Muhammad Taufiq
3 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Muhammad Taufiq
Ayahku Menikahi Pelakor
Romantis
Elvira / Lia, gadis cantik yang sejak kecil terbiasa hidup dalam kemewahan dan gemerlap pesta sosialita, harus rela meninggalkan segalanya saat rumah tangga orang tuanya runtuh. Perceraian pahit antara ayah dan ibunya menghempaskan Lia dari singgasana nyamannya, memaksanya menghadapi realita yang jauh dari glamor.
Ia memilih untuk tetap bersama ibunya, Miranda, yang hatinya hancur berkeping-keping, dan meninggalkan ayahnya yang kini hidup mewah bersama wanita yang pernah menjadi bayangan kelam masa kecil Lia-wanita yang merebut kebahagiaan keluarganya.
Kehidupan sederhana di rumah kecil pinggir kota bersama sang ibu dan Mbok Rini, mantan pelayan yang setia, menjadi tantangan terbesar dalam hidup Lia. Dari gadis yang terbiasa mendapatkan apa pun hanya dengan menunjuk, kini ia harus rela berjalan kaki di bawah terik matahari, belajar memasak dari nol, bahkan ikut berjualan kue keliling demi membantu menopang ekonomi keluarga.
Namun, di balik segala kepahitan dan kehilangan itu, Lia mulai menemukan makna baru dari kebahagiaan. Bukan dari pesta mewah atau barang bermerek, tapi dari tawa ibunya saat mereka memasak bersama, dari pelukan hangat Mbok Rini, dan dari kebersamaan yang tak ternilai harganya. Kontrak Kedua, Istri Bayangan Sang Pewaris
Miliarder Aurora Ellis dikenal sebagai wanita karier yang cemerlang, dingin, dan tak kenal lelah. Di usia 32 tahun, ia berhasil menembus posisi strategis di perusahaan multinasional, namun hidupnya selalu jadi bahan bisik-bisik: "Terlalu ambisius, makanya belum laku." Kalimat itu seakan mengejarnya ke mana pun ia pergi.
Suatu malam yang basah dan penuh badai, Aurora baru saja meninggalkan kantor setelah menyelesaikan tender penting. Di tengah kemacetan dan hujan deras, mobilnya dihantam keras oleh truk kontainer yang kehilangan kendali. Dentuman, kilatan, gelap.
Aurora yakin itu akhir hidupnya.
Namun ketika ia membuka mata, yang terasa bukan rumah sakit-melainkan seprai mahal, lampu gantung kristal, dan... tangan lelaki asing yang melingkari pinggangnya.
Dan yang lebih mengejutkan: tubuhnya terasa berbeda. Malam itu bukan hanya ia masih hidup-ia baru saja menjalani malam pertamanya.
Lelaki itu, Damian Aldridge, adalah pewaris salah satu kerajaan bisnis terbesar di negeri itu. Tenang, manipulatif, dan mematikan. Ia menjelaskan dengan datar: "Kau telah menandatangani kontrak. Kau istri keduaku. Kau akan mengandung ahli warisku."
Aurora mendapati dirinya terperangkap dalam dunia gelap para elit-di mana cinta tak berarti apa-apa, dan rahasia keluarga dijaga dengan darah.
Namun satu hal yang tidak Damian perhitungkan: Aurora bukan tipe wanita yang bisa dibeli.
Bagaimana Aurora akan menghadapi pernikahan kontrak yang membelenggu, rahasia di balik keluarga Aldridge, dan rasa yang perlahan muncul terhadap suaminya yang dingin dan penuh luka?
Dibuang Suami Diratukan Boss
Romantis Dituduh tidak mampu memberikan keturunan, seorang wanita bernama Alya dikhianati oleh suami dan mertuanya. Setelah delapan tahun pernikahan tanpa kehadiran seorang anak, suami Alya memutuskan untuk "menjualnya" kepada seorang pria kaya dan berkuasa di kota itu, berharap bisa lepas dari tanggung jawab.
Alya, yang merasa tidak punya pilihan, terpaksa menerima perlakuan tersebut. Namun, tak ada yang menyangka bahwa dari pertemuan malam itu, hidup Alya akan berubah selamanya. Sebulan kemudian, Alya mendapati dirinya hamil-dan bukan dari suaminya.
Kini Alya dihadapkan pada dilema besar. Haruskah ia kembali pada suaminya yang telah menelantarkannya, atau merangkul masa depan bersama pria asing yang kini adalah ayah dari anak yang dikandungnya? Akankah Alya mendapat keadilan atas pengkhianatan yang ia alami, dan siapa yang akan bertanggung jawab atas anak yang ada dalam kandungannya? Anda mungkin suka
Gairah Liar Dibalik Jilbab
Gemoy Kami berdua beberapa saat terdiam sejanak , lalu kulihat arman membuka lilitan handuk di tubuhnya, dan handuk itu terjatuh kelantai, sehingga kini Arman telanjang bulat di depanku.
''bu sebenarnya arman telah bosan hanya olah raga jari saja, sebelum arman berangkat ke Jakarta meninggalkan ibu, arman ingin mencicipi tubuh ibu'' ucap anakku sambil mendorong tubuhku sehingga aku terjatuh di atas tempat tidur.
''bruuugs'' aku tejatuh di atas tempat tidur.
lalu arman langsung menerkam tubuhku , laksana harimau menerkam mangsanya , dan mencium bibirku. aku pun berontak , sekuat tenaga aku berusaha melepaskan pelukan arman.
''arman jangan nak.....ini ibumu sayang'' ucapku tapi arman terus mencium bibirku.
jangan di lakukan ini ibu nak...'' ucapku lagi .
Aku memekik ketika tangan arman meremas kedua buah payudaraku, aku pun masih Aku merasakan jemarinya menekan selangkanganku, sementara itu tongkatnya arman sudah benar-benar tegak berdiri.
''Kayanya ibu sudah terangsang yaa''? dia menggodaku, berbisik di telinga.
Aku menggeleng lemah, ''tidaaak....,Aahkk...., lepaskan ibu nak..., aaahk.....ooughs....., cukup sayang lepaskan ibu ini dosa nak...'' aku memohon tapi tak sungguh-sungguh berusaha menghentikan perbuatan yang di lakukan anakku terhadapku.
''Jangan nak... ibu mohon....
Tapi tak lama kemudian tiba-tiba arman memangut bibirku,meredam suaraku dengan memangut bibir merahku, menghisap dengan perlahan membuatku kaget sekaligus terbawa syahwatku semakin meningkat.
Oh Tuhan... dia mencium bibirku, menghisap mulutku begitu lembut, aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya, Suamiku tak pernah melakukannya seenak ini, tapi dia... Aahkk... dia hanya anakku, tapi dia bisa membuatku merasa nyaman seperti ini, dan lagi............
Oohkk...oooohhkkk..... Tubuhku menggeliat!
Kenapa dengan diriku ini, ciuman arman terasa begitu menyentuh, penuh perasaan dan sangat bergairah. "Aahkk... aaahhk,," Tangan itu, kumohooon jangan naik lagi, aku sudah tidak tahan lagi, Aahkk... hentikan, cairanku sudah keluar.
Lidah arman anakku menari-nari, melakukan gerakan naik turun dan terkadang melingkar.
Kemudian kurasakan lidahnya menyeruak masuk kedalam vaginaku, dan menari-nari di sana membuatku semakin tidak tahan. "Aaahkk... Nak....!" Dari Omega Tanpa Serigala Menjadi Ratu Sang Alpha Rival
Oliver Quinn Tujuh tahun aku mengabdi pada Alexander, pasangan jiwa takdirku, membangun kerajaan bisnisnya dari nol.
Aku pikir aku akhirnya akan resmi menjadi Luna-nya, sampai aku berdiri di balik pintu kantornya yang sedikit terbuka.
Aku mendengar sendiri bagaimana dia berencana memanfaatkanku di upacara ikatan nanti hanya untuk menenangkan para Tetua kawanan.
Setelah posisinya aman, dia akan langsung mencampakkanku demi cinta pertamanya, Brianna, yang baru saja kembali.
"Dia Omega cacat tanpa wujud serigala. Dia seharusnya bersyukur aku bahkan meliriknya."
Ucapan Alexander terdengar begitu dingin dan penuh ejekan.
Dia bahkan menyerahkan proyek besar yang kubangun mati-matian selama berbulan-bulan kepada wanita itu sebagai hadiah selamat datang.
Alexander sangat yakin aku hanya akan menangis lemah dan menerima nasib karena aku tidak punya tempat untuk pergi.
Duniaku runtuh seketika. Demi pria ini, aku membuang beasiswa penuh ke sekolah Ivy League dan mengorbankan seluruh masa mudaku.
Tujuh tahun pengorbanan berdarah-darah itu ternyata hanya ilusi, dan aku hanyalah alat kenyamanan yang menyedihkan.
Tapi aku tidak menangis atau memohon seperti yang dia harapkan.
Aku membuang kopi favoritnya ke tempat sampah, menyusun surat penolakan pasangan secara resmi, dan menguras habis semua data strategisku dari server perusahaannya.
Lalu, aku membalas email tawaran pekerjaan dari Hamilton Santoso, seorang Lycan terkuat yang merupakan saingan bisnis terbesar Alexander.
Karena dia menganggapku tidak berharga, aku akan membakar kerajaannya sampai rata dengan tanah. Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
Keely Alexis Aku menarik tunanganku dari sebuah kecelakaan mobil beberapa detik sebelum mobil itu meledak. Api meninggalkan punggungku penuh dengan luka bakar yang mengerikan, tapi aku berhasil menyelamatkan nyawanya. Selama empat tahun dia koma, aku menyerahkan segalanya untuk merawatnya.
Enam bulan setelah dia sadar, dia berdiri di atas panggung konferensi pers untuk kembalinya. Seharusnya dia berterima kasih padaku. Sebaliknya, dia membuat pernyataan cinta yang megah dan romantis untuk Stella, kekasih masa kecilnya, yang tersenyum dari bangku penonton.
Keluarganya dan Stella kemudian membuat hidupku seperti di neraka. Mereka menghinaku di sebuah pesta, merobek gaunku untuk memperlihatkan bekas lukaku. Ketika aku dipukuli di sebuah gang oleh preman yang disewa Stella, Adrian menuduhku mengarang cerita untuk mencari perhatian.
Aku terbaring di ranjang rumah sakit, memar dan hancur, sementara dia bergegas ke sisi Stella karena wanita itu "ketakutan". Aku tak sengaja mendengar dia mengatakan bahwa dia mencintai Stella dan bahwa aku, tunangannya, tidak berarti apa-apa.
Semua pengorbananku, rasa sakitku, cintaku yang tak tergoyahkan—semuanya tidak ada artinya. Baginya, aku hanyalah utang yang harus dia bayar karena rasa kasihan.
Di hari pernikahan kami, dia menendangku keluar dari limosin dan meninggalkanku di pinggir jalan tol, masih dalam gaun pengantinku, karena Stella pura-pura sakit perut.
Aku melihat mobilnya menghilang. Lalu aku memanggil taksi.
"Ke bandara," kataku. "Dan tolong lebih cepat."