Suami Adikku Mantanku

Suami Adikku Mantanku

Anggrek Bulan

4.8
Komentar
11.1K
Penayangan
41
Bab

Mantan pacarku yang dulu meninggalkan luka mendalam, kini telah kembali, dan menjadi suami dari adikku.

Suami Adikku Mantanku Bab 1 Vania Adikku

Suami adikku, Mantanku.

"Assalamualaikum Kak. Lagi di rumah kan?" kata Vania, di telepon sore itu.

"Waallaikumsalam Van. Iya di rumah kok. Ada apa?" tanyaku sambil menyisir rambut putriku.

"Aku mau main kesana ya Kak, Mas Ridwan juga ada di rumah kan?" tanyanya lagi.

"Mas Ridwan belum pulang, lembur katanya. Mau main kesini aja kok pakai tanya sih kamu ini Van, biasanya juga tiba tiba uda nongol depan pintu kok, hemmmm," kataku.

"Hehehe kan kali ini bertamunya beda. Aku nggak datang sendiri Kak, aku datang sama seseorang, calon suamiku. Boleh kan Kak?"

"Calon suami? Pacar maksudmu?"

"Nggak Kak. Calon suami. Kami sudah menjalin hubungan serius Kak, dan dia juga ingin melamarku. Mangkanya dia ingin bertemu dengan Kakak dan Mas Ridwan."

"Kamu itukan masih kuliah, masih semester dua lho. Kok sudah ingin menikah. Apa nggak ingin nyelesaiin kuliah mu dulu?"

"Haduh Kak, apa salahnya sih nikah muda, dari pada kebablasan, hehehe."

"Iya sih memang benar, tapi kan nikah itu juga nggak hanya sekedar urusan ranjang saja Van, banyak aspek didalamnya. Dan banyak sekali cobaan di dalamnya, tak melulu kebahagiaan semata. Coba kamu pikir matang matang dulu,"

"Sudah aku pikirkan sangat matang sekali Kak. Aku sudah sangat sreg dengan dia. Lagian aku tak ingin terus terusan merepotkan kalian, kasihan juga kan Mas Ridwan kalau terus terusan membiayai kuliahku,"

"Aku dan Mas Ridwan, tak pernah merasa repot dengan kehadiranmu. Dan kami ikhlas membiayai kuliahmu Van. Malah sebenarnya kami berharap kamu akan lulus kuliah dengan nilai yang baik, tentu itu menjadi kebanggaan tersendiri buat kami. Tapi kalau memang keputusanmu sudah bulat dan ingin menikah muda, aku tak bisa memaksa, jalan hidupmu berada di tanganmu sendiri. Kalau boleh tahu laki laki itu masih kuliah juga kah?"

"Terima kasih banyak ya Kak, sudah memberi restu. Nggak lah Kak, mana mungkin aku mau menikah dengan laki laki yang masih kuliah dan belum bekerja, mau makan apa nanti, hehehe. Calon ku ini, sudah mapan banget loh Kak. Dia owner dua buah coffeshop dan juga punya usaha toko onderdil motor gitu deh. Pokoknya sudah mapan deh, usianya sekarang ya sudah matang Kak, tiga puluh lima tahun,"

"Nggak salah kamu Van. Kamu baru sembilan belas tahun lho, terpaut jauh sekali usia kalian. Memangnya sudah berapa lama kalian pacaran?"

"Nggak lama sih Kak, baru juga tiga bulan. Usia tak jadi penghalang, karena usianya sudah matang itu, mangkanya dia ingin segera menghalalkanku Kak. Dia baik dan sopan banget kok, aku yakin Kakak akan suka dengannya."

"Ya sudah nanti kamu main saja kesini, aku ingin mengenal dulu laki laki itu. Kamu hati hati lho, jangan berbuat aneh aneh sama dia!"

"Iya Kak, nggak aneh aneh kok. Mangkanya itu aku pingin cepet cepet nikah juga, heheheh. Oke habis ini kami langsung meluncur kesana dari kostku ya Kak. Wassallamualaikum,"

"Iya hati hati ya. Waallaikumsalam,"

Panggilan itu pun kuakhiri. Masih tak habis fikir aku dengan fikiran Vania yang ingin menikah muda. Apalagi dengan seorang laki laki yang baru dikenalnya, dan usianya pun sama sepertiku. Namun aku pun tak bisa menghalangi keinginanya, semoga saja memang ini pilihan terbaik untuk hidupnya.

Vania adalah adikku satu satunya, meski bukan saudara kandung, namun aku sangat menyayanginya. Saat usiaku empat belas tahun, orang tuaku bercerai, aku ikut Ibu. Setahun kemudian Ibu menikah lagi dengan seorang jejaka tua, dan setahun kemudian lahirlah Vania, saat usiaku enam belas tahun.

Ayah tiriku adalah orang yang sangat baik, dan bertanggung jawab pada kami. Pekerjaanya adalah seorang mandor proyek, jadi dia jarang sekali berada di rumah. Meski hanya anak tiri, namun dia sangat menyayangiku, dan meng kuliahkanku hingga aku lulus dan bekerja pada sebuah bank swasta yang besar. Dia pun sangat sayang kepada Ibu.

Tiga tahun kemudian, aku menikah dengan Mas Ridwan, dan dia memintaku untuk resign dari pekerjaanku. Dan kami pun tinggal di kota yang berbeda dengan orang tuaku.

Setahun kemudian aku melahirkan seorang putri cantik, orang tuaku dan vania kecil pun datang kerumahku. Mereka menginap selama dua hari, karena Ayah harus kembali bekerja, maka mereka pamit pulang, namun Vania yang saat itu masih berusia sepuluh tahun, tak mau pulang, dia masih ingin bersama keponakannya.

Akhirnya Vania kecil pun ditinggal disini, dan rencananya minggu depan akan diantar Mas Ridwan pulang ke rumah. Saat perjalanan pulang berdua saja itu, Ibu dan Ayah tiriku mengalami kecelakaan, sepeda motor yang mereka kendarai di seruduk dengan kencang oleh sebuah truk kosongan. Karena benturan dari belakang yang sangat keras tersebut, mereka berdua pun terpental sejauh beberapa meter di jalan beraspal, keadaan yang parah membuat mereka meninggal di tempat kejadian.

Aku yang mendengar kabar duka itu sangat shock, saat usia bayiku baru enam hari, orang tua ku sudah meninggalkanku selamanya. Aku sempat pingsan berkali kali, menurut penuturan suamiku.

Sejak saat itulah, Vania tinggal bersama kami. Sedangkan rumah di kota sebelah kami biarkan kosong.

Setelah lulus sekolah menengah atas, Vania memilih kuliah di sebuah universitas negeri yang jaraknya sekitar satu jam dari rumahku, dan dia meminta kost saja agar tak capek bolak balik. Sebenarnya aku dan suami berat membiarkannya sendiri, namun bagaimana lagi, dia sangat keras, saat menginginkan sesuatu, harus selalu segera di turuti.

Brakk Brakk

Suara pintu mobil di tutup, membuatku langsung keluar rumah, pasti itu Vania, dan calonnya yang katanya sudah mapan itu. Aku berdiri di depan pintu sambil memandang mereka. Vania memegang tangan laki laki itu, sambil menariknya menuju rumah.

Sosok laki laki itu sepertinya sangat familiar denganku, namun siapa dia aku benar benar lupa. Rambut gondrong di ikat kebelakang dan berkacamata itu mengingatkanku pada seseorang, Rama. Mungkinkah dia Rama? Mantan kekasihku yang pernah menorehkan luka di hatiku dulu?

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Anggrek Bulan

Selebihnya

Buku serupa

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Suami Adikku Mantanku Suami Adikku Mantanku Anggrek Bulan Romantis
“Mantan pacarku yang dulu meninggalkan luka mendalam, kini telah kembali, dan menjadi suami dari adikku.”
1

Bab 1 Vania Adikku

03/12/2021

2

Bab 2 Adit atau Rama

03/12/2021

3

Bab 3 Kehamilan Vania

03/12/2021

4

Bab 4 Flashback 1

03/12/2021

5

Bab 5 Flashback 2

03/12/2021

6

Bab 6 Flashback 3

21/12/2021

7

Bab 7 Dilema

21/12/2021

8

Bab 8 Part 8

21/12/2021

9

Bab 9 Part 9

21/12/2021

10

Bab 10 Part 10

21/12/2021

11

Bab 11 Keputusan Mas Ridwan

21/12/2021

12

Bab 12 Kejujuranku Pada Vania

21/12/2021

13

Bab 13 Tamparan Mas Ridwan

21/12/2021

14

Bab 14 Acara Lamaran Vania Dan Adit

21/12/2021

15

Bab 15 Sudah Sembilan Minggu

21/12/2021

16

Bab 16 Part 16

21/12/2021

17

Bab 17 Part 17

21/12/2021

18

Bab 18 Part 18

21/12/2021

19

Bab 19 Cobaan Hidupku

21/12/2021

20

Bab 20 Kebohongan Kecil Vania

21/12/2021

21

Bab 21 Perubahan Sikap Mas Ridwan

21/12/2021

22

Bab 22 Part 22

21/12/2021

23

Bab 23 Vania Keguguran

21/12/2021

24

Bab 24 Tawaran Pekerjaan

21/12/2021

25

Bab 25 Perasaan Yang Tak Menentu

21/12/2021

26

Bab 26 Part 26

21/12/2021

27

Bab 27 Aku Bukan Wanita Lemah

21/12/2021

28

Bab 28 Awal Pembalasanku

21/12/2021

29

Bab 29 Pembalasanku Yang Sesungguhnya

21/12/2021

30

Bab 30 Hasil Yang Memuaskan

21/12/2021

31

Bab 31 Pov Ridwan

21/12/2021

32

Bab 32 Cobaan Untuk Vania

21/12/2021

33

Bab 33 Rahasia Vania

21/12/2021

34

Bab 34 Hilang, Tiba-Tiba Muncul

21/12/2021

35

Bab 35 Ayah

21/12/2021

36

Bab 36 Kami Tak Sendiri Lagi

21/12/2021

37

Bab 37 Dilabrak Pelakor

21/12/2021

38

Bab 38 Vania Menghilang Lagi

21/12/2021

39

Bab 39 Pov Vania

21/12/2021

40

Bab 40 Vania, Mengapa Harus Seperti Ini

21/12/2021