Tujuh Tahun Menikah, Hanya Sia-Sia!

Tujuh Tahun Menikah, Hanya Sia-Sia!

Iman Nurdin

5.0
Komentar
48
Penayangan
31
Bab

Aksara Sanjaya, 31 tahun, adalah CEO di Sanjaya Corp. Ia sudah tujuh tahun menikah dengan Nareswari, namun sayangnya mereka belum juga memiliki keturunan. Pernikahan yang sudah terasa hampa, dengan minimnya perhatian dan hilangnya kata cinta, membuat Aksara yakin ia takkan memiliki anak dari Nareswari. Alasan Nareswari tak masuk akal baginya: ia tidak mau tubuhnya rusak karena proses kehamilan dan menyusui. Saat pikiran dan hatinya dipenuhi kegelisahan tentang rumah tangganya, Aksara sampai melalaikan tugasnya sebagai pemimpin. Beruntung, ia memiliki sekretaris yang sangat cerdas bernama Rumi Kamila. Rumi selalu bisa diandalkan, bahkan sering kali mengambil alih peran Aksara. Seringnya mendapat perhatian dari Rumi, Aksara melakukan hal yang tak seharusnya ia lakukan dengan sekretarisnya sendiri.

Tujuh Tahun Menikah, Hanya Sia-Sia! Bab 1 wanita yang ia cintai

Dinding-dinding kaca di lantai teratas Gedung Sanjaya Corp memantulkan siluet kota Jakarta yang berdenyut di bawahnya. Namun, bagi Aksara Sanjaya, pemandangan itu terasa hampa. Di usianya yang ke-31, sebagai CEO dari perusahaan yang ia bangun dari nol, Aksara seharusnya merasa di puncak dunia. Namun, kekosongan di hatinya jauh lebih besar dari pencapaian profesionalnya.

Tujuh tahun yang lalu, ia menikahi Nareswari, wanita yang ia cintai dengan sepenuh hati. Mereka memulai bahtera rumah tangga dengan janji-janji manis, impian tentang keluarga, dan tawa yang mengisi setiap sudut rumah mereka. Namun, janji-janji itu kini bagai debu yang berterbangan, dan tawa itu telah lama mati.

Pernikahan mereka kini hanya sebuah kesepakatan yang tak terucap, sebuah rutinitas yang membosankan. Mereka tinggal di bawah atap yang sama, berbagi meja makan yang sama, tapi jiwa mereka terpisah ribuan mil. Komunikasi di antara mereka hanya sebatas urusan logistik-siapa yang akan menghadiri acara sosial, tagihan mana yang harus dibayar, dan kapan mereka akan pulang. Kata "cinta" dan "sayang" telah lama lenyap dari percakapan mereka, digantikan oleh kesunyian yang mencekam.

Alasan di balik keretakan ini adalah sesuatu yang Aksara tidak pernah bisa terima: Nareswari tidak mau memiliki anak. Bukan karena masalah medis, melainkan karena ia tidak ingin tubuhnya yang sempurna rusak oleh proses kehamilan dan melahirkan. "Tubuhku adalah asetku, Aksara. Aku tidak mau ada stretch mark atau perut kendur. Lagipula, anak hanya akan mengganggu kebebasan kita," adalah kalimat yang sering Nareswari lontarkan, yang menusuk hati Aksara setiap kali mendengarnya.

Bagi Aksara, impian memiliki keluarga kecil yang bahagia adalah segalanya. Ia membayangkan berlari-lari di halaman bersama anak-anaknya, melihat mereka tumbuh, dan merasakan cinta tanpa syarat yang hanya bisa diberikan oleh seorang anak. Namun, impian itu kini hanyalah ilusi. Ia menyadari, percuma saja ia membangun kerajaan bisnis jika ia pulang ke rumah yang kosong.

Kecemasan tentang rumah tangganya sering kali menggerogoti fokusnya di kantor. Aksara sering kali melamun, menatap kosong ke luar jendela, sementara tumpukan berkas di mejanya terus bertambah. Ia melupakan rapat penting, melewatkan panggilan telepon dari klien, dan hampir membuat kesalahan fatal dalam negosiasi besar.

Di tengah semua kekacauan itu, ada satu orang yang selalu menjadi penopang dan penyelamatnya: Rumi Kamila, sekretaris pribadinya. Rumi, dengan ketenangannya yang luar biasa dan otaknya yang brilian, selalu bisa membaca situasi. Saat Aksara melamun, Rumi akan dengan sigap mengingatkannya tentang jadwalnya. Saat Aksara lupa mengirim email penting, Rumi akan mengambil alih dan menyelesaikannya dengan sempurna.

Rumi tidak hanya cerdas, ia juga penuh empati. Ia tidak pernah bertanya tentang masalah pribadi Aksara, namun matanya yang hangat dan senyumnya yang tulus selalu menyampaikan pesan dukungan. Setiap pagi, Rumi akan menyiapkan kopi kesukaan Aksara persis seperti yang ia suka. Setiap kali Aksara terlihat lelah, Rumi akan datang dengan segelas air putih dan camilan sehat. Perhatian-perhatian kecil itu, yang tidak pernah ia dapatkan di rumah, mulai meresap ke dalam hati Aksara.

Suatu malam, Aksara masih berada di kantor hingga larut. Hujan deras mengguyur kota, dan suaranya membuat suasana semakin melankolis. Nareswari tidak menelepon, tidak juga mengirim pesan. Aksara hanya bisa membayangkan Nareswari sedang bersenang-senang di luar sana, tanpa memedulikan dirinya.

Tiba-tiba, pintu ruangannya terbuka. Rumi masuk dengan membawa dua cangkir teh hangat. "Ini untuk Anda, Pak Aksara. Hujan deras, jadi saya pikir teh bisa membuat Anda lebih rileks," ucap Rumi dengan lembut.

Aksara menatap Rumi. Di bawah cahaya lampu yang temaram, wajah Rumi terlihat damai. Tidak ada tuntutan, tidak ada paksaan, hanya perhatian murni. Malam itu, mereka mengobrol santai. Mereka membicarakan pekerjaan, impian, dan hal-hal kecil yang membuat hidup terasa lebih indah. Aksara merasa, untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, ia tidak sendirian.

Perhatian Rumi menjadi candu bagi Aksara. Ia mulai sengaja berlama-lama di kantor, menunggu Rumi, mencari alasan untuk berinteraksi dengannya. Ia bahkan mengundangnya makan malam, awalnya dengan alasan pekerjaan, namun percakapan mereka selalu berujung pada hal-hal pribadi.

Di tengah perhatian yang tulus dan kasih sayang yang tumpah ruah dari Rumi, hati Aksara mulai goyah. Ia tahu, Rumi adalah batas yang seharusnya tidak ia lewati. Namun, kekosongan di hatinya begitu besar, dan kehadiran Rumi adalah satu-satunya hal yang bisa mengisinya. Di luar nalar dan janji pernikahannya, Aksara mulai melakukan hal-hal yang tidak seharusnya ia lakukan dengan sekretarisnya sendiri, Rumi Kamila.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Iman Nurdin

Selebihnya

Buku serupa

Pernikahan Kilat dengan Sang Miliarder

Pernikahan Kilat dengan Sang Miliarder

JADE HOWE
5.0

Riani sangat menyayangi pacarnya. Meskipun pacarnya telah tidak bekerja selama beberapa tahun, dia tidak ragu-ragu untuk mendukungnya secara finansial. Dia bahkan memanjakannya, agar dia tidak merasa tertekan. Namun, apa yang pacarnya lakukan untuk membalas cintanya? Dia berselingkuh dengan sahabatnya! Karena patah hati, Riani memutuskan untuk putus dan menikah dengan seorang pria yang belum pernah dia temui. Rizky, suaminya, adalah seorang pria tradisional. Dia berjanji bahwa dia akan bertanggung jawab atas semua tagihan rumah tangga dan Riani tidak perlu khawatir tentang apa pun. Pada awalnya, Riani mengira suaminya hanya membual dan hidupnya akan seperti di neraka. Namun, dia menemukan bahwa Rizky adalah suami yang baik, pengertian, dan bahkan sedikit lengket. Dia membantunya tidak hanya dalam pekerjaan rumah tangga, tetapi juga dalam kariernya. Tidak lama kemudian, mereka mulai saling mendukung satu sama lain sebagai pasangan yang sedang jatuh cinta. Rizky mengatakan dia hanyalah seorang pria biasa, tetapi setiap kali Riani berada dalam masalah, dia selalu tahu bagaimana menyelesaikan masalahnya dengan sempurna. Oleh karena itu, Riani telah beberapa kali bertanya pada Rizky bagaimana dia bisa memiliki begitu banyak pengetahuan tentang berbagai bidang, tetapi Rizky selalu menghindar untuk menjawabnya. Dalam waktu singkat, Riani mencapai puncak kariernya dengan bantuannya. Hidup mereka berjalan dengan lancar hingga suatu hari Riani membaca sebuah majalah bisnis global. Pria di sampulnya sangat mirip dengan suaminya! Apa-apaan ini! Apakah mereka kembar? Atau apakah suaminya menyembunyikan sebuah rahasia besar darinya selama ini?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Tujuh Tahun Menikah, Hanya Sia-Sia! Tujuh Tahun Menikah, Hanya Sia-Sia! Iman Nurdin Romantis
“Aksara Sanjaya, 31 tahun, adalah CEO di Sanjaya Corp. Ia sudah tujuh tahun menikah dengan Nareswari, namun sayangnya mereka belum juga memiliki keturunan. Pernikahan yang sudah terasa hampa, dengan minimnya perhatian dan hilangnya kata cinta, membuat Aksara yakin ia takkan memiliki anak dari Nareswari. Alasan Nareswari tak masuk akal baginya: ia tidak mau tubuhnya rusak karena proses kehamilan dan menyusui. Saat pikiran dan hatinya dipenuhi kegelisahan tentang rumah tangganya, Aksara sampai melalaikan tugasnya sebagai pemimpin. Beruntung, ia memiliki sekretaris yang sangat cerdas bernama Rumi Kamila. Rumi selalu bisa diandalkan, bahkan sering kali mengambil alih peran Aksara. Seringnya mendapat perhatian dari Rumi, Aksara melakukan hal yang tak seharusnya ia lakukan dengan sekretarisnya sendiri.”
1

Bab 1 wanita yang ia cintai

17/08/2025

2

Bab 2 Perhatian kecil Rumi

17/08/2025

3

Bab 3 Ciuman itu menjadi awal

17/08/2025

4

Bab 4 Kebisuan yang mencekam

17/08/2025

5

Bab 5 Kemarahan

17/08/2025

6

Bab 6 Rumi tidak lagi hanya seorang sekretaris

17/08/2025

7

Bab 7 Setelah mengundurkan diri

17/08/2025

8

Bab 8 Kelahiran Aksara Junior

17/08/2025

9

Bab 9 Kepergian Nareswari

17/08/2025

10

Bab 10 tidak hanya ingin menjadi CEO

17/08/2025

11

Bab 11 Aksara dan Rumi sudah pensiun

17/08/2025

12

Bab 12 meninggalkan duka

17/08/2025

13

Bab 13 bangun dengan susah payah

17/08/2025

14

Bab 14 Amira dan Bintang

17/08/2025

15

Bab 15 Setelah pulih sepenuhnya

17/08/2025

16

Bab 16 pertama kali bertemu

17/08/2025

17

Bab 17 tidak pernah melupakan

17/08/2025

18

Bab 18 mereka tinggalkan

17/08/2025

19

Bab 19 pernikahan

17/08/2025

20

Bab 20 Cinta Aksara dan Rumi

17/08/2025

21

Bab 21 harapan dan janji

17/08/2025

22

Bab 22 memahami perasaannya

17/08/2025

23

Bab 23 berita yang mengejutkan

17/08/2025

24

Bab 24 Setelah Amira sembuh

17/08/2025

25

Bab 25 meresmikan

17/08/2025

26

Bab 26 Aksara dan Rumi kembali ke rumah

17/08/2025

27

Bab 27 Pada suatu malam

17/08/2025

28

Bab 28 menyiapkan sesuatu

17/08/2025

29

Bab 29 rumah besar

17/08/2025

30

Bab 30 suasana rumah

17/08/2025

31

Bab 31 tidak pernah bosan

17/08/2025