/0/22464/coverbig.jpg?v=45534e54ad36109b6f207435dbe4052f&imageMogr2/format/webp)
Jamy punya anak cewe yang sangat manja dan super manja, saking manjanya mau bobo aja harus disusuin dulu baru bisa bobo. Karena anaknya sangat polos itulah yang membuat Kamu sangat protektif dengan anaknya itu sampai-sampai teman-teman anaknya iri melihat perhatian Jamy pada anaknya itu. Tidak munafik, wajah Jamy sangat cantik sampai membuat salah satu teman anaknya jatuh hati. Tapi ada rahasia yang disembunyikan Jamy tentang anaknya, rahasia apakah itu.
Jamy membuatkan susu untuk anak semata wayangnya setelah pulang sekolah.
"Sayangnya Mami, ini susu untuk kesayangannya Mami. Ayo minum," ucap Jamy berkata kepada anaknya yang masih umur 5 tahun itu.
"Iya Mami, Ihan sudah haus."Anak umur lima tahun itu bernama- Jihan Wijaya.
Jamy menidurkan anak semata wayangnya dengan memeluknya sambil rebahan, tetapi entah kenapa anaknya itu tidak mau menghabiskan susunya di dot.
"Sayang, kenapa susunya tidak dihabiskan Nak?" tanya Jamy.
"Tidak enak, Ihan mau susunya Mami." Ihan sangat suka susu alami maminya.
"Memang susunya Mami enak yah sayang? Padahal sudah tidak ada airnya sayang," ucap Jamy.
"Tidak mau! Ihan ingin susu Mami, racanya enak," sahut Jihan cadel.
Jamy hanya tersenyum mendengar ocehan anaknya itu lalu mengeluarkannya yang sebelahnya.
"Ayo Nak, hisap saja. Kamu pasti sudah mengantuk, ayo bobo," ucap Jamy lagi.
"Iya Mami," sahut Ihan dengan imutnya.
Tahun berganti tahun, hidup yang dijalani Jamy cukuplah rumit dia harus menyelesaikan kuliah dalam jangka tiga tahun.
Orang tua Jamy sudah meninggal saat ia masih kecil, dan saat ini perusahaan keluarganya Wijaya Group berada ditangan Omnya yang licik. Akan tetapi, waktu Jamy wisuda saat itu Om liciknya itu sudah tidak terlihat lagi, lebih parahnya Wijaya Group bangkrut.
Om liciknya Jamy itu sudah menghilang bak ditelan bumi dan tanpa kabar.
***
Waktu terus berganti, tak terasa sudah 11 tahun berlalu. Anak Jamy yang bernama Jihan Wijaya sudah berumur 16 tahun, kali ini Jamy benar-benar memanjakan Jihan dengan sangat baik bahkan memperlakukan Jihan layaknya bayi.
"Nen dulu sayang." Ucap Jamy memposisikan badannya disamping Jihan yang berbaring menyamping.
"Tidak mau, Ihan masih mau main ponsel." Jihan merengek dengan manja.
"Kamu besok harus sekolah sayang, ayo sini ponselnya Mami ambil dulu yahh." Ucap Jamy lalu mengambil ponsel anaknya itu.
"Ish Mami! Ihan masih mau main." Sahut Ihan cemberut lalu ingin mengambil ponsel itu dari tangan Maminya.
Jamy langsung melotot dan memarahi anaknya itu, kalau dia tidak boleh begitu.
"Kamu mau Mami hukum, ayo bobo!" tegas Jamy.
"Tapi Mi ...." rengek Jihan sekali lagi.
"Bobo atau Mami hukum!" ancam Jamy.
Akhirnya Jihan tidur karena takut dengan ancaman hukuman Jamy-sang mami.
Tetapi sebelum itu, Jihan tidak bisa tidur, ia gusar bolak-balik sana sini sampai membuat Jamy pongah dan mengeluarkan miliknya yang sebelah kanan.
"Sini nen dulu, biar bisa bobo kamu tuhh." Jamy menyodorkan susu miliknya.
"Hore! Tapi Mami tidak marah lagi, kan sama Ihan?" tanya Jihan dengan polosnya.
"Iya sayang, asal kamu jadi anak penurut." Jamy mengecup pucuk kepala anaknya itu dengan lembut.
Set! Set! Set! Jihan begitu semangat mengisap pentil Maminya, bahkan sampai Jamy dibuat menahan desahan karena hisapan Jihan yang begitu menggoda dan geli.
"Ughhh! Pelan-pelan sayang, tidak ada yang ngambil itu dari kamu jadi pelan-pelan ya Nak." Jamy berkata sambil mengelus tubuh mungil anaknya yang sudah berumur 16 tahun itu.
Lambat laun hisapan Jihan tidak kuat lagi, benar dugaan Jamy kalau anaknya sudah tidur.
"Kamu sudah tidur ternyata," ucap Jihan lalu menarik kembali susu miliknya dari mulut anaknya itu.
Kemudian Jamy beranjak dari kasur dan mengambil laptop lalu membukanya. Jamy menghubungi salah satu mata-matanya yang dari sekolah Jihan.
"Bagaimana hari kemarin? Jihan bertemu siapa saja?" tanya Jamy lewat pesan.
BERSAMBUNG
Rahasia Mamiku
Swahy_Sw
LGBT+
Bab 1 1
04/02/2025
Bab 2 2
04/02/2025
Bab 3 3
04/02/2025
Bab 4 4
04/02/2025
Bab 5 5
04/02/2025
Bab 6 6
04/02/2025
Bab 7 7
05/02/2025
Bab 8 8
05/02/2025
Bab 9 9
06/02/2025
Bab 10 10
06/02/2025
Bab 11 11
06/02/2025
Bab 12 12
07/02/2025
Bab 13 13
07/02/2025
Bab 14 14
09/02/2025
Bab 15 15
09/02/2025
Bab 16 16
09/02/2025
Bab 17 17
24/02/2025
Bab 18 18
24/02/2025
Bab 19 19
24/02/2025
Bab 20 20
24/02/2025
Bab 21 21
24/02/2025
Bab 22 22
24/02/2025
Bab 23 23
24/02/2025
Bab 24 24
08/03/2025
Bab 25 25
09/03/2025
Bab 26 26
10/03/2025
Bab 27 27
11/03/2025
Bab 28 28
12/03/2025