icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Tujuh Tahun Menikah, Hanya Sia-Sia!

Bab 4 Kebisuan yang mencekam

Jumlah Kata:605    |    Dirilis Pada: 17/08/2025

n konsekuensi. Aksara menatap tumpukan bukti di meja, lalu beralih menatap Rumi, yang matanya penuh dengan

pelabuhan hatinya, juga datang dengan niat tersembunyi. Aksara berdiri, memunggungi Rumi, menatap ke luar jendela. Pikirannya kalut. Ia teringa

erbalik. "Kenapa tidak jujur sejak awal? Kenapa kamu biar

ak akan pernah melihatku. Aku mencintaimu. Aku mencintai kamu, bukan CEO Sanjaya Corp. Aku tidak akan perna

t yang ia rasakan bukan karena ia membenci Rumi, melainkan karena ia menyadari betap

Berikan aku waktu," katanya. Ia tidak

mempertaruhkan segalanya. Ia hanya bisa menunggu, berharap bahw

engah semua kekacauan ini, Rumi masih menjadi orang yang paling bisa ia andalkan. Ia melihat Rumi bekerja dengan profesionalisme yang l

ahkan kembali semua dokumen dan bukti yang diberikan Rumi. "Aku akan membantumu, Rumi," katanya dengan tegas. "Aku

ut. "Aksara

datang kepadaku dengan kejujuran, bahkan ketika kamu tahu itu bisa menghancurkan segalanya. Dan itulah yang terpenting.

belum Rumi mengaku. "Maukah kamu menikah denganku?" tanyanya, suaranya dipenuhi dengan harapan. "Kita akan m

Aku mau," bisiknya. Mereka berpelukan, dan di tengah kafe yang sepi itu,

. Bambang tidak setuju dengan keputusan Aksara. Ia mengancam akan menghancurkan karir Aksara dan memutuskan hubungan dengannya. Bamb

ersamanya. Di sisi lain, ia harus menghadapi kemarahan ayahnya dan ancaman untuk kehilangan segalanya yang telah ia b

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Tujuh Tahun Menikah, Hanya Sia-Sia!
Tujuh Tahun Menikah, Hanya Sia-Sia!
“Aksara Sanjaya, 31 tahun, adalah CEO di Sanjaya Corp. Ia sudah tujuh tahun menikah dengan Nareswari, namun sayangnya mereka belum juga memiliki keturunan. Pernikahan yang sudah terasa hampa, dengan minimnya perhatian dan hilangnya kata cinta, membuat Aksara yakin ia takkan memiliki anak dari Nareswari. Alasan Nareswari tak masuk akal baginya: ia tidak mau tubuhnya rusak karena proses kehamilan dan menyusui. Saat pikiran dan hatinya dipenuhi kegelisahan tentang rumah tangganya, Aksara sampai melalaikan tugasnya sebagai pemimpin. Beruntung, ia memiliki sekretaris yang sangat cerdas bernama Rumi Kamila. Rumi selalu bisa diandalkan, bahkan sering kali mengambil alih peran Aksara. Seringnya mendapat perhatian dari Rumi, Aksara melakukan hal yang tak seharusnya ia lakukan dengan sekretarisnya sendiri.”