icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Janda Laila

Bab 5 Pencuri di Kamarku

Jumlah Kata:1002    |    Dirilis Pada: 29/04/2022

dang serius di depan lapto

ju jendela kaca. Melihat pano

gawang pada pertemuan p

u

mpus. Tidak ada kemarahan dari wajahnya. Ia justru tersenyum da

, laki-laki berkulit putih yang

n ia berlalu. Aku pun melanjutka

n bertemu kembali dengannya.

a Bang Haris. Ternyata Bang Haris kakak

tukang goreng keliling. Kadang kalau pulang kuliah, Abang juga bantuin Ibu jualan. Maklum, Aya

n hubungan. Meski Siska sempat tidak suka

ila," ucap Siska kala itu. Aku tak habis pikir,

sih?" tanyaku kala

s terus. Bahkan nyokapnya juga hampir tiap hari minta

Ibunya. Bagiku ketika itu, hal yang dilakukan Bang Haris dan Ibunya suatu

a. Ibu mertua dan Bang Haris yang selama ini selalu kumanjakan, apa yang mereka

nan. Aku menoleh, menghampiri Damar yan

an iklan itu hanya dua puluh dua me

yang dipakai tercium jelas. Aku berusaha memfokuskan pikiran, melihat hasil kerjaan lelaki yang u

at dan aman? Pakai saja A

jah Damar. Jarak kami sangat dekat,

elana da

ai? Emang a

g kuyakin pasti tidak gatal.

aila. He

ngan itu. Damar tertawa memamerkan baris

t banget. Yang lewat di pikiranku cuma nama itu.

u boleh keluar. Tunggu

banget nih di rumah, rebahan mulu!" rengeknya dengan

ah sono keluar

t lagi nih bocah! Bi

pulang aja nih?" pertanyaan yang

amaaarr

siang." Lelaki itu menarik k

ia

Damar. Hasilnya jauh dari kata lumayan. Apa

berdering. Kulihat nama yang terte

laikum, Bi

am. Maaf Non

apa

Nyonya Besar masuk ke kamar

au ngap

. Gak berani

sih ya, Bi," kataku tergesa. Meraih ta

*

amar. Aku harap bisa memergoki I

m?" tanyaku pelan.

ku terlonjak. Dia berdiri. Tangannya ia sembuny

u terbata-bata. Ia terkejut, menyadari keh

berkali-kali. Aku menyilangkan kedua tangan di depan dad

ih tangannya yang ia semb

mbunyikan? Sini

apa-apa, Laila. Ibu ke sin

dasku dengan

pan. Dan ternyata ... beberapa lembar uang

ar uang nominal seratus ribu. "Ini apa, Bu? Berani sekali Ibu ngambil uang di kam

ang sempat terjatuh,

u? Ibu melakukan ini karena kamu gak ngasih

mata. Kedua t

sudah tidak takut dosa? Sudah kepergok men

ng itu, tarik permintaan

gak mau?"

Jarak kami kini h

g dariku walaupun satu pes

an Haris pergi?" tantang Ib

upanku." Aku bersedekap. "Toh selama ini, kalian cuma numpang hidup. Jadi

nca

t hendak menampar, dengan gesit

sekarang Ibu keluar dari kamar ini sebe

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Janda Laila
Janda Laila
“Laila disuruh memilih antara bersedia dicerai atau dipoligami oleh suami dan ibu mertua karena tidak dapat memberikan keturunan selama pernikahan Lima tahun. Apakah yang Laila pilih? Memilih dipoligami atau dicerai dan menyandang status Janda Laila?”