. Dia berpindah ke sisi lain, memberikan perhatian yang sama. Putingku yang basah karena air liurnya terasa lebih sensitif, dan ketika ia meniup pelan sambil menatapku dari bawah, aku tak tahan lagi. Kakiku meremas sprei, tubuhku menegang, dan aku menggigit bibirku kuat-kuat. Aku ingin menarik kepalanya, menahannya di sana, memaksanya untuk terus melakukannya. "Jangan berhenti..." bisikku dengan napas yang nyaris tak teratur. Dia hanya tertawa pelan, lalu melanjutkan, makin dalam, makin kuat, dan makin membuatku lupa dunia.

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku