Pernikahan Kontrak Berakhir

Pernikahan Kontrak Berakhir

Anita Rahmayani

5.0
Komentar
319
Penayangan
30
Bab

Althea terpaksa mengakhiri pernikahan kontraknya dengan Darius, meskipun waktunya belum tiba, setelah menghadapi kenyataan pahit. Keputusan tersebut diambil setelah mengetahui bahwa seorang wanita bernama Liora, yang selama ini sangat dekat dengan Darius, sedang mengandung anaknya. Perasaan cemas dan dihianati memaksa Althea untuk bertindak, meskipun Darius hanya menerima keputusan tersebut tanpa bertanya lebih lanjut. Althea tak bisa menahan amarah dan rasa kecewa karena Darius tidak peduli dengan alasan yang mendalam di balik keputusannya, sementara ia merasa dihancurkan oleh pengkhianatan yang terjadi begitu dekat dengannya. Dalam pergulatan perasaan yang tak terungkapkan, Althea harus menghadapi kenyataan bahwa dirinya mungkin bukan satu-satunya yang memiliki tempat di hati Darius.

Bab 1 permukaan kaca

Althea berdiri di depan cermin, matanya menatap kosong pada bayangannya sendiri yang terpantul di permukaan kaca. Rambut hitamnya terurai bebas, dan wajah yang biasanya begitu tenang kini tampak penuh beban. Pikirannya berputar-putar, berusaha menyusun kepingan-kepingan rasa yang kini membanjiri hatinya. Ada kekecewaan, ada kemarahan, ada juga kebingungan yang saling bersaing untuk mendapatkan perhatian. Dan yang paling mendalam-ada perasaan terluka yang sulit diungkapkan.

Pernikahan kontraknya dengan Darius sudah berjalan selama dua tahun. Awalnya, itu hanya sebuah kesepakatan yang dipaksakan, sebuah hubungan tanpa cinta yang dibangun di atas kepentingan pribadi masing-masing. Althea tahu betul bahwa Darius tidak pernah menganggapnya lebih dari sekadar istri yang sah di atas kertas, sebuah nama yang bisa dijadikan pelindung untuk dirinya di tengah dunia yang penuh intrik dan kekuasaan. Namun, seiring berjalannya waktu, perasaan yang tak diinginkan itu mulai tumbuh-sesuatu yang lebih dari sekadar kewajiban.

Dia tidak tahu kapan tepatnya perasaan itu mulai muncul, namun ia menyadari bahwa dirinya telah mulai menginginkan lebih. Darius, dengan segala kesibukan dan caranya yang terkadang penuh misteri, tetap mampu menarik perhatian. Meski tak pernah ada kata cinta yang diucapkan, ada kenyamanan dalam kebersamaan mereka. Kebiasaan berbicara di malam hari, tertawa dalam kebisuan, dan bahkan diam yang terkadang terasa lebih berarti daripada seribu kata.

Namun, semua itu hancur dalam sekejap.

Althea mengingat percakapan singkat yang mengubah segala sesuatu. Cika, wanita yang selama ini hanya ia anggap sebagai teman dekat Darius, ternyata memiliki lebih banyak rahasia yang disembunyikan dari dirinya. Cika datang kepadanya di sebuah sore yang panas, dengan ekspresi yang sulit dibaca. "Althea," kata Cika dengan nada rendah, "aku hamil anak Darius."

Bola mata Althea membelalak, darahnya terasa beku di pembuluh darahnya. Kejutan yang datang begitu mendalam, seolah-olah bumi terbelah di bawah kakinya. Hanya ada dua hal yang mampu dipikirkan oleh Althea saat itu-kenapa Cika memberitahunya, dan apa yang sebenarnya terjadi antara Darius dan wanita itu.

Sejak saat itu, segalanya berubah. Tidak ada lagi ruang untuk pengharapan, tidak ada lagi alasan untuk bertahan dalam pernikahan yang tidak pernah sepenuhnya diinginkan. Althea tahu bahwa ia harus mengakhiri segalanya, meskipun keputusan itu terasa seperti sebuah pisau yang menancap dalam. Sebuah pernikahan yang dimulai dengan kontrak, kini harus berakhir dengan keputusan yang lebih menyakitkan daripada yang bisa dia bayangkan.

Althea menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan dirinya. Tangannya meraih telepon di meja samping tempat tidurnya. Darius. Panggilan terakhirnya sudah terlambat. Hari itu, ia akan memberitahunya bahwa pernikahan mereka berakhir. Keputusan ini bukan hanya tentang Cika, atau anak yang dikandungnya, tapi tentang harga diri yang hancur, dan perasaan yang kini dipenuhi dengan rasa pengkhianatan.

Dia menekan tombol untuk menghubungi Darius, suaranya yang dalam dan tak terduga langsung terdengar di ujung sana. "Althea," kata Darius, suara pria itu terdengar dingin, seolah tidak ada kekhawatiran sama sekali. "Ada apa?"

Ada begitu banyak yang ingin Althea katakan, tapi kata-kata itu terasa berat di bibirnya. "Aku ingin mengakhiri pernikahan ini," katanya akhirnya, suaranya tidak lebih dari bisikan. Setiap kata yang keluar dari mulutnya bagaikan belati yang menancap, meninggalkan bekas yang dalam di hatinya.

"Kenapa?" Darius bertanya, tanpa rasa terkejut, tanpa emosi. Hanya sebuah pertanyaan datar yang membuat hati Althea semakin hancur.

"Aku tahu tentang Cika," jawabnya, matanya menatap kosong pada bayangannya yang kini terpantul di cermin. "Dan aku tidak bisa melanjutkan ini lagi."

Ada keheningan di seberang sana, hanya ada suara napas Darius yang terdengar berat. "Baiklah," jawabnya akhirnya. "Kalau itu yang kamu inginkan."

Althea merasa ada yang hilang setelah kalimat itu diucapkan. Tidak ada penolakan, tidak ada usaha untuk mempertahankan. Tidak ada apapun. Hanya kata-kata kosong yang menggantung di udara, menambah berat beban yang sudah begitu sulit untuk ditanggung.

Dia menutup telepon dengan tangan yang gemetar, tubuhnya merasa lelah seolah-olah beban dunia baru saja dipikulnya. Althea tahu ini adalah keputusan yang tepat, meski hatinya remuk dan hatinya hancur. Cika mungkin telah menghancurkan pernikahan mereka, tetapi Darius-lelaki yang seharusnya menjadi suaminya-sama sekali tidak memperjuangkannya. Mungkin, pernikahan ini memang sudah seharusnya berakhir. Namun, sebuah perasaan pahit menggantung di dadanya. Apakah ia pernah berarti lebih dari sekadar formalitas dalam kehidupan Darius?

Dengan langkah yang berat, Althea meninggalkan kamar itu. Langit di luar tampak kelabu, seakan menggambarkan perasaannya yang kini terpecah dan hampa. Apa yang telah ia perjuangkan selama ini, ternyata hanyalah ilusi yang dibangun dari kebohongan dan ketidakpedulian.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Anita Rahmayani

Selebihnya

Buku serupa

Patah Hati Mendatangkan Pria yang Tepat

Patah Hati Mendatangkan Pria yang Tepat

Renell Lezama
5.0

Tunangan Lena adalah pria yang menyerupai iblis. Dia tidak hanya berbohong padanya tetapi juga tidur dengan ibu tirinya, bersekongkol untuk mengambil kekayaan keluarganya, dan kemudian menjebaknya untuk berhubungan seks dengan orang asing. Untuk mencegah rencana jahat pria itu, Lena memutuskan untuk mencari seorang pria untuk mengganggu pesta pertunangannya dan mempermalukan bajingan yang selingkuh itu. Tidak pernah dia membayangkan bahwa dia akan bertemu dengan orang asing yang sangat tampan yang sangat dia butuhkan. Di pesta pertunangan, pria itu dengan berani menyatakan bahwa dia adalah wanitanya. Lena mengira dia hanya pria miskin yang menginginkan uangnya. Akan tetapi, begitu mereka memulai hubungan palsu mereka, dia menyadari bahwa keberuntungan terus menghampirinya. Dia pikir mereka akan berpisah setelah pesta pertunangan, tetapi pria ini tetap di sisinya. "Kita harus tetap bersama, Lena. Ingat, aku sekarang tunanganmu." "Delon, kamu bersamaku karena uangku, bukan?" Lena bertanya, menyipitkan matanya padanya. Delon terkejut dengan tuduhan itu. Bagaimana mungkin dia, pewaris Keluarga Winata dan CEO Grup Vit, bersamanya demi uang? Dia mengendalikan lebih dari setengah ekonomi kota. Uang bukanlah masalah baginya! Keduanya semakin dekat dan dekat. Suatu hari, Lena akhirnya menyadari bahwa Delon sebenarnya adalah orang asing yang pernah tidur dengannya berbulan-bulan yang lalu. Apakah kesadaran ini akan mengubah hal-hal di antara mereka? Untuk lebih baik atau lebih buruk?

Cinta yang Tersulut Kembali

Cinta yang Tersulut Kembali

Calli Laplume
4.9

Dua tahun setelah pernikahannya, Selina kehilangan kesadaran dalam genangan darahnya sendiri selama persalinan yang sulit. Dia lupa bahwa mantan suaminya sebenarnya akan menikahi orang lain hari itu. "Ayo kita bercerai, tapi bayinya tetap bersamaku." Kata-katanya sebelum perceraian mereka diselesaikan masih melekat di kepalanya. Pria itu tidak ada untuknya, tetapi menginginkan hak asuh penuh atas anak mereka. Selina lebih baik mati daripada melihat anaknya memanggil orang lain ibu. Akibatnya, dia menyerah di meja operasi dengan dua bayi tersisa di perutnya. Namun, itu bukan akhir baginya .... Bertahun-tahun kemudian, takdir menyebabkan mereka bertemu lagi. Raditia adalah pria yang berubah kali ini. Dia ingin mendapatkannya untuk dirinya sendiri meskipun Selina sudah menjadi ibu dari dua anak. Ketika Raditia tahu tentang pernikahan Selina, dia menyerbu ke tempat tersebut dan membuat keributan. "Raditia, aku sudah mati sekali sebelumnya, jadi aku tidak keberatan mati lagi. Tapi kali ini, aku ingin kita mati bersama," teriaknya, memelototinya dengan tatapan terluka di matanya. Selina mengira pria itu tidak mencintainya dan senang bahwa dia akhirnya keluar dari hidupnya. Akan tetapi, yang tidak dia ketahui adalah bahwa berita kematiannya yang tak terduga telah menghancurkan hati Raditia. Untuk waktu yang lama, pria itu menangis sendirian karena rasa sakit dan penderitaan dan selalu berharap bisa membalikkan waktu atau melihat wajah cantiknya sekali lagi. Drama yang datang kemudian menjadi terlalu berat bagi Selina. Hidupnya dipenuhi dengan liku-liku. Segera, dia terpecah antara kembali dengan mantan suaminya atau melanjutkan hidupnya. Apa yang akan dia pilih?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku