Purba Mahkota

Purba Mahkota

AerinaNo7

5.0
Komentar
342
Penayangan
31
Bab

Kalah menjadi abu. Menang menjadi arang. Ini adalah kisah tentang pertikaian sengit di antara para putri yang ikut serta di dalam perebutan mahkota Putri Purba. Tujuh bersaudara yang sedari kecil hidup bersama-sama dengan bahagia, ... mulai menjalani hubungan persaudaraan yang kacau nan berantakan, ... dikala mahkota yang didamba-damba telah jatuh ke tangan putri yang bahkan sama sekali tak mengharapkan takhta kerajaannya sedari awal. Akankah takhta kembali beralih kepada orang yang sudah seharusnya menerimanya sedari awal? Ataukah sang putri yang dijatuhi bingkaian hiasan kepala terbuat dari logam mulia, lengkap dengan intan dan juga permata itulah, ... yang pada akhirnya akan tetap menjadi pemimpin kerajaan? "Apa kau ingin tahu, kesalahan terbesar apa yang pernah dibuat olehku di sepanjang hidupku ini?" Sang putri tertua kerajaan ini, si Putri Mahkota yang bahkan tak dapat menggapai gelaran mahkotanya lagi, Putri Purbararang, ... bertanya dengan wajah yang pahit terhadap sang putri baik hati, yang saat ini tengah berdiri berhadapan dengannya diluar sel penjara. "Kesalahan terbesarku adalah, pernah membuat hatiku yang sudah hancur ini, untuk menyayangimu dengan segenap hati ...." Dia berucap lirih semacam itu, diiringi dengan lelehan air mata. "... Purbasari." Air mata keputusasaan yang akan senantiasa ia dapatkan, dikala berhasil dikalahkan oleh adik kandungnya sendiri, Putri Purbasari, lagi dan lagi.

Purba Mahkota Bab 1 Chapter 0 - Kontras

"Jangan sok berbaik hati dan cepat bunuhlah aku, ... Purbasari."

Ah, sesungguhnya, Purbasari masih belum mengerti.

Si anak bungsunya Raja Prabu Tapa Agung, putri kerajaan Pasir Batang yang tersayang, ... merasa sangat tidak paham dengan kejadian buruk yang telah menimpa keluarga besarnya ini.

"Bunuhlah aku dengan peraturan hukum yang sudah kubuat!"

Purbasari, sang putri yang memiliki banyak sari kecantikan selayaknya bulan purnama, dengan anugerah rambut putih keperakan juga manik mata sebening es kristal, ... memandang kasihan putri tertua kerajaan Pasir Batang, sang kakak kandung, Purbararang.

"Jangan mengasihaniku ...! Itu menjijikkan."

Purbararang, putri yang lebih tua lima tahun dari Purbasari itu, memiliki penampilan yang sangat suram lagi membosankan.

Berbanding terbalik dengan Purbasari yang mewarisi keanggunan wajah lemah lembut seperti sang ibu ratu, ... Purbararang memiliki tampang sangar dengan ciri fisik yang lebih condong ke paduka raja.

Rambutnya yang sehitam arang, juga matanya yang segelap langit malam, ... tambah menonjolkan sifatnya yang memiliki hati yang sama hitam.

Bertindak seenaknya, menghukum orang sesukanya, juga menyelewengkan kekuasaan semaunya, adalah hal yang sangat pantas untuk dijadikan alasan mengapa ia berada di dalam kurungan penjara.

Apalagi, mengingat ia mencoba merebut kekuasaan Purbasari dengan mencoba membunuh sang calon ratu sesungguhnya dari kerajaan Pasir Batang, ... dia memang pantas untuk mendapatkan hukuman berat, seperti hukuman mati.

"Paling tidak, biarkan aku mendapatkan satu saja keinginanku yang akhirnya dapat terkabulkan."

Namun, Purbasari yang sekarang telah menyandang status sebagai ratu resmi kerajaan warisan ayahnya itu, dengan bersanding bersama pasangannya, pangeran dari Kekaisaran Kahyangan, ... bukanlah orang yang banyak menaruh dendam.

"Nyai Teteh."

Memanggil lembut sang kakak dengan tubuh yang rela direndahkan meski gaun putih bersihnya dapat terkotor oleh beceknya tanah penjara, ... Purbasari kembali berujar.

"Aku memaafkanmu. Jadi, ... tolong kembalilah seperti dulu."

Purbasari yang penuh kasih sayang, dengan berbesar maaf masih bisa melupakan rasa hati terlukanya akibat dari di sakiti oleh sang kakak tertua.

"Aku sayang Teteh."

Dikarenakan, pada dasarnya, ... Purbasari adalah putri yang pemaaf.

"Teteh tolong maafkan Sari juga."

Apalagi, ... jika sudah bersangkutan dengan keluarganya yang tercinta.

"... Ya?"

"Ha!"

Mendengus keki, Purbararang melemparkan tatapan tajam dari mata hitam kelamnya yang menyorot geram.

"Jangan membuatku tertawa."

BRANG!

Mencengkeram kuat batang besi yang mengurungnya sampai menimbulkan bunyi nyaring, mencakar dan menggeret karat pada besi itu pula saking ingin melampiaskan kemarahannya, Purbararang ... menggeramkan kata-kata.

"Orang yang merebut semuanya dariku, tidak memiliki hak untuk mengatakan ucapan yang sok suci itu!"

"Nyai Teteh, kamu ... kamu tidak boleh seperti ini."

"MEMANGNYA-!"

"-Kyaaa!" jerit Purbasari ketakutan, dikala dirinya itu ditarik secara tiba-tiba oleh Purbararang yang mencomot kerah gaunnya secara kasar.

"Memangnya ... kau tahu apa tentang diriku, Purbasari?! Memangnya ... kau paham apa tentang penderitaanku selama ini? Jangan bertingkah sok akrab denganku!"

Membentak dan mengatai Purbasari dengan suara yang mulai terdengar bergetar, kening Purbararang, kini ... dipenuhi oleh kedutan alis yang mengerut menahan segala rasa kepahitan. "Itu mengesalkan!"

Manik mata kelam yang tadinya menatap tajam ke arah manik mata bening milik adiknya, mulai dibaluri oleh air mata yang menggenang.

"Kau pikir, pengalaman apa yang sudah banyak kualami, sampai-sampai menjadikanku seperti ini, ... hah?"

Suaranya yang bergetar getir, dan pandangan matanya yang mengabur karena dilimpahi oleh banyak air mata ... benar-benar meriasnya menjadi seseorang yang begitu menyedihkan.

"Kau tidak tahu apa-apa."

Menundukkan kepalanya dan mengendurkan sedikit pegangan tangannya pada jeruji besi penjara, Purbararang melirih hampa.

"Kau tidak merasakan penderitaan yang serupa."

Menggigit pahit bawah bibirnya sampai berdarah dengan rintikkan air mata yang semakin berjatuhan selayaknya hujan pertama di musim kemarau, ... Purbararang semakin menanamkan bibit-bibit kebencian yang begitu mendalam di dalam lubuk hatinya.

"Kau beruntung sekali, hidup di dunia ini hanya diperuntukkan untuk menjalani hari dan hal-hal yang bahagia saja."

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

My Doctor genius Wife

My Doctor genius Wife

Amoorra

Setelah menghabiskan malam dengan orang asing, Bella hamil. Dia tidak tahu siapa ayah dari anak itu hingga akhirnya dia melahirkan bayi dalam keadaan meninggal Di bawah intrik ibu dan saudara perempuannya, Bella dikirim ke rumah sakit jiwa. Lima tahun kemudian, adik perempuannya akan menikah dengan Tuan Muda dari keluarga terkenal dikota itu. Rumor yang beredar Pada hari dia lahir, dokter mendiagnosisnya bahwa dia tidak akan hidup lebih dari dua puluh tahun. Ibunya tidak tahan melihat Adiknya menikah dengan orang seperti itu dan memikirkan Bella, yang masih dikurung di rumah sakit jiwa. Dalam semalam, Bella dibawa keluar dari rumah sakit untuk menggantikan Shella dalam pernikahannya. Saat itu, skema melawannya hanya berhasil karena kombinasi faktor yang aneh, menyebabkan dia menderita. Dia akan kembali pada mereka semua! Semua orang mengira bahwa tindakannya berasal dari mentalitas pecundang dan penyakit mental yang dia derita, tetapi sedikit yang mereka tahu bahwa pernikahan ini akan menjadi pijakan yang kuat untuknya seperti Mars yang menabrak Bumi! Memanfaatkan keterampilannya yang brilian dalam bidang seni pengobatan, Bella Setiap orang yang menghinanya memakan kata-kata mereka sendiri. Dalam sekejap mata, identitasnya mengejutkan dunia saat masing-masing dari mereka terungkap. Ternyata dia cukup berharga untuk menyaingi suatu negara! "Jangan Berharap aku akan menceraikanmu" Axelthon merobek surat perjanjian yang diberikan Bella malam itu. "Tenang Suamiku, Aku masih menyimpan Salinan nya" Diterbitkan di platform lain juga dengan judul berbeda.

Bosku Kenikmatanku

Bosku Kenikmatanku

Juliana

Aku semakin semangat untuk membuat dia bertekuk lutut, sengaja aku tidak meminta nya untuk membuka pakaian, tanganku masuk kedalam kaosnya dan mencari buah dada yang sering aku curi pandang tetapi aku melepaskan terlebih dulu pengait bh nya Aku elus pelan dari pangkal sampai ujung, aku putar dan sedikit remasan nampak ci jeny mulai menggigit bibir bawahnya.. Terus aku berikan rangsang an dan ketika jari tanganku memilin dan menekan punting nya pelan "Ohhsss... Hemm.. Din.. Desahannya dan kedua kakinya ditekuk dilipat kan dan kedua tangan nya memeluk ku Sekarang sudah terlihat ci jeny terangsang dan nafsu. Tangan kiri ku turun ke bawah melewati perutnya yang masih datar dan halus sampai menemukan bukit yang spertinya lebat ditumbuhi bulu jembut. Jari jariku masih mengelus dan bermain di bulu jembutnya kadang ku tarik Saat aku teruskan kebawah kedalam celah vaginanya.. Yes sudah basah. Aku segera masukan jariku kedalam nya dan kini bibirku sudah menciumi buah dadanya yang montok putih.. " Dinn... Dino... Hhmmm sssttt.. Ohhsss.... Kamu iniii ah sss... Desahannya panjang " Kenapa Ci.. Ga enak ya.. Kataku menghentikan aktifitas tanganku di lobang vaginanya... " Akhhs jangan berhenti begitu katanya dengan mengangkat pinggul nya... " Mau lebih dari ini ga.. Tanyaku " Hemmm.. Terserah kamu saja katanya sepertinya malu " Buka pakaian enci sekarang.. Dan pakaian yang saya pake juga sambil aku kocokan lebih dalam dan aku sedot punting susu nya " Aoww... Dinnnn kamu bikin aku jadi seperti ini.. Sambil bangun ke tika aku udahin aktifitas ku dan dengan cepat dia melepaskan pakaian nya sampai tersisa celana dalamnya Dan setelah itu ci jeny melepaskan pakaian ku dan menyisakan celana dalamnya Aku diam terpaku melihat tubuh nya cantik pasti,putih dan mulus, body nya yang montok.. Aku ga menyangka bisa menikmati tubuh itu " Hai.. Malah diem saja, apa aku cuma jadi bahan tonton nan saja,bukannya ini jadi hayalanmu selama ini. Katanya membuyarkan lamunanku " Pastinya Ci..kenapa celana dalamnya ga di lepas sekalian.. Tanyaku " Kamu saja yang melepaskannya.. Kata dia sambil duduk di sofa bed. Aku lepaskan celana dalamku dan penislku yang sudah berdiri keras mengangguk angguk di depannya. Aku lihat di sempat kagett melihat punyaku untuk ukuran biasa saja dengan panjang 18cm diameter 4cm, setelah aku dekatkan ke wajahnya. Ada rasa ragu ragu " Memang selama ini belum pernah Ci melakukan oral? Tanyaku dan dia menggelengkan kepala

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Purba Mahkota Purba Mahkota AerinaNo7 Sejarah
“Kalah menjadi abu. Menang menjadi arang. Ini adalah kisah tentang pertikaian sengit di antara para putri yang ikut serta di dalam perebutan mahkota Putri Purba. Tujuh bersaudara yang sedari kecil hidup bersama-sama dengan bahagia, ... mulai menjalani hubungan persaudaraan yang kacau nan berantakan, ... dikala mahkota yang didamba-damba telah jatuh ke tangan putri yang bahkan sama sekali tak mengharapkan takhta kerajaannya sedari awal. Akankah takhta kembali beralih kepada orang yang sudah seharusnya menerimanya sedari awal? Ataukah sang putri yang dijatuhi bingkaian hiasan kepala terbuat dari logam mulia, lengkap dengan intan dan juga permata itulah, ... yang pada akhirnya akan tetap menjadi pemimpin kerajaan? "Apa kau ingin tahu, kesalahan terbesar apa yang pernah dibuat olehku di sepanjang hidupku ini?" Sang putri tertua kerajaan ini, si Putri Mahkota yang bahkan tak dapat menggapai gelaran mahkotanya lagi, Putri Purbararang, ... bertanya dengan wajah yang pahit terhadap sang putri baik hati, yang saat ini tengah berdiri berhadapan dengannya diluar sel penjara. "Kesalahan terbesarku adalah, pernah membuat hatiku yang sudah hancur ini, untuk menyayangimu dengan segenap hati ...." Dia berucap lirih semacam itu, diiringi dengan lelehan air mata. "... Purbasari." Air mata keputusasaan yang akan senantiasa ia dapatkan, dikala berhasil dikalahkan oleh adik kandungnya sendiri, Putri Purbasari, lagi dan lagi.”
1

Bab 1 Chapter 0 - Kontras

06/11/2022

2

Bab 2 Chapter 1 - Anugerah

06/11/2022

3

Bab 3 Chapter 2 - Menggemaskan!

06/11/2022

4

Bab 4 Chapter 3 - Mengikat Jari Dengan Cincin

06/11/2022

5

Bab 5 Chapter 4 - Semoga Saja

06/11/2022

6

Bab 6 Chapter 5 - Merona Malu

06/11/2022

7

Bab 7 Chapter 6 - Mendadak Rindu

06/11/2022

8

Bab 8 Chapter 7 - Yuk, Menari Bersamaku

06/11/2022

9

Bab 9 Chapter 8 - Ada Kupu-kupu Di Perutku!

06/11/2022

10

Bab 10 Chapter 9 - Calon Anjing Ratu

06/11/2022

11

Bab 11 Chapter 10 - Rumor Dan Gosip

09/11/2022

12

Bab 12 Chapter 11 - Bertikai Lagi

09/11/2022

13

Bab 13 Chapter 12 - Putri Mahkota

09/11/2022

14

Bab 14 Chapter 13 - Berduka Cita

09/11/2022

15

Bab 15 Chapter 14 - Penobatan

09/11/2022

16

Bab 16 Chapter 15 - Mahkota Yang Jatuh

09/11/2022

17

Bab 17 Chapter 16 - Berbeda

09/11/2022

18

Bab 18 Chapter 17 - Berikan Dia Nasihat!

09/11/2022

19

Bab 19 Chapter 18 - Benih Kebencian

09/11/2022

20

Bab 20 Chapter 19 - Berharap ... Harapan Ini Dikabulkan

09/11/2022

21

Bab 21 Chapter 20 - Penebus Hutang

09/11/2022

22

Bab 22 Chapter 21 - Kena Tampar

09/11/2022

23

Bab 23 Chapter 22 - Demi Kamu, Haruskah Aku Yang Melakukannya

09/11/2022

24

Bab 24 Chapter 23 - Boreh

09/11/2022

25

Bab 25 Chapter 24 - Ratu Dikutuk !

09/11/2022

26

Bab 26 Chapter 25 - Pelita

09/11/2022

27

Bab 27 Chapter 26 - Diam-diam Posesif

09/11/2022

28

Bab 28 Chapter 27 - Setianya Anjing Ratu

09/11/2022

29

Bab 29 Chapter 28 - Hadiah Pernikahan

09/11/2022

30

Bab 30 Chapter 29 - Pergi Atau Mati

09/11/2022

31

Bab 31 Chapter 30 - Dasar Monyet!

09/11/2022