Om Bule Menjadi Kekasihku

Om Bule Menjadi Kekasihku

Putu Amerta

5.0
Komentar
15.2K
Penayangan
36
Bab

Ela seorang karyawan swasta, dia sangaja mengumpulkan cuti tahunannya selama 12 hari untuk ke Eropa. Dia mengajukan cutinya kepada boss nya, dan akhirnya di setujui. Selama perjalanan menuju Eropa berjalan dengan lancar. Setibanya di Luzern, Ela tanpa sengaja bertemu dengan pria berkebangsaan Libanon bernama Ali. Ela dan Ali pun berkenalan selama di sana. Mereka mulai breakfast bersama, brunch, lunch hingga diner bersama. Mereka menghabiskan waktu berdua di Luzern menikmati indahnya kota romantis itu. Perasaan cinta itu tumbuh di antara keduanya. Namun Ela tahu bahwa ini merupakan perasaan sesaat, ia tetap menikmati moment indah tersebut. Suatu ketika setelah beberapa hari di Luzern, Ela semakin curiga dengan Ali. Ia mendapati paparazzi sedang memfoto moment kebersamaan mereka berdua. Akhirnya Ela tahu bahwa Ali seorang kekasih seorang artis ternama di Libanon, dia seorang pengusaha property di sana. Ela dituduh sebagai orang ketiga kandasnya hubungan Ali dan Nihan. Saat konferensi pers Ali justru mengatakan bahwa dirinya adalah kekasihnya saat ini. Betapa terkejutnya Ela, ternyata Ali menganggapnya kekasih. Ali menyatakan cinta kepada Ela, bahwa ia menyukai Ela. Di sisi lain Ela juga memikirkan hubungan mereka karena mereka dua negara yang berbeda. Ali tidak mempermasalahkan hubungan negara, ia pergi ke Jakarta sebagai tanda keseriusnnya kepada Ela.

Om Bule Menjadi Kekasihku Bab 1 Pak, saya ingin liburan

Bab 1

"Pak, saya ingin liburan".

Ini sudah kesekian kalinya Ela, mengajukan cuti kepada atasannya. Ela menatap sang atasan yang sengaja tidak menggubris ucapannya, beliau masih sibuk dengan berkas laporan bulanan yang di ditekuninya.

"Pak tolong dong, tanda tangani form cuti saya" ucap Ela.

"Pak, saya juga butuh liburan" dengus Ela.

Jangan harap mempunyai atasan yang tampan, tubuh keren, dan wangi. Semua itu hanya ada di novel romance dan film drama. Atasannya tidak lebih dari bertubuh gemuk, pendek dan sama sekali tidak wangi. Oke, kita lupakan atasan yang gemuk itu. Akhirnya sang atasan menyimpan berkas laporan itu di atas meja begitu saja, mendengar secara jelas ucapan Ela, yang sudah hampir 4 tahun bekerja sebagai sekretarisnya. Ia memandang Ela, sekretaris yang selalu mengerjakan pekerjaanya dengan baik dan dapat di andalkan. Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan jika tidak ada Ela di kantor.

"Kamu ingin liburan kemana sih La?".

"Ke Luzern pak".

"Luzern? Luzern yang di Swiss itu" tanyanya lagi.

"Iya pak".

"Luzern itu jauh La, kenapa mesti liburan jauh-jauh begitu sih La. Saya yakin Lombok dan Bali jauh lebih indah dari pada Luzern".

Ela menarik nafas, ia menatap atasannya, "saya ingin liburan yang jauh pak, pokoknya naik pesawat yang belasan jam. Agar bapak tidak mengganggu acara liburan saya. Saya sudah kapok, liburan dekat-dekat lagi, bapak pasti akan menggangu liburan saya, seperti liburan sebelum-belumnya".

Si bos menghela nafas, ia masih ingin bernegosiasi dengan Ela, Agar liburannya tetap terlihat dari jangkauaanya. Jika ada laporan mendadak ia bisa menghubungi Ela.

"Yakin deh sama saya, Luzern itu tidak lebih dari bangunan tua, tidak ada yang spesial disana. Saya dulu pernah Luzern, disana sangat membosankan La, hanya bangunan tua, setelah itu saya putuskan kembali ke Zurich".

"Justru di kota tua itu pak, yang membuat saya penasaran. Saya hanya ingin liburan pak, pokoknya di kota tua yang klasik dan romantis. Itu tujuan liburan saya dari dulu".

"Begini saja deh, bagaimana jika saya membelikan kamu tiket liburan ke Bali, pokoknya gratis untuk kamu".

"Saya enggak mau pak, saya maunya ke Luzern. Ini hak cuti saya loh pak, bulan depan kontrak saya habis, saya tidak ingin cuti saya hangus sia-sia".

"Sebaiknya sekarang bapak tanda tangan form cuti saya, karena HRD tidak ingin mengimput ke system , jika form cuti ini tidak ada tanda tangan bapak" ucap Ela, ia lalu menyodorkan form cuti di hadapan atasannya.

Si bos akhirnya melihat form cuti Ela, ia lalu membaca keseluruhan, cuti tahunan selama 12 hari, dengan alasan liburan ke Luzern. Akhirnya ia menanda tangani form cuti itu walau ia sangat berat memutuskan itu kepada Ela. Sang atasan menatap Ela, wajah sekretarisnya itu terlihat bahagia.

"Sebelum liburan kerjaan kantor harus beres loh La".

"Iya pak, akan saya kerjakan semuanya, bapak tenang saja".

"Dan siapkan saya tiket untuk ke Bali".

"Bali? Bapak mau liburan juga?".

"Kamu tidak ada di kantor La, masa saya cuman sendiri di kantor, enggak lucu kan, masa ngurusin kerjaan kamu saya".

Ela lalu mengambil form cuti itu dan ia masukkan ke dalam saku jas, ia tersenyum bahagia "Terima kasih ya pak, saya harus ke ruangan HRD dulu".

Ela lalu meninggalkan ruangannya, dan berjalan menuju ruangan HRD.

************

Ela pulang dengan hati bahagia, akhirnya liburannya terkabulkan. Butuh waktu satu tahun Ela menabung untuk pergi ke Luzern kota klasik dan romantis itu. Beberapa bulan yang lalu ia memang sudah merencanakan pergi ke Luzern. Ela telah membuat segalanya paspor, visa Schengen dan tiket penerbangan ke Zurich.

Hari yang di tunggu akhirnya datang juga. Tidak banyak yang ia bawa, ia hanya membawa beberapa pakaian, sweter, tidak lupa camera, dan ponsel, barang yang wajib ia bawa. Penerbangan dari Jakarta ke Luzern itu tidak ada, melainkan penerbangan dari Jakarta ke Zurich. Ela kini sudah berada di Bandara International Soekarno Hatta, penerbangan itu transit menuju ke Bandara International Changi airport. Setelah teransit satu kali, Ela harus pergi melanjutkan perjalanannya ke Bangkok, membutuhkan waktu dua jam penerbangan ke Bandara Internasional Suvarnabhumi. Inilah transit terakhir, melanjutkan penerbangan yang sangat panjang, selama 14 jam lamanya. Sepanjang perjalanan ia hanya tidur, ia terbangun ketika sang pramugari memberikan makanan, cukup membosankan memang.

Akhirnya perjalanan panjang itu sampai juga ke Bandara International Zurich. Jika dihitung dengan dua kali transit, perjalanan itu memakan waktu 16 jam perjalanan. Di sini Ela harus naik kereta api lagi menuju Luzern.

Akhirnya ia tiba di Luzern, membutuhkan waktu satu jam, dari Zurich ke Luzern. Ela tersenyum menatap indahnya kota Luzern. Kota tua inilah yang ingin ia kunjungi, betapa bahagianya ia tiba di Luzern, kota yang penuh dengan pesona. Ela mengetatkan blezer yang ia kenakan, karena suhu udara di Luzern cukup dingin, padahal disini tidak sedang musim dingin.

Ela menarik koper miliknya, ia berjalan menyusuri setiap kota Luzern, Ela menatap bangunan-bangunan tua tepat yang masih terawat dengan baik. Ela menatap icon kota Luzern, yaitu jembatan Chapel. Inilah jembatan tertua di eropa yang masih terpelihara hingga saat ini.

Ela menarik koper miliknya, melihat keindahan danau Luzern dari jembatan Chapel. Setelah puas melihat-lihat, Ela akhirnya berjalan menuju Hotel Des Alpes. Hotel inilah menjadi pilihannya untuk menginap selama libuarannya di Luzern, karena letaknya sangat strategis view nya sangat indah, terletak di tepi danau Luzern.

Ela tahu bahwa di Luzern menggunakan bahasa resmi Jerman dan Prancis. Setidaknya warga disini mengerti menggunakan bahasa inggris. Ela melangkah menuju counter receptionis, ia memesan sebuah kamar kepada receptionis cantik itu dengan menggunakan bahasa inggris. Ela tidak lupa mengebadikan moment dirinya di hotel ini dengan berselfie sebagai penanda bahwa ia sudah berada di Luzern.

Ela mendengar secara jelas suara berat itu berucap, ia tahu bahwa itu suara laki-laki. Laki-laki itu menggunakan bahasa perancis tepat berada di sampingnya. Ela lalu menoleh, menatap ke arah laki-laki bertopi itu. Laki-laki itu juga menatapnya dan tersenyum kepadanya. Ela membalas senyuman itu. Receptionis itu memberikan card system kepada Ela. Ela mengambil kunci itu dan ia lalu melanjutkan langkahnya, di ikuti laki-laki itu bertopi hitam itu. Ela berjalan menuju lift.

*********

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Putu Amerta

Selebihnya

Buku serupa

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy
5.0

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

Terjebak Gairah Terlarang

Terjebak Gairah Terlarang

kodav
5.0

WARNING 21+‼️ (Mengandung adegan dewasa) Di balik seragam sekolah menengah dan hobinya bermain basket, Julian menyimpan gejolak hasrat yang tak terduga. Ketertarikannya pada Tante Namira, pemilik rental PlayStation yang menjadi tempat pelariannya, bukan lagi sekadar kekaguman. Aura menggoda Tante Namira, dengan lekuk tubuh yang menantang dan tatapan yang menyimpan misteri, selalu berhasil membuat jantung Julian berdebar kencang. Sebuah siang yang sepi di rental PS menjadi titik balik. Permintaan sederhana dari Tante Namira untuk memijat punggung yang pegal membuka gerbang menuju dunia yang selama ini hanya berani dibayangkannya. Sentuhan pertama yang canggung, desahan pelan yang menggelitik, dan aroma tubuh Tante Namira yang memabukkan, semuanya berpadu menjadi ledakan hasrat yang tak tertahankan. Malam itu, batas usia dan norma sosial runtuh dalam sebuah pertemuan intim yang membakar. Namun, petualangan Julian tidak berhenti di sana. Pengalaman pertamanya dengan Tante Namira bagaikan api yang menyulut dahaga akan sensasi terlarang. Seolah alam semesta berkonspirasi, Julian menemukan dirinya terjerat dalam jaring-jaring kenikmatan terlarang dengan sosok-sosok wanita yang jauh lebih dewasa dan memiliki daya pikatnya masing-masing. Mulai dari sentuhan penuh dominasi di ruang kelas, bisikan menggoda di tengah malam, hingga kehangatan ranjang seorang perawat yang merawatnya, Julian menjelajahi setiap tikungan hasrat dengan keberanian yang mencengangkan. Setiap pertemuan adalah babak baru, menguji batas moral dan membuka tabir rahasia tersembunyi di balik sosok-sosok yang selama ini dianggapnya biasa. Ia terombang-ambing antara rasa bersalah dan kenikmatan yang memabukkan, terperangkap dalam pusaran gairah terlarang yang semakin menghanyutkannya. Lalu, bagaimana Julian akan menghadapi konsekuensi dari pilihan-pilihan beraninya? Akankah ia terus menari di tepi jurang, mempermainkan api hasrat yang bisa membakarnya kapan saja? Dan rahasia apa saja yang akan terungkap seiring berjalannya petualangan cintanya yang penuh dosa ini?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Om Bule Menjadi Kekasihku Om Bule Menjadi Kekasihku Putu Amerta Romantis
“Ela seorang karyawan swasta, dia sangaja mengumpulkan cuti tahunannya selama 12 hari untuk ke Eropa. Dia mengajukan cutinya kepada boss nya, dan akhirnya di setujui. Selama perjalanan menuju Eropa berjalan dengan lancar. Setibanya di Luzern, Ela tanpa sengaja bertemu dengan pria berkebangsaan Libanon bernama Ali. Ela dan Ali pun berkenalan selama di sana. Mereka mulai breakfast bersama, brunch, lunch hingga diner bersama. Mereka menghabiskan waktu berdua di Luzern menikmati indahnya kota romantis itu. Perasaan cinta itu tumbuh di antara keduanya. Namun Ela tahu bahwa ini merupakan perasaan sesaat, ia tetap menikmati moment indah tersebut. Suatu ketika setelah beberapa hari di Luzern, Ela semakin curiga dengan Ali. Ia mendapati paparazzi sedang memfoto moment kebersamaan mereka berdua. Akhirnya Ela tahu bahwa Ali seorang kekasih seorang artis ternama di Libanon, dia seorang pengusaha property di sana. Ela dituduh sebagai orang ketiga kandasnya hubungan Ali dan Nihan. Saat konferensi pers Ali justru mengatakan bahwa dirinya adalah kekasihnya saat ini. Betapa terkejutnya Ela, ternyata Ali menganggapnya kekasih. Ali menyatakan cinta kepada Ela, bahwa ia menyukai Ela. Di sisi lain Ela juga memikirkan hubungan mereka karena mereka dua negara yang berbeda. Ali tidak mempermasalahkan hubungan negara, ia pergi ke Jakarta sebagai tanda keseriusnnya kepada Ela.”
1

Bab 1 Pak, saya ingin liburan

31/08/2022

2

Bab 2 ALI

31/08/2022

3

Bab 3 Jembatan Chapel

31/08/2022

4

Bab 4 LOUNGE

31/08/2022

5

Bab 5 Gombal

31/08/2022

6

Bab 6 Song

31/08/2022

7

Bab 7 Kencan

31/08/2022

8

Bab 8 Toko Coklat

31/08/2022

9

Bab 9 Saya ingin memeluk tubuh kamu

31/08/2022

10

Bab 10 Ela tersenyum menatapnya

31/08/2022

11

Bab 11 Saya tidak peduli

31/08/2022

12

Bab 12 Mari, kita pergi dari sini

31/08/2022

13

Bab 13 Saya ada urusan sebentar

31/08/2022

14

Bab 14 Kiss

31/08/2022

15

Bab 15 Vanila

31/08/2022

16

Bab 16 Mari Kita Pergi

31/08/2022

17

Bab 17 Ali adalah pengusaha minyak yang tinggal di Bairut

31/08/2022

18

Bab 18 Nihan

31/08/2022

19

Bab 19 Media

31/08/2022

20

Bab 20 Saya tidak ingin melihat kamu

31/08/2022

21

Bab 21 Apakah saya menggangu kamu

31/08/2022

22

Bab 22 Maaf, saya harus pergi dari sini

31/08/2022

23

Bab 23 Ceritakan tentang kamu

31/08/2022

24

Bab 24 Jangan pernah membawa Ela menjauh dari saya

31/08/2022

25

Bab 25 Jangan takut, saya hanya ingin memeluk kamu

31/08/2022

26

Bab 26 Rumah Sakit

31/08/2022

27

Bab 27 Saya mau pulang

31/08/2022

28

Bab 28 Saya akan menikahi kamu

31/08/2022

29

Bab 29 Kamu terlihat bahagia

31/08/2022

30

Bab 30 Saya akan menjaga Ela disini

31/08/2022

31

Bab 31 Saya Mencintai Kamu

31/08/2022

32

Bab 32 Carilah laki-laki yang membuat kamu bahagia

31/08/2022

33

Bab 33 Kamu sangat mencintainya

31/08/2022

34

Bab 34 Saya ingin memeluk kamu

31/08/2022

35

Bab 35 Ke Indonesia

31/08/2022

36

Bab 36 Saya menyangi kamu

31/08/2022