5.0
Komentar
2.3K
Penayangan
22
Bab

Ragazza Perfetto kategori pria tampan yang kaya raya dan baik, nyaris sempurna dirinya juga kehidupannya sebagai seorang pria tapi seorang wanita cantik belahan jiwanya dengan sengaja menginjak dan melemparkan harga diri pria tersebut pada seorang gundik.

Aku gundik Bab 1 Aku gundik

Mobil mewah terparkir di sudut malam kota Chicago yang dingin, menjadi saksi bisu atas perbuatan mesum Belvina dan Cattivo kekasihnya.

"Oohhh... nikmatnya Cattivo, teruskan..."

Erangan kenikmatan seorang wanita cantik bertubuh sintal di bawah kungkungan seorang pria bertubuh kekar.

"Kamu suka, Belvina ? Ini yang kamu suka ?"

Desis Cattivo yang makin kasar menghujamkan 'milik'nya berulangkali hingga Belvina menggeliatkan tubuhnya.

"Ya, Cattivo sayang. Aku suka goyanganmu yang kasar !"

Desis Belvina sembari memejamkan matanya menikmati kasarnya goyangan Cattivo.

"Oohhh...Cattivo... Teruskan...oohhh.."

Belvina mengerang penuh kenikmatan hingga tubuhnya makin menggelinjang hebat.

{"Benar-benar perempuan maniak sex !"}

Ujar Cattivo melihat perempuan pasangan sex-nya makin menggelinjang kenikmatan.

"Sebentar Belvina !"

Cattivo menghentikan hujaman, ia berhenti sejenak, menarik 'milik'nya keluar dari lubang vagina Belvina.

"Kenapa kamu berhenti, Cattivo ?"

Tanya Belvina, dengan mata melotot penuh kemarahan dan bangun dari jok kursi belakang.

*Cuuuiihhhh..*

Belvina meludahi wajah pria itu.

"Menungginglah, Belvina sayang !"

Sahut Cattivo sembari melap keningnya dari ludah Belvina. Perempuan itu mengganti posisinya dari telentang lalu menungging.

"Kamu suka ini, Belvina ?"

Tanya Cattivo sembari melanjutkan menyetubuhi Belvina.

"Ya, Cattivo..nikmatnya !"

Kenikmatan yang diberikannya membuat Belvina tak kuasa menahan kenikmatan sex, tubuhnya benar-benar makin hebat menggelinjang.

"Aaahhh.... Cattivo...",

Sesaat kemudian, belvina perempuan bertubuh sexy sintal itu mengerang hebat, akhirnya meraih puncak orgasme juga Belvina sampai tubuhnya lemas. Tapi tidak dengan cattivo yang makin mempercepat gerakan pinggulnya hingga..

"Aahh..Belvina sayang.."

pria bertubuh kekar itu mengerang hebat, sudah sampai ke puncak orgasme juga. Setelah beristirahat beberapa saat, Belvina meluncurkan mobilnya mengantar kekasihnya pulang lalu ia sendiri pulang ke rumahnya.

💰

Di dalam sebuah rumah mewah terdengar...

"mommy, aku mohon jangan pukuli aku !"

Wanita cantik berpenampilan glamour itu masih berkali-kali memukuli putri kecilnya yang menangis kesakitan.

"Mommy... Sakit, mommy !"

Mendengar keributan di sertai suara tangisan putrinya, Ragazza Perfetto keluar dari ruang kerjanya. Matanya terbelalak melihat Cassia Perfetto gadis kecil berusia 13 tahun sedang memohon-mohon nyaris bersujud di lantai di hadapan wanita cantik yang beringas memukuli tanpa mengenal ampun.

"BELVINA CATTIVA.. HENTIKAN !!"

"APA RAGAZZA PERFETTO ? KAMU BELA ANJING KECIL INI !"

Gadis kecil itu terkesiap mendengar kalimat yang meluncur dari bibir wanita cantik itu.

"Aku..aku bukan anjing kecil, mommy !"

Protes gadis kecil itu di sela-sela Isak tangisnya.

"Aku tidak habis pikir kenapa kamu sangat kasar pada Cassia Perfetto putri kita ? Belvina cattiva, kamu mommy kandungnya tapi sepertinya kamu membencinya !"

Ujar Ragazza Perfetto sembari menghempaskan tangan Belvina cattiva yang mencengkeram tangan kecil Cassia Perfetto.

"Daddy...Daddy... , mommy memukuli badanku dan menjambak rambutku ! Sakit, Daddy !"

Pengaduan lirih gadis kecil dengan raut wajah sedih bercampur ketakutan.

"Dasar perempuan iblis kamu, Belvina cattiva !"

Bisik pria tampan itu penuh emosi pada istrinya.

"Kenapa Ragazza ? Kamu tidak terima anjing kecil bodoh itu menerima pelajaran dariku ? Lihat semua nilainya jelek dan sekolah mana mau menerimanya ?"

ucap Belvina cattiva kemudian..

"Tapi kamu suka ketololan anjing kecil itu, Ragazza. Uruslah dia, tidak sudi aku mengurusnya !"

Hening sesaat..

Semua orang tahu jika Ragazza Perfetto pengusaha tampan ( 32 tahun ) dan istrinya Belvina cattiva ( 32 tahun ) mempunyai seorang anak perempuan kecil bernama Cassia Perfetto yang masih berusia 13 tahun. Ya, Ragazza Perfetto dan Belvina cattiva dulu menikah saat sama-sama berusia 19 tahun karena Ragazza Perfetto menghamili Belvina cattiva.

"Apakah selama ini kamu mengajari Cassia belajar di rumah ? Kamu lebih perduli berfoya-foya dengan semua temanmu daripada mengurusi putri kita. Tidak salah jika buruk semua nilai pelajaran Cassia. Mommy macam apa kamu,

Belvina ?"

Ujar Ragazza dingin sembari menatap istrinya yang berdiri dekat sofa.

"Sekali lagi kamu kasari Cassia, maka tidak segan-segan aku tarik semua fasilitas kemewahan. Siap kamu jadi gelandangan, Belvina ?!"

Belvina Cattiva menelan ludah gugup, menunduk.

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku