Iman Nurdin
3 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Iman Nurdin
Jangan Sentuh Hatiku, Jika Tak Bisa Memiliki
Romantis Nayara adalah wanita cantik, modern, namun tetap rendah hati. Ia bekerja sebagai staf administrasi di sebuah perusahaan swasta ternama di Jakarta. Penampilannya fashionable, tapi sikapnya sederhana membuat banyak orang nyaman di sekitarnya.
Sementara itu, Leonardo Arvandre, seorang miliarder muda keturunan Prancis–Indonesia, adalah pewaris utama Arvandre Global Corporation, konglomerasi raksasa yang memiliki bisnis di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Pertemuan pertama Nayara dan Leonardo terjadi tiga tahun lalu, ketika Leonardo datang untuk mengembangkan salah satu perusahaannya di Jakarta. Sejak saat itu, mereka terjebak dalam sebuah hubungan yang penuh kerumitan-antara rasa, gengsi, dan rahasia besar yang keduanya simpan. Suami Yang Tersakiti, Istri Yang Egois
Romantis Yuna, seorang gadis sederhana dari keluarga miskin, datang ke Mansion Jackson untuk bekerja sebagai babysitter demi melunasi hutang keluarganya kepada rentenir. Dengan hati penuh harapan dan beban berat, ia memasuki dunia baru yang jauh berbeda dengan kehidupannya yang serba kekurangan.
Di sana, Yuna bertemu dengan Tuan Jackson, pria paruh baya yang tegas namun perhatian, serta Lily, putri kecilnya yang manis dan ceria. Tugas Yuna sederhana-menemani dan merawat Lily, yang segera menunjukkan ketertarikan padanya. Namun, ketenangan pagi itu berubah ketika Bella, istri Tuan Jackson sekaligus ibu Lily, muncul dengan sikap dingin dan penuh amarah.
Pertengkaran sengit antara Jackson dan Bella pun pecah di depan mata Yuna dan Lily. Jackson menginginkan keluarga yang utuh, sementara Bella lebih memilih mengejar karier modelnya ketimbang berada di rumah bersama anak dan suaminya. Lily hanya bisa diam dengan wajah sedih, sementara Yuna ikut merasakan luka yang ditinggalkan pertengkaran itu.
Di balik kemegahan mansion, Yuna mulai menyadari kenyataan pahit: uang tidak selalu sebanding dengan kebahagiaan. Tugasnya kini bukan hanya mencari nafkah untuk keluarganya, tapi juga menjaga hati kecil Lily yang haus akan kasih sayang seorang ibu. Tujuh Tahun Menikah, Hanya Sia-Sia!
Romantis Aksara Sanjaya, 31 tahun, adalah CEO di Sanjaya Corp. Ia sudah tujuh tahun menikah dengan Nareswari, namun sayangnya mereka belum juga memiliki keturunan.
Pernikahan yang sudah terasa hampa, dengan minimnya perhatian dan hilangnya kata cinta, membuat Aksara yakin ia takkan memiliki anak dari Nareswari. Alasan Nareswari tak masuk akal baginya: ia tidak mau tubuhnya rusak karena proses kehamilan dan menyusui.
Saat pikiran dan hatinya dipenuhi kegelisahan tentang rumah tangganya, Aksara sampai melalaikan tugasnya sebagai pemimpin. Beruntung, ia memiliki sekretaris yang sangat cerdas bernama Rumi Kamila.
Rumi selalu bisa diandalkan, bahkan sering kali mengambil alih peran Aksara. Seringnya mendapat perhatian dari Rumi, Aksara melakukan hal yang tak seharusnya ia lakukan dengan sekretarisnya sendiri. Anda mungkin suka
Kutandatangani Surat Cerai, Dia Kehilangan Segalanya
Jasper Night Selama dua tahun, aku memainkan peran sebagai istri yang sempurna, bodoh, dan penurut untuk miliarder Baskara Adiputra.
Namun malam ini, dia melemparkan draf perceraian ke hadapanku karena cinta pertamanya, Jasmine, telah kembali dalam keadaan sakit.
Baskara menatapku seolah aku adalah noda menjijikkan, memberiku kompensasi murah dan menyebutku pemburu harta yang tidak tahu diri.
Keluarganya ikut menghinaku habis-habisan di acara makan malam, sementara Jasmine dengan licik memalsukan kecelakaan mobil untuk menjebakku atas tuduhan percobaan pembunuhan.
Baskara membela wanita itu mati-matian, berteriak menyuruh polisi menangkapku, dan mengusirku dari pandangannya.
Dia mengira aku akan hancur, menangis, dan memohon untuk tidak dibuang. Dia sama sekali tidak tahu bahwa rekam medis Jasmine adalah pemalsuan tingkat tinggi, dan ada dalang yang mendanai penipuan ini dari balik layar.
Alih-alih menangis, aku menatap matanya dengan tenang.
"Aku ingin penthouse ini, lima persen saham perusahaanmu, dan tunjanganku digandakan."
Setelah memeras kekayaannya dan menandatangani surat cerai, aku kembali ke kamar, membuka brankas rahasia di balik lemari, dan mengeluarkan pistol Glock 19 serta laptop terenkripsiku. Waktunya berhenti bermain rumah-rumahan.