icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Sayang, Beri Aku Kesempatan Lagi!

Sayang, Beri Aku Kesempatan Lagi!

icon
Bab 1
Mengakhiri Pernikahan
Jumlah Kata:783    |    Dirilis Pada: 05/05/2023

Bunyi kertas yang mendarat di permukaan yang keras bergema di ruangan. Itu adalah perjanjian perceraian yang dilemparkan di hadapan Tamara Latif.

"Sepupumu sudah sadar dan aku telah berjanji padanya bahwa dia akan menjadi satu-satunya istriku selama dia hidup. Tamara, tanda tangani ini agar kita bisa mengakhiri pernikahan kita."

Ekspresi Tamara sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda keterkejutan. Dia sudah tahu ini akan terjadi saat dia mendengar bahwa sepupunya telah sadar.

Dia menatap pria yang ada di hadapannya dan bertanya dengan getir, "Kamu masih tidak memercayaiku, bukan?"

Satya Pranata hanya mencibir. "Kenapa aku harus memercayai wanita serakah dan keji sepertimu? Sudahlah, jangan sampai aku mengulangi perkataanku. Tanda tangani dan vila ini akan menjadi milikmu. Seharusnya itu sudah cukup, bukan? Aku telah bermurah hati."

Tamara hanya tersenyum mengejek. Pria itu benar-benar mengira bahwa dia bermurah hati padanya hanya karena dia bersedia memberinya sebuah vila.

Kemudian, Tamara mengambil dokumen itu dan membacanya. Ternyata, Satya sudah menandatanganinya. Tamara merasakan tenggorokannya tercekat dan dorongan kuat untuk menangis. Namun, dia memaksa dirinya untuk tenang.

Dia kembali menatap Satya dan bertanya, "Apa Nenek akan setuju dengan ini?"

"Kamu tidak bisa selalu bergantung pada Nenek setiap kali kamu kesulitan. Dia tidak dapat membantumu setiap saat." Satya menambahkan dengan nada dingin, "Kamu tahu betul kenapa aku menikahimu. Sekarang, berhentilah bersikap serakah atau aku akan semakin membencimu."

Tamara tersenyum dingin dan berkata, "Kamu sudah membenciku. Lalu, apa bedanya jika kamu semakin membenciku?"

"Tamara!" seru Satya dengan tidak sabar.

"Oke, aku akan menandatanganinya," ucap Tamara sambil meraih pulpen itu.

Setelah sepupunya terbangun, dia menerima banyak sekali foto mesra wanita itu dan Satya. Mereka jelas saling mencintai, jadi tidak ada gunanya Tamara tetap menikah dengan pria ini.

Sambil mengingat hal itu, dia mencoret nama vila di perjanjian perceraian tersebut sebelum akhirnya menandatanganinya. Dengan demikian, pernikahan mereka selama tiga tahun telah berakhir.

Akhirnya dia bebas.

Tamara memberikan perjanjian perceraian itu pada Satya dan berkata, "Beri aku waktu satu jam. Aku akan segera pergi setelah selesai berkemas."

Satya mengerutkan alisnya. Dia menatapnya dengan tajam dan menjawab, "Vila ini milikmu. Kamu tidak perlu pergi dari sini."

"Aku tidak membutuhkan vila ini. Bagiku, setiap tempat yang pernah kamu kunjungi ...." Setelah tertawa kecil, dia melanjutkan, "Semuanya kotor."

"Tamara!"

Mengabaikan ledakan amarah Satya, Tamara mendorongnya keluar dari ruangan itu, tidak lagi patuh seperti sebelumnya.

Satu jam kemudian, Tamara turun dan mendapati bahwa Satya telah pergi. Dia menatap jam tangan pria mewah yang ada di tangannya.

Jam tangan ini adalah hadiah yang telah dia siapkan untuk ulang tahun Satya yang akan datang. Namun, sekarang jam tangan ini sia-sia saja karena dia telah memutuskan semua harapan darinya. Bahkan, hatinya sudah pedih hanya dengan melihat benda ini. Tanpa ragu, dia membuang jam tangan senilai miliaran rupiah itu ke tempat sampah.

Dia menghela napas dalam-dalam, menyesali bahwa tiga tahun terakhir ini telah terbuang sia-sia. Akan tetapi, semuanya sudah berakhir saat ini. Mulai sekarang, dia akan menjalani hidupnya sendiri.

Tamara naik taksi untuk pergi ke kediaman pribadinya.

Dia telah membeli vilanya bertahun-tahun yang lalu, tetapi dia tidak pernah kembali ke sana karena dia pindah untuk tinggal bersama Satya.

Semua pelayan terkejut ketika melihatnya. Sesaat kemudian, mereka berdiri berjajar dan menyapanya dengan hormat, "Selamat datang di rumah, Nyonya!"

Tamara menempatkan barang bawaannya, lalu menjatuhkan diri ke sofa dan memijat keningnya. Dia mengoreksi mereka, "Aku bukan Nyonya lagi. Mulai sekarang, panggil aku Nona Tamara."

Dia pernah bangga dikenal sebagai Nyonya, tetapi sekarang, dia menganggap gelar itu ironis.

Terlepas dari rasa ingin tahu mereka, para pelayan kemudian pergi tanpa bertanya apa pun.

Begitu Tamara berada di kamarnya, dia menelepon asistennya, Monika Herlianti. "Hei, apa kabar?"

"Anda menelepon saya duluan. Ini aneh," jawab Monika, nada bicaranya jelas-jelas terkejut. "Apa terjadi sesuatu?"

"Mulai hari ini, aku resmi kembali lajang. Mulai sekarang, aku tidak akan melakukan apa-apa selain fokus pada karierku."

"Apa? Yang benar?" seru Monika tak percaya.

"Astaga! Apa saya salah dengar? Anda begitu berbakti pada suami Anda selama tiga tahun terakhir sehingga Anda bahkan berhenti kerja untuk menjadi ibu rumah tangga. Kenapa kalian berdua berpisah? Anda tidak bercanda, bukan?"

Monika adalah asistennya. Dia adalah salah satu dari sedikit orang yang mengetahui bahwa Tamara memiliki identitas lain.

Orang-orang tidak tahu bahwa Tamara juga merupakan seorang pengacara terkemuka yang menggunakan nama Irma.

Dia bukan hanya seorang pengacara biasa. Bahkan, hanya dengan menyebut namanya sudah cukup untuk menimbulkan ketakutan di hati banyak pengacara.

"Apa ada yang memintaku bekerja belakangan ini?" Tamara bertanya pada Monika, yang belum pulih dari keterkejutannya. "Apa ada kasus yang menarik?"

Monika mengingat kejadian baru-baru ini dan mendesah. "Ya, ada satu dan klien menawarkan bayaran yang sangat tinggi pada siapa pun yang dapat membantu mereka memenangkan kasus ini. Tapi, tidak ada yang berani menerimanya. Ditambah lagi, Anda sungguh tidak bisa menerimanya."

"Oh? Beri tahu aku." Tamara tiba-tiba merasa sedikit tertarik.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Mengakhiri Pernikahan2 Bab 2 Jual Mahal3 Bab 3 Trik Apa yang Kamu Mainkan 4 Bab 4 Satya Merasa Kesal5 Bab 5 Tidak Tahu Bagaimana Menghargaimu6 Bab 6 Bukan Pria Terhormat7 Bab 7 Tidak Perlu Sombong8 Bab 8 Istri Saingan9 Bab 9 Syarat Tambahan10 Bab 10 Tidak Merasakan Hal yang Sama11 Bab 11 Menjadi Pusat Perhatian12 Bab 12 Bukannya Aku yang Tidak Menginginkannya13 Bab 13 Suara yang Familier14 Bab 14 Aku Adalah Istrimu 15 Bab 15 Anda Amat Santai16 Bab 16 Mendapatkan Akta Cerai17 Bab 17 Saya Melihat Lalat18 Bab 18 Aku Jatuh Karena Ceroboh19 Bab 19 Kembali Jatuh Cinta padanya20 Bab 20 Kami Telah Bercerai21 Bab 21 Tidak Ditakdirkan untuk Bersama22 Bab 22 Pria Tua Jahat Ini Selalu Merusak Hal-hal Baik!23 Bab 23 Membuktikan Bahwa Pria Itu Salah24 Bab 24 Aku Telah Meninggalkan Pria Jahat Itu25 Bab 25 Dikalahkan oleh Seorang Wanita26 Bab 26 Pembuat Onar27 Bab 27 Selesaikan Perceraian Kita28 Bab 28 Perdebatan Sengit di Internet29 Bab 29 Jangan Jatuh ke Dalam Perangkapnya30 Bab 30 Malam-Malam Begini31 Bab 31 Pezina32 Bab 32 Wajahnya Menjadi Muram33 Bab 33 Hanya Itu 34 Bab 34 Sesuatu Pasti Telah Terjadi di Antara Mereka35 Bab 35 Apa Kamu Akan Pergi ke Pesta 36 Bab 36 Kamu Sudah Gila!37 Bab 37 Akhirnya Pesta Tiba38 Bab 38 Aku Tidak Akan Pergi dari Sisimu39 Bab 39 Mereka Hanya Mengarangnya40 Bab 40 Pertunjukan yang Bagus Dimulai!41 Bab 41 Aku Tahu Kamu Sangat Marah Sekarang42 Bab 42 Dia Sungguh Cantik43 Bab 43 Kamu Tidak Bisa Kembali Lagi44 Bab 44 Apa Ini Kejutan 45 Bab 45 Pembuat Masalah46 Bab 46 Karakter Utama Hari Ini47 Bab 47 Memanggil Saya Nona Tamara48 Bab 48 Kompensasi49 Bab 49 Sedih dan Lelah50 Bab 50 Perintah Angkuh51 Bab 51 Aku Akan Mengabulkan Keinginanmu52 Bab 52 Seorang Wanita Bekas53 Bab 53 Menjepitnya ke Dinding54 Bab 54 Apa Dia Membalas Keluarga Pranata 55 Bab 55 Bebas dari Belenggu56 Bab 56 Jangan Menurunkan Dirimu ke Tingkatnya57 Bab 57 Terlalu Sombong untuk Berkompromi58 Bab 58 Dia Hanya Seekor Anjing Liar Sekarang59 Bab 59 Kuharap Ini Bukan Pria Itu Lagi60 Bab 60 Kamu Akan Segera Bertemu Irma61 Bab 61 Pergi ke Firma Hukum62 Bab 62 Aku Seharusnya Tidak Pernah Pergi63 Bab 63 Apa Aku Akan Mengalami Hal yang Sama 64 Bab 64 Kenapa Kamu Begitu Menjauhiku 65 Bab 65 Apa Aku Bilang Kamu Boleh Pergi 66 Bab 66 Betapa Menyebalkannya Dirimu67 Bab 67 Aku Akan Menjaga Tamara dengan Baik68 Bab 68 Aku Tidak Pernah Bercanda denganmu69 Bab 69 Hatiku Sudah Mati70 Bab 70 Kenapa Kamu Pikir Aku Akan Memercayaimu 71 Bab 71 Pria Ini Sedang Mempermainkannya72 Bab 72 Aku Tidak Punya Ayah73 Bab 73 Itu Salahnya Sendiri74 Bab 74 Apa yang Kamu Tahu !75 Bab 75 Kamu Tidak Perlu Meminta Maaf76 Bab 76 Siapa yang Menjebaknya 77 Bab 77 Merasa Kasihan78 Bab 78 Beraninya Kamu Mengatakan Omong Kosong Semacam Itu 79 Bab 79 Kamu Akan Menyesalinya80 Bab 80 Hanya Dia yang Boleh Bersamanya81 Bab 81 Mereka Keterlaluan!82 Bab 82 Tidak Berjalan Seperti yang Diharapkan83 Bab 83 Uang Dua Kali Lipat84 Bab 84 Dia Tidak Akan Berbelas Kasih85 Bab 85 Kita Lihat Saja di Pengadilan86 Bab 86 Bersiap-siap untuk Menyaksikan87 Bab 87 Mungkin Akan Ada Perubahan88 Bab 88 Itu Terlalu Rumit89 Bab 89 Wanita yang Menepati Janjinya90 Bab 90 Semua Milikku Akan Menjadi Milikmu91 Bab 91 Senyum yang Provokatif92 Bab 92 Kenapa Kamu Tidak Mengajukan Banding 93 Bab 93 Kesempatanku Semakin Tipis94 Bab 94 Kamu Tidak Berhak untuk Kehilangan Kesabaran95 Bab 95 Wisteria96 Bab 96 Bukan Pembalap Biasa97 Bab 97 Takdir Menyatukan Mereka98 Bab 98 Tolong Jangan Menghubungiku99 Bab 99 Dia Tidak Ingin Berurusan dengan Mereka100 Bab 100 Aku Ingin Memberi Beliau Hadiah