Cowokku Lebih Muda

Cowokku Lebih Muda

Syatizha

5.0
Komentar
1.8K
Penayangan
109
Bab

Andini dincintai oleh lelaki yang usianya jauh lebih muda. Akan tetapi, hubungan mereka tidak berjalan mulus karena kedatangan seseorang yang sedari dulu Andini harapkan kedatangannya. Akankah Andini dan lekaki itu akan tetap menjalin hubungan? Ataukah hubungan Andini dan Alex kandas begitu saja?

Cowokku Lebih Muda Bab 1 Bikin Malu

Tuh cowok bener-bener bikin malu! Masa mengungkapkan cinta di tengah taman? Udah kayak badut aja dilihatin banyak orang. Belum lagi disorakin. Tahu bakal begini, ogah ikut sama dia.

"Andin! Tungguin Mas Al!!" Lenganku ditariknya saat kutinggalkan dia usai berkata, "Andin, nikah, yuk?!" Ajaknya dengan suara lantang.

"Cieeee ... Diajak nikah mah mau aja, Mbak!"

"Hajar, Mbak!"

"Semangat, Mas!"

Entah kata-kata apalagi yang terlontar dari sebagian pengunjung taman. Seketika wajahku memerah menahan malu.

"Kamu belum jawab ajakan Mas Al, Din?"

AWWW!!!

Kuinjak kakinya. Jengah lihat wajah memelas si Alex.

Cowok edan itu namanya Alexander Danuarta.

Semenjak viral salah satu sinetron tanah air, dia selalu memanggil namanya sendiri sebagai Mas Al. Sementara namaku, Andini. Biasa dipanggil Dini. Tapi sejak sinetron itu pula jadi sering dipanggil Andin. Sue!!

"Al-Al? Maksudmu Alhamdulillah???" Mulai sewot menghadapi bocah yang baru naik kelas 3 SMU itu!

Sambil memegang sebelah kakinya, ia meringis kesakitan.

"Mas Al serius ... ngajakin kamu nikah, Diiin ...."

"Jijik!!!" Kutinggalan lelaki berpostur tinggi 180 cm. Berjalan hingga pinggir jalan raya.

Memang menyebalkan! Sok-sok-an ngajakin nikah, duit buat jajan aja masih minta sama Mami Papinya.

"Din! Ya elah, tungguin napa! Jalannya cepet banget! Mas Al capek nih!"

"Bodo amat!" sungutku sambil terus berjalan.

Berdiri di sisi jalan, menunggu angkot lewat. Aku kira, dia ngajak ke taman cuma beli jagung bakar pesenan nenek. Ternyata ... malah teriak-teriak gak jelas.

"Andiiin ... Mas Al cinta kamuuuu!!"

Spontanlah para pengunjung taman menoleh ke arah kami. Aku yang mendapat perlakuan seperti itu benar-benar menahan malu.

Apalagi ketika dia mengajakku menikah terang-terangan. Bener kurang ajar tuh bocah!

"Pesenan jagung Nenek belum dibeliin, Din. Masa mau pulang aja?"

Malas meladeni lelaki yang sejak kecil sudah kukenal. Memilih menatap gemerlap bintang yang menghiasi malam.

Kami tumbuh besar bersama. Rumahku dan rumahnya berdekatan. Bedanya, dia terlahir dari keluarga terhormat dan kaya raya, rumahnya megah, di sisi jalan. Sedangkan aku dari seorang Ibu yang pulang dari Arab lalu hamil. Bapak yang hingga kini belum pernah aku temui. Wajahku memang mirip orang-orang Timur Tengah. Saat kecil, sering kali dibully kalau aku adalah hasil hubungan gelap Ibu dan majikannya sewaktu jadi TKW di Arab sana. Tapi hingga kini tidak jelas bagaimana asal usulku. Ibu sendiri meninggalkanku begitu saja saat aku baru berumur satu tahun. Menurut Nenek, ibu pergi ke Arab lagi. Entahlah. Hingga berumur sembilan belas tahun, tak pernah ibu kembali. Aku dibesarkan oleh Nenek. Yang rumahnya tepat di belakang rumah megah Alex. Rumah yang sangat sederhana.

"Au, ah!!" jawabku tetap jutek.

"Kamu tunggu di sini ya? Mas Al mau beli jagung bakar dulu. Oke?" Tak kutanggapi ocehan bocah ingusan yang berubah menjadi sok dewasa.

Angkot mana lagi? Padahal baru jam tujuh malam, tapi kok udah jarang yang lewat? Lupa gak bawa handphone . Tadi itu Nenek tumben banget nyuruh aku beliin Jagung bakar di taman ini cepat-cepat. Jadi lupa bawa tas. Cuma bawa uang dikantong saku celana. Minggu lalu memang Alex pernah membawakan jagung, Nenek ketagihan. Katanya Jagung bakarnya gak terlalu keras. Jadi Nenek mudah memakannya.

Tak berlangsung lama Alex datang menenteng tiga buah Jagung bakar.

"Ayok dah pulang! Motor Mas Al parkir di sana. Atau Andin mau tungguin di sini aja?" Aku tetap cemberut. Enggan menjawab.

"Jangan cemberut gitu dong ... nanti Mas Al khilaf langsung caplok gimana?" Spontan aku menoleh, melotot ke arahnya. Bukannya takut, dia malah memamerkan senyum.

"Oke-oke. Tunggu sebentar ya? Ini tolong pegang jagung bakarnya. Atut ketinggalan."

Ya ampuuun ... berlebihan banget gayanya. Aku tak mengerti kenapa sejak dulu Alex selalu saja bersikap demikian? Sering kali mengakui aku adalah pacar atau calon istri ke hadapan teman-temannya. Dulu aku tidak terlalu peduli, aku anggap itu cuma keisengan Alex saja. Tapi tadi? Bener-bener gila! Gak waras! Bagaimana tidak gila? Tiba-tiba teriak saat kami baru tiba di bangku taman. Hadeuuhh...

"Ayok, naik, Beb!"

Nah sekarang apalagi? Beb? Ampun dah ah!

Kuambil helm dari tangannya, mengenakan lalu agak berjinjit naik ke atas motor.

"Pegangan, nanti mental lagi!"

PLETUKK!!

Kupukul helmnya, menyebalkan! mentang-mentang tinggi badanku cuma 150 cm. Seenaknya dia ngomong!

"Buru jalan!"

"Oke, Bebeb!"

Bruuumm ....

Tiba di depan rumah, Alex mematikan mesin motor. Aku turun, melepaskan helm, lalu menyerahkan padanya.

"Pergi sana!!"

Alex bergeming. Menatapku dengan tatapan sendu.

"Pergi kemana?"

"Ke rumah kamulah!"

"Rumah aku di situ, tapi hati aku di kamu."

Najooooongg ... makin mual tingkahnya. Bodo amat, ah!

Aku tinggalkan Alex masuk ke dalam rumah sederhana. Usai menguruk salam, terlihat Nenek sedang menonton sinetron yang aku bicarakan di awal itu.

"Nej, ini jagung bakarnya," ucapku sambil menghempaskan bokong ke kursi kayu.

Menit kemudian, wajah Alex menyembul dari balik pintu.

"Nenek ...."

"Masuk Nak Alex. Sini-sini duduk!" Nenek menepuk-nepuk kursi di sampingnya.

"Siap, Nenek calon mertua." Katanya cengengesan. Idih amit-amit. Gayanya sok dewasa, padahal ...

Aku membuang muka, pura-pura nonton televisi.

"Sinetron aku udah mulai ya, Nek?"

Hah?? Apa katanya tadi? Sinetron aku? Ampuuun ... pedenya setinggi langit. Ya emang sih, wajah Alex tampan. Agak kebule-bulean gitu. Secara Papinya kan orang Inggris. Blasteran. Tapi ya enggak gitu juga kali.

"Udah dari tadi. Makin bagus akting kamu, Nak!"

Astaga! Nenek sama Alex sebelas dua belas. Udah bisa diajak kerja sama.

"Iya dong, Nek ... kan lawan mainnya Andin cucu Nenek."

Au, ah! Mending masuk kamar, pusing dengerin omongan ngelantur dua manusia yang usianya terpaut sangat jauh itu.

"Andiiin ... Mas Al main malah ditinggal ke kamar. Temenin sini!"

Gustiii ... ada apa dengan Nenek? Kenapa jadi ikut-ikutan si Alex?

Aku membalikkan badan, menatap miris Nenek dan Alex yang memasang senyum.

"Dini mendadak mual, Nek ...."

"Bebeb, mual? Mual kenapa? Jangan-jangan ... kamu masuk angin." Alex mulai sok perhatian. Dia mendekati, berdiri di sisi. Pandangannya mengarah pada perutku.

Aku menggeleng seraya tersenyum tipis. Kalau gak ada Nenek, udah aku unyel-unyel mukanya!

Sabar, Dini ... Sabaaarr ....

"Terus mual kenapa?" tanya Alex lagi. Wajahnya tampak cemas. Aku menarik napas panjang, memejamkan kedua mata lalu melotot sambil berucap, "Mual denger ocehan kamu, Alex!!!" hardikku meninggalkan Alex yang memegang dada karena terkejut mendengar bentakan. Jadi orang ngeselin! Udah bikin malu di muka umum! Awas aja kalau sampai diulangi lagi kejadian kayak tadi, aku bakalan ngejauhin! Dasar bocah ingusan!

Brukkhh!

Kubanting pintu dengan cukup keras.

"Andiiin ... Oh ... Andiiinnn ...."

Dari dalam kamar, samar-samar kudengar Alex memanggil tetapi aku enggan menjawab. Bodo amat!

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Syatizha

Selebihnya

Buku serupa

Membalas Penkhianatan Istriku

Membalas Penkhianatan Istriku

Juliana
5.0

"Ada apa?" tanya Thalib. "Sepertinya suamiku tahu kita selingkuh," jawab Jannah yang saat itu sudah berada di guyuran shower. "Ya bagus dong." "Bagus bagaimana? Dia tahu kita selingkuh!" "Artinya dia sudah tidak mempedulikanmu. Kalau dia tahu kita selingkuh, kenapa dia tidak memperjuangkanmu? Kenapa dia diam saja seolah-olah membiarkan istri yang dicintainya ini dimiliki oleh orang lain?" Jannah memijat kepalanya. Thalib pun mendekati perempuan itu, lalu menaikkan dagunya. Mereka berciuman di bawah guyuran shower. "Mas, kita harus mikirin masalah ini," ucap Jannah. "Tak usah khawatir. Apa yang kau inginkan selama ini akan aku beri. Apapun. Kau tak perlu memikirkan suamimu yang tidak berguna itu," kata Thalib sambil kembali memagut Jannah. Tangan kasarnya kembali meremas payudara Jannah dengan lembut. Jannah pun akhirnya terbuai birahi saat bibir Thalib mulai mengecupi leher. "Ohhh... jangan Mas ustadz...ahh...!" desah Jannah lirih. Terlambat, kaki Jannah telah dinaikkan, lalu batang besar berurat mulai menyeruak masuk lagi ke dalam liang surgawinya. Jannah tersentak lalu memeluk leher ustadz tersebut. Mereka pun berciuman sambil bergoyang di bawah guyuran shower. Sekali lagi desirah nafsu terlarang pun direngkuh dua insan ini lagi. Jannah sudah hilang pikiran, dia tak tahu lagi harus bagaimana dengan keadaan ini. Memang ada benarnya apa yang dikatakan ustadz Thalib. Kalau memang Arief mencintainya setidaknya akan memperjuangkan dirinya, bukan malah membiarkan. Arief sudah tidak mencintainya lagi. Kedua insan lain jenis ini kembali merengkuh letupan-letupan birahi, berpacu untuk bisa merengkuh tetesan-tetesan kenikmatan. Thalib memeluk erat istri orang ini dengan pinggulnya yang terus menusuk dengan kecepatan tinggi. Sungguh tidak ada yang bisa lebih memabukkan selain tubuh Jannah. Tubuh perempuan yang sudah dia idam-idamkan semenjak kuliah dulu.

Puncak Nafsu Ayah Mertua

Puncak Nafsu Ayah Mertua

Cerita _46
5.0

Aku masih memandangi tubuhnya yang tegap, otot-otot dadanya bergerak naik turun seiring napasnya yang berat. Kulitnya terlihat mengilat, seolah memanggil jemariku untuk menyentuh. Rasanya tubuhku bergetar hanya dengan menatapnya. Ada sesuatu yang membuatku ingin memeluk, menciumi, bahkan menggigitnya pelan. Dia mendekat tanpa suara, aura panasnya menyapu seluruh tubuhku. Kedua tangannya menyentuh pahaku, lalu perlahan membuka kakiku. Aku menahan napas. Tubuhku sudah siap bahkan sebelum dia benar-benar menyentuhku. Saat wajahnya menunduk, bibirnya mendarat di perutku, lalu turun sedikit, menggodaku, lalu kembali naik dengan gerakan menyapu lembut. Dia sampai di dadaku. Salah satu tangannya mengusap lembut bagian kiriku, sementara bibirnya mengecup yang kanan. Ciumannya perlahan, hangat, dan basah. Dia tidak terburu-buru. Lidahnya menjilat putingku dengan lingkaran kecil, membuatku menggeliat. Aku memejamkan mata, bibirku terbuka, dan desahan pelan keluar begitu saja. Jemarinya mulai memijit lembut sisi payudaraku, lalu mencubit halus bagian paling sensitif itu. Aku mendesah lebih keras. "Aku suka ini," bisiknya, lalu menyedot putingku cukup keras sampai aku mengerang. Aku mencengkeram seprai, tubuhku menegang karena kenikmatan itu begitu dalam. Setiap tarikan dan jilatan dari mulutnya terasa seperti aliran listrik yang menyebar ke seluruh tubuhku. Dia berpindah ke sisi lain, memberikan perhatian yang sama. Putingku yang basah karena air liurnya terasa lebih sensitif, dan ketika ia meniup pelan sambil menatapku dari bawah, aku tak tahan lagi. Kakiku meremas sprei, tubuhku menegang, dan aku menggigit bibirku kuat-kuat. Aku ingin menarik kepalanya, menahannya di sana, memaksanya untuk terus melakukannya. "Jangan berhenti..." bisikku dengan napas yang nyaris tak teratur. Dia hanya tertawa pelan, lalu melanjutkan, makin dalam, makin kuat, dan makin membuatku lupa dunia.

Gairah Liar Perselingkuhan

Gairah Liar Perselingkuhan

kodav
5.0

Kaindra, seorang pria ambisius yang menikah dengan Tanika, putri tunggal pengusaha kaya raya, menjalani kehidupan pernikahan yang dari luar terlihat sempurna. Namun, di balik semua kemewahan itu, pernikahan mereka retak tanpa terlihat-Tanika sibuk dengan gaya hidup sosialitanya, sering bepergian tanpa kabar, sementara Kaindra tenggelam dalam kesepian yang perlahan menggerogoti jiwanya. Ketika Kaindra mengetahui bahwa Tanika mungkin berselingkuh dengan pria lain, bukannya menghadapi istrinya secara langsung, dia justru memulai petualangan balas dendamnya sendiri. Hubungannya dengan Fiona, rekan kerjanya yang ternyata menyimpan rasa cinta sejak dulu, perlahan berubah menjadi sebuah hubungan rahasia yang penuh gairah dan emosi. Fiona menawarkan kehangatan yang selama ini hilang dalam hidup Kaindra, tetapi hubungan itu juga membawa komplikasi yang tak terhindarkan. Di tengah caranya mencari tahu kebenaran tentang Tanika, Kaindra mendekati Isvara, sahabat dekat istrinya, yang menyimpan rahasia dan tatapan menggoda setiap kali mereka bertemu. Isvara tampaknya tahu lebih banyak tentang kehidupan Tanika daripada yang dia akui. Kaindra semakin dalam terjerat dalam permainan manipulasi, kebohongan, dan hasrat yang ia ciptakan sendiri, di mana setiap langkahnya bisa mengancam kehancuran dirinya. Namun, saat Kaindra merasa semakin dekat dengan kebenaran, dia dihadapkan pada pertanyaan besar: apakah dia benar-benar ingin mengetahui apa yang terjadi di balik hubungan Tanika dan pria itu? Atau apakah perjalanan ini akan menghancurkan sisa-sisa hidupnya yang masih tersisa? Seberapa jauh Kaindra akan melangkah dalam permainan ini, dan apakah dia siap menghadapi kebenaran yang mungkin lebih menyakitkan dari apa yang dia bayangkan?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Cowokku Lebih Muda Cowokku Lebih Muda Syatizha Romantis
ā€œAndini dincintai oleh lelaki yang usianya jauh lebih muda. Akan tetapi, hubungan mereka tidak berjalan mulus karena kedatangan seseorang yang sedari dulu Andini harapkan kedatangannya. Akankah Andini dan lekaki itu akan tetap menjalin hubungan? Ataukah hubungan Andini dan Alex kandas begitu saja?ā€
1

Bab 1 Bikin Malu

12/07/2022

2

Bab 2 Ajakan Menikah

12/07/2022

3

Bab 3 Hari Pertama Kerja

12/07/2022

4

Bab 4 Bujang Lapuk

12/07/2022

5

Bab 5 Meninggal Dunia

12/07/2022

6

Bab 6 Tamu Tak Diundang

12/07/2022

7

Bab 7 Praduga

12/07/2022

8

Bab 8 Bertemu Mami Alex

12/07/2022

9

Bab 9 Meledek Flora

12/07/2022

10

Bab 10 Fakta Lebih Memalukan

12/07/2022

11

Bab 11 Tak Terjawab

15/07/2022

12

Bab 12 Penuh Lebam

16/07/2022

13

Bab 13 Sebuah Pilihan

16/07/2022

14

Bab 14 Menuju Taman

19/07/2022

15

Bab 15 I Love You

19/07/2022

16

Bab 16 Nikah Dulu

19/07/2022

17

Bab 17 Mengusir Lagi

20/07/2022

18

Bab 18 Meluapkan Emosi

22/07/2022

19

Bab 19 Minggat

24/07/2022

20

Bab 20 Meninggalkan Ibu Arum

25/07/2022

21

Bab 21 Di Rumah Ibu Tina

26/07/2022

22

Bab 22 Menemui Ibu Arum

27/07/2022

23

Bab 23 Permohonan

28/07/2022

24

Bab 24 Fitting Baju

29/07/2022

25

Bab 25 Anak yang Tidak Diharapkan

30/07/2022

26

Bab 26 Lulus Sekolah Menikah

30/07/2022

27

Bab 27 Office Girl

01/08/2022

28

Bab 28 Awal Bekerja

02/08/2022

29

Bab 29 Wanita Genit

03/08/2022

30

Bab 30 Simpanan Om-Om

04/08/2022

31

Bab 31 Kepergian Ibu Arum

05/08/2022

32

Bab 32 Terkurung

05/08/2022

33

Bab 33 Tidak Mendapat Pengakuan

06/08/2022

34

Bab 34 Berhasil Kabur

08/08/2022

35

Bab 35 Abang Ojek

08/08/2022

36

Bab 36 Titik Terang

10/08/2022

37

Bab 37 Bertemu Orang Baik

11/08/2022

38

Bab 38 Merindukan Kasih Sayang Ibu

11/08/2022

39

Bab 39 Teringat Kembali

12/08/2022

40

Bab 40 Periksa Ke Rumah Sakit

13/08/2022