Belenggu Cinta Tuan Muda

Belenggu Cinta Tuan Muda

Shinigami Ryuu

5.0
Komentar
6.7K
Penayangan
24
Bab

Banyak adegan dewasa, harap bijak memilih bacaan. Nara, gadis polos putri seorang pembantu, terjebak dalam cinta penuh skandal dengan Axel, tuan muda yang menyentuh tubuh Nara dan melecehkannya untuk balas dendam. Axel yang awalnya hanya ingin mempermainkan Nara sebagai pelampiasan kemarahannya karena ibu Nara yang menjadi simpanan sang ayah, lama-lama terjebak dan terjerat cinta kepada Nara. Axel berubah menjadi pria posesif yang terus membelenggu Nara atas nama cinta dan balas dendam. Nara tak tahan dan ingin melarikan diri dari keposesifan Axel, tapi ke mana pun dia pergi, pada akhirnya, dia akan tetap tertangkap dan jatuh pada pelukan Axel. Apakah kisah mereka akan berakhir bahagia atau sebaliknya?

Bab 1 Pertemuan Yang Aneh

"Aku ... aku di mana?"

Nara memandang sekeliling dengan kebingungan saat menyadari bahwa dirinya kini berada di sebuah ruangan yang sangat mewah dan luas dan tak dikenal.

Nara mencoba menggali ingatannya yang terasa samar, mencoba mengingat alasan mengapa kini dia berada di ruangan mewah ini, alih-alih di kamarnya yang sempit.

Secara samar-samar Nara mulai mengingat jika tubuhnya ini beberapa saat lalu telah keluar dengan seorang pria, tapi Nara tak bisa melihat wajah pria itu.

"Kau sudah bangun? Kau menangis semalaman, merepotkan sekali kau tahu."

Wajah Nara seperti tersengat saat mendengar suara berat dengan nada bosan yang berada di belakangnya, seketika dia pun menoleh dengan kedua mata terbelalak lebar.

"Kau ...."

Bibirnya bergetar dengan ekspresi terkejut luar biasa.

Sungguh.

Nara tak tahu, kenapa hidupnya selalu sial dan sial.

Dari semua orang di dunia, kenapa ... kenapa dia harus bertemu orang ini?

Kening mulus Nara berkerut tak suka, tiba-tiba gemetar tanpa sebab karena teringat masa lalu di antara mereka.

"Ada apa dengan ekspresimu itu?"

Pria itu kini duduk di samping Nara yang membuat Nara secara refleks segera menggeser duduknya menjauh sebagai perlindungan diri.

"A-Axel?"

Nara menjerit dalam hati saat menyebutkan nama itu.

'Tidak! Kenapa aku bertemu lagi dengan pria ini?!'

Dia berteriak dengan panik di dalam.

Axel ... Axel adalah pria iblis dari segala iblis di dunia!

Dia berharap salah orang, tapi sepertinya pria tegap yang kini duduk di sampingnya itu memang Axel, tak salah lagi.

Nara telah menghabiskan waktu bertahun-tahun di bawah siksaannya ketika SMA! Dan dia baru saja berhasil bebas dari cengkeraman orang ini saat Axel dikirim keluarganya ke luar negeri.

Nara baru merasakan yang namanya kenyamanan hidup setelah kepergian pria iblis itu ke luar negeri, meski hidupnya membosankan, dia merasa tenang.

Lalu kenapa ... kenapa dia berhasil ditangkap pria ini lagi?

Dan apa ini?

Kenapa dia kini satu kamar dengan Axel?

Dia ingat tadi malam memang minum sendiri di bar sampai mabuk karena kesal dengan sikap teman-teman di kantor yang terus meremehkannya, tapi Nara sama sekali tak menyangka jika akhirnya akan berada di sini bersama Axel.

Nara merasa merinding membayangkan mungkin saja ... tubuhnya diseret Axel ke sini ketika sedang mabuk, seperti beberapa tahun lalu.

"Kau menatapku seperti melihat hantu saja, Nara," ujar Axel dengan muram.

Wajahnya yang tampan itu tampak menyedihkan tapi Nara sama sekali tak percaya dengan ekspresi yang ia tampakkan.

Jangan pernah merasa simpati atau kasihan kepada Axel, atau kau akan menderita seumur hidup!

Nara buru-buru berdiri, melirik ke arah pintu keluar kira-kira butuh berapa langkah untuk kabur dari pria ini dan terbebas dari cengkeramannya, sebelum terlambat.

"T-tidak, tolong jelaskan kenapa aku di sini?"

Axel dengan tangannya yang panjang dengan sigap memegang pergelangan tangan Nara, mencegah dirinya untuk kabur.

Bertahun-tahun pernah hidup bersama, bisa membaca dengan akurat apa saja arti gerakan Nara.

"Kau hilang ingatan lagi?"

Dia bertanya dengan penuh perhatian, berdiri dengan minat penuh seakan Nara adalah prioritas utamanya.

"Lagi? Apa maksudmu? D-dan, tolong jangan mendekat!"

Nara terus berusaha melangkah mundur karena tubuh Axel yang sangat tinggi dan mendominasi, membuat dirinya tanpa sadar mulai gemetar ketakutan.

Dia sepertinya lebih tinggi setelah beberapa tahun tak bertemu, juga bertambah tampan, tapi tetap saja hal itu tak membuat Nara terkecoh.

Dia adalah iblis, jangan terpesona dengan wajahnya yang tampan!

"Reaksimu lucu sekali, Nara. Bukankah sebelumnya kau terlihat begitu galak dan berani padaku? Lalu sikap apa ini sekarang?"

Axel terkikik geli melihat Nara yang seperti tikus terjepit, ekspresi Nara saat ini sangat familiar, seperti ekspresinya beberapa tahun lalu saat menjadi sahabat Axel.

Nara dengan sekuat tenaga berusaha melepaskan cengkraman Axel di pergelangan tangannya, tapi usaha itu tentu saja sia-sia.

"Axel, bukankah kau berjanji tidak akan pernah muncul lagi di hadapanku? Kenapa sekarang-"

Axel membelai pipi Nara dengan lembut sehingga gadis itu seketika membeku ketakutan.

Pria itu kini sedikit membungkuk di depan Nara dan membisikkan sesuatu.

"Mungkin kau tidak tahu apa yang terjadi beberapa waktu belakangan ini, tapi, aku sekarang, adalah calon suamimu, Nara."

"A-APA?!"

Nara berdiri terhuyung-huyung mendengar ucapan gila pria tersebut, merasa bahwa dia terjebak dalam masalah yang tidak dia lakukan.

Sedangkan Axel hanya tersenyum ramah seakan sudah memprediksi reaksi Nara akan seperti itu.

Nara benar-benar tercengang sampai tak bisa berkata-kata.

Istri? Istri Axel?

Kalau itu Axel, maka kata istri, bukanlah berarti secara harfiah, tapi lebih pada hal yang sangat menakutkan ....

Nara seketika merinding sekujur tubuh, wajahnya tiba-tiba seputih kertas.

Teringat kembali tahun-tahun ketika dia menjadi 'teman' Axel ....

Axel tiba-tiba tersenyum lebar melihat ekspresi Nara, wajahnya tampak begitu terhibur.

"Nah, kalau seperti ini, barulah kau Nara yang kukenal," ucapnya tiba-tiba, menarik tangan Nara dan menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang, lalu menindihnya.

Tangannya yang besar membelai leher Nara dan beranjak ke bawah, menyelinap ke dalam kaus yang dipakai oleh gadis tersebut.

"Singkirkan tanganmu dari tubuhku!"

Axel tertawa keras mendengar ucapan Nara, dia merasa begitu bahagia karena bertemu dengan Nara yang dia kenal.

Akhir-akhir ini gadis itu berubah terlalu banyak dan seperti tak ingat apa pun yang terjadi di antara mereka, persahabatan mereka yang indah dan segala hal antara Axel dan Nara.

Axel berpikir, Karena kecelakaan yang terjadi sebelum ini, mungkin Nara telah mengalami hilang ingatan karena itu berubah menjadi wanita yang sama sekali berbeda.

Namun, ini Nara yang asli, Nara yang dia kenal. Axel langsung tahu karena Nara, sejak dulu adalah miliknya.

Dia berhasil mengembalikan ingatan wanita itu sekarang, betapa senangnya!

Axel menyeringai, meremas lembut buah dada Nara yang penuh dan kencang.

"Kubilang singkirkan tanganmu, Axel!"

Nara mencoba mengeluarkan tangan Axel dari kausnya, tapi tentu saja itu hanya perlawanan yang sia-sia karena kekuatan Axel yang tak sebanding dengan miliknya.

"Kalau aku tak mau? Bagaimana?" goda Axel dengan suara rendah, menurunkan kepalanya dan mulai menjilati leher Nara dengan penuh nafsu.

"A-apa yang coba kau lakukan ...."

***

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Gairah Liar Dibalik Jilbab

Gairah Liar Dibalik Jilbab

Gemoy
5.0

Kami berdua beberapa saat terdiam sejanak , lalu kulihat arman membuka lilitan handuk di tubuhnya, dan handuk itu terjatuh kelantai, sehingga kini Arman telanjang bulat di depanku. ''bu sebenarnya arman telah bosan hanya olah raga jari saja, sebelum arman berangkat ke Jakarta meninggalkan ibu, arman ingin mencicipi tubuh ibu'' ucap anakku sambil mendorong tubuhku sehingga aku terjatuh di atas tempat tidur. ''bruuugs'' aku tejatuh di atas tempat tidur. lalu arman langsung menerkam tubuhku , laksana harimau menerkam mangsanya , dan mencium bibirku. aku pun berontak , sekuat tenaga aku berusaha melepaskan pelukan arman. ''arman jangan nak.....ini ibumu sayang'' ucapku tapi arman terus mencium bibirku. jangan di lakukan ini ibu nak...'' ucapku lagi . Aku memekik ketika tangan arman meremas kedua buah payudaraku, aku pun masih Aku merasakan jemarinya menekan selangkanganku, sementara itu tongkatnya arman sudah benar-benar tegak berdiri. ''Kayanya ibu sudah terangsang yaa''? dia menggodaku, berbisik di telinga. Aku menggeleng lemah, ''tidaaak....,Aahkk...., lepaskan ibu nak..., aaahk.....ooughs....., cukup sayang lepaskan ibu ini dosa nak...'' aku memohon tapi tak sungguh-sungguh berusaha menghentikan perbuatan yang di lakukan anakku terhadapku. ''Jangan nak... ibu mohon.... Tapi tak lama kemudian tiba-tiba arman memangut bibirku,meredam suaraku dengan memangut bibir merahku, menghisap dengan perlahan membuatku kaget sekaligus terbawa syahwatku semakin meningkat. Oh Tuhan... dia mencium bibirku, menghisap mulutku begitu lembut, aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya, Suamiku tak pernah melakukannya seenak ini, tapi dia... Aahkk... dia hanya anakku, tapi dia bisa membuatku merasa nyaman seperti ini, dan lagi............ Oohkk...oooohhkkk..... Tubuhku menggeliat! Kenapa dengan diriku ini, ciuman arman terasa begitu menyentuh, penuh perasaan dan sangat bergairah. "Aahkk... aaahhk,," Tangan itu, kumohooon jangan naik lagi, aku sudah tidak tahan lagi, Aahkk... hentikan, cairanku sudah keluar. Lidah arman anakku menari-nari, melakukan gerakan naik turun dan terkadang melingkar. Kemudian kurasakan lidahnya menyeruak masuk kedalam vaginaku, dan menari-nari di sana membuatku semakin tidak tahan. "Aaahkk... Nak....!"

Bosku Kenikmatanku

Bosku Kenikmatanku

Juliana
5.0

Aku semakin semangat untuk membuat dia bertekuk lutut, sengaja aku tidak meminta nya untuk membuka pakaian, tanganku masuk kedalam kaosnya dan mencari buah dada yang sering aku curi pandang tetapi aku melepaskan terlebih dulu pengait bh nya Aku elus pelan dari pangkal sampai ujung, aku putar dan sedikit remasan nampak ci jeny mulai menggigit bibir bawahnya.. Terus aku berikan rangsang an dan ketika jari tanganku memilin dan menekan punting nya pelan "Ohhsss... Hemm.. Din.. Desahannya dan kedua kakinya ditekuk dilipat kan dan kedua tangan nya memeluk ku Sekarang sudah terlihat ci jeny terangsang dan nafsu. Tangan kiri ku turun ke bawah melewati perutnya yang masih datar dan halus sampai menemukan bukit yang spertinya lebat ditumbuhi bulu jembut. Jari jariku masih mengelus dan bermain di bulu jembutnya kadang ku tarik Saat aku teruskan kebawah kedalam celah vaginanya.. Yes sudah basah. Aku segera masukan jariku kedalam nya dan kini bibirku sudah menciumi buah dadanya yang montok putih.. " Dinn... Dino... Hhmmm sssttt.. Ohhsss.... Kamu iniii ah sss... Desahannya panjang " Kenapa Ci.. Ga enak ya.. Kataku menghentikan aktifitas tanganku di lobang vaginanya... " Akhhs jangan berhenti begitu katanya dengan mengangkat pinggul nya... " Mau lebih dari ini ga.. Tanyaku " Hemmm.. Terserah kamu saja katanya sepertinya malu " Buka pakaian enci sekarang.. Dan pakaian yang saya pake juga sambil aku kocokan lebih dalam dan aku sedot punting susu nya " Aoww... Dinnnn kamu bikin aku jadi seperti ini.. Sambil bangun ke tika aku udahin aktifitas ku dan dengan cepat dia melepaskan pakaian nya sampai tersisa celana dalamnya Dan setelah itu ci jeny melepaskan pakaian ku dan menyisakan celana dalamnya Aku diam terpaku melihat tubuh nya cantik pasti,putih dan mulus, body nya yang montok.. Aku ga menyangka bisa menikmati tubuh itu " Hai.. Malah diem saja, apa aku cuma jadi bahan tonton nan saja,bukannya ini jadi hayalanmu selama ini. Katanya membuyarkan lamunanku " Pastinya Ci..kenapa celana dalamnya ga di lepas sekalian.. Tanyaku " Kamu saja yang melepaskannya.. Kata dia sambil duduk di sofa bed. Aku lepaskan celana dalamku dan penislku yang sudah berdiri keras mengangguk angguk di depannya. Aku lihat di sempat kagett melihat punyaku untuk ukuran biasa saja dengan panjang 18cm diameter 4cm, setelah aku dekatkan ke wajahnya. Ada rasa ragu ragu " Memang selama ini belum pernah Ci melakukan oral? Tanyaku dan dia menggelengkan kepala

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku