Dibuang Suami Diratukan Boss

Dibuang Suami Diratukan Boss

Muhammad Taufiq

5.0
Komentar
3.5K
Penayangan
22
Bab

Dituduh tidak mampu memberikan keturunan, seorang wanita bernama Alya dikhianati oleh suami dan mertuanya. Setelah delapan tahun pernikahan tanpa kehadiran seorang anak, suami Alya memutuskan untuk "menjualnya" kepada seorang pria kaya dan berkuasa di kota itu, berharap bisa lepas dari tanggung jawab. Alya, yang merasa tidak punya pilihan, terpaksa menerima perlakuan tersebut. Namun, tak ada yang menyangka bahwa dari pertemuan malam itu, hidup Alya akan berubah selamanya. Sebulan kemudian, Alya mendapati dirinya hamil-dan bukan dari suaminya. Kini Alya dihadapkan pada dilema besar. Haruskah ia kembali pada suaminya yang telah menelantarkannya, atau merangkul masa depan bersama pria asing yang kini adalah ayah dari anak yang dikandungnya? Akankah Alya mendapat keadilan atas pengkhianatan yang ia alami, dan siapa yang akan bertanggung jawab atas anak yang ada dalam kandungannya?

Dibuang Suami Diratukan Boss Bab 1 Dia tak pernah menyangka

Alya duduk di sudut ruang tamu yang sunyi, memandangi jari-jarinya yang bergetar. Udara terasa dingin, namun bukan hanya itu yang membuat tubuhnya gemetar. Malam ini terasa sangat panjang dan kelam, penuh rasa perih yang menggumpal di dalam dadanya. Keputusan yang diambil suaminya, Raka, untuk menjualnya pada pria asing, seolah menandai titik akhir dari segala pengorbanan dan harapannya.

Dia tak pernah menyangka, pria yang pernah bersumpah mencintainya akan tega melakukan hal sekejam ini. Delapan tahun bersama seharusnya membuat mereka semakin kuat menghadapi cobaan. Namun, kenyataannya Raka berubah. Sejak setahun terakhir, kata-kata pedas dan sindiran kasar selalu keluar dari mulutnya, menyudutkan Alya sebagai wanita yang "tidak berguna" hanya karena mereka tak memiliki anak.

Malam itu, ketika Raka datang bersama mertuanya dan menyampaikan rencana mengerikan ini, Alya hanya bisa membisu. Suaminya berbicara seolah-olah dia adalah barang yang bisa ditukar, tanpa memikirkan perasaannya sedikit pun. Tatapan penuh kebencian di mata Raka seolah menegaskan bahwa dia bukan lagi seseorang yang layak mendapatkan cinta ataupun simpati.

"Alya," suara mertuanya terdengar keras dan tajam. "Kami sudah sabar selama delapan tahun menunggu kehadiran seorang cucu. Tapi kamu? Kamu tak pernah memberi kami apa-apa selain kekecewaan!"

Alya mencoba menahan tangisnya. Bibirnya bergetar saat ia memandang wajah tua mertuanya yang menatapnya dengan penuh penyesalan. "Bu... aku tak pernah berniat mengecewakan kalian. Aku... aku ingin punya anak, tapi..."

"Cukup!" Raka memotong dengan suara tegas. "Alasan tidak akan mengubah kenyataan bahwa kamu tidak bisa memberiku keturunan. Kau tahu betul betapa aku ingin menjadi seorang ayah, dan sekarang... cukup. Aku sudah menemukan solusi untuk masalah ini."

Alya terdiam, merasa napasnya tersendat. "Solusi?" tanyanya lemah, meski hatinya sudah merasa ngeri dengan apa yang mungkin akan dikatakan suaminya.

Raka tersenyum dingin, matanya menyipit seolah memandangnya dengan penghinaan. "Aku sudah membuat perjanjian dengan seseorang. Seorang pria kaya yang bersedia menanggung bebanmu. Kamu akan pergi bersamanya malam ini juga."

Kata-kata itu menghantam Alya seperti badai. Dia merasa seluruh tubuhnya lumpuh, tak mampu bergerak. "Kau... Kau serius, Raka?" suaranya pecah di antara isakan.

Raka mengangguk tanpa ragu, ekspresi di wajahnya tetap dingin. "Kau tak lagi berguna bagiku, Alya. Jika kau tak bisa memberiku keturunan, setidaknya kau bisa menjadi cara untuk membebaskan diriku dari segala beban."

Hati Alya hancur. Di satu sisi, ia ingin berteriak, memohon agar suaminya tak sekejam ini. Namun, di sisi lain, ia tahu bahwa harga dirinya tak akan membiarkan dia memohon pada pria yang telah mengkhianati cintanya. "Baik," katanya dengan suara yang nyaris berbisik, menahan air mata yang siap jatuh kapan saja. "Jika itu yang kau inginkan, aku akan pergi. Tapi ingat, Raka, suatu hari kau akan menyesali keputusanmu ini."

Alya dibawa ke sebuah hotel mewah oleh sopir yang diperintahkan Raka. Hatinya semakin sakit saat ia menginjakkan kaki di ruangan megah itu. Rasanya seperti mimpi buruk yang tak berujung. Di sana, di dalam ruangan yang terang dengan lampu kristal yang indah, berdirilah seorang pria dengan postur tegap dan tatapan tajam. Pria itu bernama Adrian, salah satu orang terkaya di kota ini.

"Alya," sapanya dengan suara dalam yang terkesan dingin namun penuh wibawa. "Saya sudah lama mendengar namamu."

Alya menatap pria itu dengan sorot mata penuh luka dan kebencian yang tak dapat disembunyikan. "Kenapa... kenapa Anda setuju dengan perjanjian ini?"

Adrian mengangkat bahu dengan sikap acuh tak acuh. "Karena aku membutuhkan seseorang di sisiku yang bisa kubawa ke berbagai acara tanpa harus terikat komitmen. Dan kebetulan, aku punya kekuasaan untuk mendapatkan apa pun yang aku inginkan."

Jawaban itu membuat Alya merasa semakin terjebak. Dalam hatinya, ia ingin lari, namun ke mana? Raka sudah meninggalkannya, dan keluarganya... ah, keluarga Alya tak pernah peduli padanya. Dia hanya seorang wanita yang dianggap tak berguna, sekadar 'barang' yang bisa dibuang sesuka hati.

"Aku bukan mainan yang bisa kau beli," Alya berbisik penuh luka.

Adrian tersenyum sinis. "Jika kamu punya pilihan lain, Alya, silakan pergi. Tapi aku tahu, kamu tak punya siapa-siapa lagi."

Kata-kata itu, meskipun tajam, tak bisa dibantah oleh Alya. Ia terdiam, merasakan kesedihan yang begitu mendalam. Malam itu menjadi malam penuh kehampaan dan kebencian yang terus menghantuinya. Alya merasa seperti terperangkap di dalam jerat tanpa akhir. Namun, ia tak sadar bahwa takdir akan segera membawanya pada kenyataan yang akan mengubah hidupnya selamanya.

Sebulan setelah malam kelam itu, Alya berdiri di depan cermin kamar mandi, menggenggam alat uji kehamilan yang menunjukkan hasil positif. Matanya tak berkedip, tubuhnya gemetar, dan dalam hatinya, perasaan campur aduk mulai memenuhi pikirannya. Ini adalah hal yang ia tunggu-tunggu selama delapan tahun, namun mengapa rasa bahagianya terasa pahit?

Anak ini... bukan anak Raka.

Alya jatuh terduduk di lantai, menangis tersedu-sedu. Bagaimana mungkin ini terjadi? Anak yang sangat diidamkannya, ternyata bukanlah anak dari pria yang selama ini menjadi suaminya. Kini ia dihadapkan pada pilihan sulit yang bisa menghancurkan atau menyelamatkan hidupnya. Alya tahu, apa pun keputusan yang diambilnya, hidupnya tak akan pernah sama lagi.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Muhammad Taufiq

Selebihnya
Kontrak Kedua, Istri Bayangan Sang Pewaris

Kontrak Kedua, Istri Bayangan Sang Pewaris

Miliarder

5.0

Aurora Ellis dikenal sebagai wanita karier yang cemerlang, dingin, dan tak kenal lelah. Di usia 32 tahun, ia berhasil menembus posisi strategis di perusahaan multinasional, namun hidupnya selalu jadi bahan bisik-bisik: "Terlalu ambisius, makanya belum laku." Kalimat itu seakan mengejarnya ke mana pun ia pergi. Suatu malam yang basah dan penuh badai, Aurora baru saja meninggalkan kantor setelah menyelesaikan tender penting. Di tengah kemacetan dan hujan deras, mobilnya dihantam keras oleh truk kontainer yang kehilangan kendali. Dentuman, kilatan, gelap. Aurora yakin itu akhir hidupnya. Namun ketika ia membuka mata, yang terasa bukan rumah sakit-melainkan seprai mahal, lampu gantung kristal, dan... tangan lelaki asing yang melingkari pinggangnya. Dan yang lebih mengejutkan: tubuhnya terasa berbeda. Malam itu bukan hanya ia masih hidup-ia baru saja menjalani malam pertamanya. Lelaki itu, Damian Aldridge, adalah pewaris salah satu kerajaan bisnis terbesar di negeri itu. Tenang, manipulatif, dan mematikan. Ia menjelaskan dengan datar: "Kau telah menandatangani kontrak. Kau istri keduaku. Kau akan mengandung ahli warisku." Aurora mendapati dirinya terperangkap dalam dunia gelap para elit-di mana cinta tak berarti apa-apa, dan rahasia keluarga dijaga dengan darah. Namun satu hal yang tidak Damian perhitungkan: Aurora bukan tipe wanita yang bisa dibeli. Bagaimana Aurora akan menghadapi pernikahan kontrak yang membelenggu, rahasia di balik keluarga Aldridge, dan rasa yang perlahan muncul terhadap suaminya yang dingin dan penuh luka?

Buku serupa

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

My Doctor genius Wife

My Doctor genius Wife

Amoorra

Setelah menghabiskan malam dengan orang asing, Bella hamil. Dia tidak tahu siapa ayah dari anak itu hingga akhirnya dia melahirkan bayi dalam keadaan meninggal Di bawah intrik ibu dan saudara perempuannya, Bella dikirim ke rumah sakit jiwa. Lima tahun kemudian, adik perempuannya akan menikah dengan Tuan Muda dari keluarga terkenal dikota itu. Rumor yang beredar Pada hari dia lahir, dokter mendiagnosisnya bahwa dia tidak akan hidup lebih dari dua puluh tahun. Ibunya tidak tahan melihat Adiknya menikah dengan orang seperti itu dan memikirkan Bella, yang masih dikurung di rumah sakit jiwa. Dalam semalam, Bella dibawa keluar dari rumah sakit untuk menggantikan Shella dalam pernikahannya. Saat itu, skema melawannya hanya berhasil karena kombinasi faktor yang aneh, menyebabkan dia menderita. Dia akan kembali pada mereka semua! Semua orang mengira bahwa tindakannya berasal dari mentalitas pecundang dan penyakit mental yang dia derita, tetapi sedikit yang mereka tahu bahwa pernikahan ini akan menjadi pijakan yang kuat untuknya seperti Mars yang menabrak Bumi! Memanfaatkan keterampilannya yang brilian dalam bidang seni pengobatan, Bella Setiap orang yang menghinanya memakan kata-kata mereka sendiri. Dalam sekejap mata, identitasnya mengejutkan dunia saat masing-masing dari mereka terungkap. Ternyata dia cukup berharga untuk menyaingi suatu negara! "Jangan Berharap aku akan menceraikanmu" Axelthon merobek surat perjanjian yang diberikan Bella malam itu. "Tenang Suamiku, Aku masih menyimpan Salinan nya" Diterbitkan di platform lain juga dengan judul berbeda.

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Dibuang Suami Diratukan Boss Dibuang Suami Diratukan Boss Muhammad Taufiq Romantis
“Dituduh tidak mampu memberikan keturunan, seorang wanita bernama Alya dikhianati oleh suami dan mertuanya. Setelah delapan tahun pernikahan tanpa kehadiran seorang anak, suami Alya memutuskan untuk "menjualnya" kepada seorang pria kaya dan berkuasa di kota itu, berharap bisa lepas dari tanggung jawab. Alya, yang merasa tidak punya pilihan, terpaksa menerima perlakuan tersebut. Namun, tak ada yang menyangka bahwa dari pertemuan malam itu, hidup Alya akan berubah selamanya. Sebulan kemudian, Alya mendapati dirinya hamil-dan bukan dari suaminya. Kini Alya dihadapkan pada dilema besar. Haruskah ia kembali pada suaminya yang telah menelantarkannya, atau merangkul masa depan bersama pria asing yang kini adalah ayah dari anak yang dikandungnya? Akankah Alya mendapat keadilan atas pengkhianatan yang ia alami, dan siapa yang akan bertanggung jawab atas anak yang ada dalam kandungannya?”
1

Bab 1 Dia tak pernah menyangka

03/11/2024

2

Bab 2 Alya terisak sendirian di kamar

03/11/2024

3

Bab 3 Beberapa bulan berlalu

03/11/2024

4

Bab 4 Hari sidang pun tiba

03/11/2024

5

Bab 5 Setelah sidang resmi berakhir

03/11/2024

6

Bab 6 Tanpa mengucapkan sepatah kata lagi

03/11/2024

7

Bab 7 Alya terbangun dengan rasa mual yang menggulung di perutnya

03/11/2024

8

Bab 8 kehamilan Alya semakin nyata

03/11/2024

9

Bab 9 Adrian akan selalu ada di sampingnya

03/11/2024

10

Bab 10 Di tengah semua kesulitan dan pengkhianatan yang dialaminya

03/11/2024

11

Bab 11 Alya mulai beradaptasi dengan kehidupannya sebagai seorang ibu

03/11/2024

12

Bab 12 Beberapa bulan berlalu sejak pertemuan terakhir Alya dan Raka

03/11/2024

13

Bab 13 Pergulatan Cinta dan Ancaman Masa Lalu

03/11/2024

14

Bab 14 Di perjalanan pulang

03/11/2024

15

Bab 15 Setelah pernikahan

03/11/2024

16

Bab 16 Membangun Masa Depan Tanpa Bayangan Masa Lalu

03/11/2024

17

Bab 17 Ujian Terberat Bagi Raka dan Nadya

03/11/2024

18

Bab 18 Kehamilan yang Menyita Perhatian

03/11/2024

19

Bab 19 Masa-masa sulit terus datang

03/11/2024

20

Bab 20 Nadya merasa ada perubahan besar dalam hidupnya

03/11/2024

21

Bab 21 Nadya merencanakan masa depan

03/11/2024

22

Bab 22 Perjuangan yang Belum Selesai

03/11/2024