Janda Laila

Janda Laila

Syatizha

5.0
Komentar
31.4K
Penayangan
103
Bab

Laila disuruh memilih antara bersedia dicerai atau dipoligami oleh suami dan ibu mertua karena tidak dapat memberikan keturunan selama pernikahan Lima tahun. Apakah yang Laila pilih? Memilih dipoligami atau dicerai dan menyandang status Janda Laila?

Janda Laila Bab 1 Cerai atau Dipoligami

"Kau pilih cerai atau ijinkan Haris menikah lagi?!" tanya Ibu mertua tiba-tiba. Jantungku seperti mau copot mendengarnya. Tidak ada angin, tidak ada hujan, kenapa Ibu mertua yang selama ini aku anggap seperti ibu kandung sendiri bertanya demikian?

Aku mendongak sambil mencengkeram sepatu high heels yang baru saja kulepas. Andai saja bukan orang tua, sudah kusumpal mulutnya dengan sepatu ini. Tidak punya perasaan bertanya seperti itu. Pada menantunya pula!

"Maksud Ibu apa?" Aku berdiri menghadap Ibu mertua. Raut wajahnya tidak seperti biasa, tampak tak bersahabat. Sepersekian menit ia tetap bungkam, enggan menjawab.

Aku mengembuskan napas.

Sudah letih pulang kerja, sampai rumah ditodong pertanyaan macam itu. Kulirik Bang Haris. Wajahnya tenang sekali. Bahkan kedua matanya tak ingin menoleh. Memilih asyik menonton televisi. Aku mengembuskan napas panjang.

"Kenapa tiba-tiba Ibu nanya kayak gitu? Masih kurang uang bulanan dari Laila?" Aku bertanya lagi dengan nada tinggi. Kali ini Ibu mertua menyilangkan tangan ke depan dada.

Aiih sombong sekali gayanya. Lupa apa? Kalau mereka itu cuma menumpang di rumah ini. Mentang-mentang sekarang aku sudah tidak punya orang tua, Ibu seenaknya bicara. Dulu aja, sewaktu Abi dan Umi masih ada, mulut Ibu mertua sangat manis, mengalahkan manisnya madu.

"Bukan masalah uang, Laila. Tapi masalah keturunan! Kalian itu hampir tujuh tahun menikah tapi sampe sekarang, kamu belum juga hamil!"

"Lantas?" Aku memicingkan kedua mata. Menunggu jawaban yang sebenarnya jawabannya sudah dapat kutebak.

"Ibu pengen punya cucu!"

"Biasanya Ibu gak masalahin anak, kenapa sekarang tiba-tiba menginginkannya?" tanyaku menelisik.

"Sekarang itu waktunya! Ibu udah tua. Malu juga, tiap ikut arisan selalu ditanya, 'Jeng udah punya cucu belum?' kan malu." Halah ... alasan. Aku tahu betul watak Ibu. Tujuh tahun bukan waktu yang singkat untuk mengenal lebih dalam sifat dan tabiat Ibu.

"Kalau gitu, jangan ikut arisan lagi," usulku sembari berlalu.

"Gak bisa gitu, Laila. Pokoknya Ibu pengen punya cucu! Percuma kamu cantik, kaya raya kalau kamu mandul!" Aku terkejut mendengar kata terakhir yang dilontarkan Ibu. Kata yang sangat menusuk jantungku. Aku membalikkan badan. Menatap Ibu dengan sorot mata tajam.

"Mandul? Ibu bilang aku mandul? Bukannya Ibu pernah lihat hasil tes kesuburan Laila? Kandungan Laila baik-baik saja." Aku berkilah. Mengingatkan kembali kalau aku pernah periksa kandungan dan hasilnya aku bisa hamil walau aku tak tahu kapan waktunya.

"Gak nutup kemungkinan kalau dokter itu salah!" tuduh Ibu mertua membuka kipas yang selalu ada di tangannya. Aku menggeleng kepala.

Ya Allah sebenarnya ada apa? Kenapa ibu mertuaku jadi berubah ketus begini?

"Bisa jadi Bang Haris yang mandul," kataku datar.

Memang selama ini selalu aku saja yang disuruh periksa. Dari mulai dicek alat reproduksi sampai keadaan rahim. Dan semuanya baik-baik saja, sehat. Sedangkan Bang Haris, dia selalu berkelit tiap kali aku ajak ke dokter.

"Jaga mulut kamu, Laila! Haris bilang dia udah periksa ke dokter. Dia subur kok," bela Ibu mertua.

"Kapan? Abang kapan periksa ke dokter? Laila kok gak tau?"

"Bawel kamu! Seminggu yang lalu!" sahutnya tanpa menoleh ke arahku.

"Mana hasilnya?"

"Hilang. Ketinggalan di restoran waktu Abang ketemu klien."

Aku mencebik. "Heleh alasan! Bilang aja emang pengen kawin lagi. Udahlah Laila capek! Mau istirahat!"

Kutinggalkan ibu dan anak itu. Tak peduli teriakan Ibu mertua yang memanggil namaku.

***

Sarapan pagi ini, membuatku kurang berselera. Bagaimana tidak? Kedua makhluk di hadapanku wajahnya sangat tidak enak dipandang. Cemberut semua.

"Ehm." Aku berdehem memecah keheningan. Bang Haris melirik. Ibu mertua masih enggan menatapku. Aku menyimpan sisa roti bakar di atas piring.

"Apa ucapan Ibu semalam serius?" tanyaku menatap intens wajah wanita yang melahirkan Haris Prayoga. Ibu mendongak.

"Serius. Bahkan calonnya sudah a ...." Ibu menggantung kalimat ketika tangan Bang Haris menyenggol lengan Ibu. Sekarang aku mengerti, pasti Bang Haris sudah selingkuh. Pantas saja, handphone-nya di-password segala. Tapi aku gak boleh gegabah, belum ada bukti kalau suamiku punya wanita lain.

"Calon sudah, apa? Calon apa?" Aku pura-pura tak mengerti. Ibu kelihatan grogi. Meneguk susu. Mungkin untuk menghalau rasa gugupannya.

"Pokoknya ibu pengen punya cucu! Kamu tau sendiri kan Laila. Haris itu anak ibu satu-satunya. Harus ada penerus keturunan kami," tandas Ibu mengalihkan pertanyaanku.

Sudahlah, anggap saja benar, kalau Bang Haris punya simpanan. Masih pagi malas berdebat.

"Abang sendiri gimana? Dari semalam ibu terus yang bicara."

"Omongan Ibu ada benarnya. Abang emang harus punya keturunan." Ucapan suamiku semakin membuat hati ini teriris sembilu.

"Apa harus dengan bercerai? Apa harus dengan poligami? Bukannya masih ada cara lain. Program bayi tabung misalnya," kataku mengajukan pilihan lain.

"Buang-buang duit, Laila. Itu kan mahal banget. Mending kalau berhasil, kalau enggak? Sayang kan uangnya?"

Luar biasa matrenya ibu mertuaku. Lebih mengorbankan kehancuran rumah tangga anaknya dari pada kehilangan uang untuk usaha punya anak. Padahal dia tahu dari dulu, kalau aku paling tidak mau dipoligami. Apa pun alasannya.

"Abang maunya gimana? Kita cerai?"

"Abang gak mau cerai, tapi Abang pengen punya anak."

"Ya udah ayo kita periksa bareng ke dokter," ajakku dengan serius.

"Kamu gak percaya kalau Abang udah periksa ke dokter?"

"Enggak!"

"Ya sudah, terserah. Yang pasti Abang pengen punya anak!" tandasnya, lalu meneguk segelas air susu.

"Kita coba program bayi tabung. Biar biayanya aku tanggung semua."

"Bayi tabung itu lama! Benar kata Ibu, mending kalau berhasil, kalau enggak?"

"Jalan satu-satunya Haris harus menikah lagi! Dalam agama pun boleh kan menikah lebih dari satu kali?" sela Ibu mertua.

Aku mendengus kesal. Ternyata memang benar. Bang Haris diam-diam sudah punya wanita lain. Ingin nikah lagi. Aku yakin, pasti di mata Ibu, calon istri Bang Haris wanita yang tajir dan kaya raya.

Aku melirik arloji, sudah pukul tujuh. Harus segera ke kantor, satu jam lagi ada meeting.

"Nanti malam kita bahas lagi. Aku berangkat dulu. Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam."

***

Sepanjang perjalanan ke kantor, aku masih memikirkan permintaan Bang Haris dan Ibunya. Aku sangat curiga, kalau mereka sebenarnya sudah punya wanita yang akan menggantikan posisiku sebagai istri Bang Haris. Kira-kira siapa wanita itu? Sehingga Ibu yang biasanya sangat baik dan manis di hadapanku berubah. Bahkan sebelumnya dia kerap kali berkata.

"Mungkin belum waktunya. Gak apa-apalah. Punya anak itu banyak biaya. Mending sekarang kalian cari uang sebanyak-banyaknya."

Tapi sekarang? Seolah sangat menginginkan seorang anak.

Aku harus cari tahu penyebab sebenarnya. Apa benar Bang Haris punya wanita lain?

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Syatizha

Selebihnya

Buku serupa

Pernikahan Kilat dengan Sang Miliarder

Pernikahan Kilat dengan Sang Miliarder

JADE HOWE
5.0

Riani sangat menyayangi pacarnya. Meskipun pacarnya telah tidak bekerja selama beberapa tahun, dia tidak ragu-ragu untuk mendukungnya secara finansial. Dia bahkan memanjakannya, agar dia tidak merasa tertekan. Namun, apa yang pacarnya lakukan untuk membalas cintanya? Dia berselingkuh dengan sahabatnya! Karena patah hati, Riani memutuskan untuk putus dan menikah dengan seorang pria yang belum pernah dia temui. Rizky, suaminya, adalah seorang pria tradisional. Dia berjanji bahwa dia akan bertanggung jawab atas semua tagihan rumah tangga dan Riani tidak perlu khawatir tentang apa pun. Pada awalnya, Riani mengira suaminya hanya membual dan hidupnya akan seperti di neraka. Namun, dia menemukan bahwa Rizky adalah suami yang baik, pengertian, dan bahkan sedikit lengket. Dia membantunya tidak hanya dalam pekerjaan rumah tangga, tetapi juga dalam kariernya. Tidak lama kemudian, mereka mulai saling mendukung satu sama lain sebagai pasangan yang sedang jatuh cinta. Rizky mengatakan dia hanyalah seorang pria biasa, tetapi setiap kali Riani berada dalam masalah, dia selalu tahu bagaimana menyelesaikan masalahnya dengan sempurna. Oleh karena itu, Riani telah beberapa kali bertanya pada Rizky bagaimana dia bisa memiliki begitu banyak pengetahuan tentang berbagai bidang, tetapi Rizky selalu menghindar untuk menjawabnya. Dalam waktu singkat, Riani mencapai puncak kariernya dengan bantuannya. Hidup mereka berjalan dengan lancar hingga suatu hari Riani membaca sebuah majalah bisnis global. Pria di sampulnya sangat mirip dengan suaminya! Apa-apaan ini! Apakah mereka kembar? Atau apakah suaminya menyembunyikan sebuah rahasia besar darinya selama ini?

Harga Diriku 10 Juta Per Malam

Harga Diriku 10 Juta Per Malam

Ali Subhan
5.0

Arabella Alexandro adalah seorang mahasiswi yang dihadapkan pada kenyataan pahit. Demi membiayai kuliahnya, sewa kos, dan melunasi utang orang tuanya yang mencapai miliaran rupiah-sementara kedua orang tuanya telah tiada dan keluarga besar enggan membantu-Arabella terpaksa menjalani kehidupan ganda. Setiap malam, ia menjelma menjadi seorang wanita penghibur di sebuah diskotek, menemani "Om-om" hidung belang demi lembaran uang yang bisa menyelamatkan masa depannya dari jurang kehancuran. Hidup Arabella adalah pergulatan konstan antara ambisi pendidikan dan kerasnya tuntutan finansial. Setiap sen yang ia dapatkan dari pekerjaan malamnya adalah hasil dari pengorbanan dan kepedihan yang tersembunyi di balik senyum palsunya. Ia terus berjuang sendirian, tanpa ada sandaran, di tengah gemerlap dunia malam yang penuh tipuan. Suatu malam, takdir mempertemukannya dengan Arkan Stevanno Orlando, seorang CEO muda yang dikenal sebagai salah satu pengusaha terkaya di kota itu. Arkan, yang tertarik pada pesona Arabella, mem-booking-nya untuk satu malam. Pertemuan ini tidak hanya sekadar transaksi, tetapi menjadi awal dari sesuatu yang tak terduga. Di balik kemewahan dan reputasinya, Arkan mungkin melihat lebih dari sekadar wanita penghibur dalam diri Arabella. Lalu, bagaimana kelanjutan kisah Arabella dan Arkan? Akankah pertemuan ini membawa Arabella keluar dari belenggu kehidupannya yang gelap, atau justru menyeretnya ke dalam masalah yang lebih kompleks?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Janda Laila Janda Laila Syatizha Modern
ā€œLaila disuruh memilih antara bersedia dicerai atau dipoligami oleh suami dan ibu mertua karena tidak dapat memberikan keturunan selama pernikahan Lima tahun. Apakah yang Laila pilih? Memilih dipoligami atau dicerai dan menyandang status Janda Laila?ā€
1

Bab 1 Cerai atau Dipoligami

29/04/2022

2

Bab 2 Sahabatku Siska

29/04/2022

3

Bab 3 Informasi Penting

29/04/2022

4

Bab 4 Karyawan Baru

29/04/2022

5

Bab 5 Pencuri di Kamarku

29/04/2022

6

Bab 6 Di Bawah Kasur

29/04/2022

7

Bab 7 Perkenalan

29/04/2022

8

Bab 8 Benda Aneh

29/04/2022

9

Bab 9 Keputusanku

29/04/2022

10

Bab 10 Suara Wanita Lain

29/04/2022

11

Bab 11 Mengusir

29/04/2022

12

Bab 12 Merasa Beruntung

29/04/2022

13

Bab 13 Takut Miskin

29/04/2022

14

Bab 14 Jatuh Harga Diri

29/04/2022

15

Bab 15 Pergi

29/04/2022

16

Bab 16 Janda Gatel

29/04/2022

17

Bab 17 Mengeluh

29/04/2022

18

Bab 18 Blokir

29/04/2022

19

Bab 19 Siapa Salma

29/04/2022

20

Bab 20 Kejujuran Salma

29/04/2022

21

Bab 21 Kepedean

04/05/2022

22

Bab 22 Tentang Damar

04/05/2022

23

Bab 23 Bertemu Meyla

04/05/2022

24

Bab 24 Rencana Meyla dan

04/05/2022

25

Bab 25 Belangnya Haris

04/05/2022

26

Bab 26 Lokasi Syuting

04/05/2022

27

Bab 27 Haris dan Meyla

04/05/2022

28

Bab 28 Cerita Meyla

04/05/2022

29

Bab 29 Pindah Ke Apartemen

04/05/2022

30

Bab 30 Mengemis

04/05/2022

31

Bab 31 Villa

04/05/2022

32

Bab 32 Meyla dan Bu Sarnih

04/05/2022

33

Bab 33 Kejadian di Villa

04/05/2022

34

Bab 34 Keputusanku

04/05/2022

35

Bab 35 Siapa Pelaku Teror

04/05/2022

36

Bab 36 Pertengkaran

04/05/2022

37

Bab 37 Mengecek CCTV

04/05/2022

38

Bab 38 Di Rumah Meyla

04/05/2022

39

Bab 39 Mengungkap Pelaku Teror

04/05/2022

40

Bab 40 Haris Kecewa

04/05/2022