Istri Kampungan Kesayangan Presdir

Istri Kampungan Kesayangan Presdir

Aleena Mars

5.0
Komentar
41K
Penayangan
87
Bab

Santi gadis kampung yang mengadu nasib di kota demi membiayai adik-adiknya. Nasibnya bertemu dengan Bima seorang CEO dan Casanova yang senang berganti teman mesra, namun Bima luluh oleh kepolosan Santi yang gadis kampung.

Bab 1 Dibalik Pintu

Santi tersandung oleh kakinya sendiri karena menghindari kubangan jalan. Padahal jalanan disitu sudah diaspal sedemikian rupa, mungkin ini karena efek hujan deras semalam. High heels yang dipakai sampai patah sebelah sehingga mau tak mau harus mematahkan sisi yang lainnya agar seimbang.

Dengan jalan yang terseok-seok, dia melanjutkan langkah menuju ke sebuah perusahaan besar yang ada di seberang jalan. Santi menyeberang jalanan itu dengan perlahan, karena saking padatnya jalanan saat ini.

Namun baru saja sampai di tepi, Santi nyaris terjatuh lagi karena ada mobil berhenti mendadak di depannya. Mobil mewah berwarna hitam yang bisa dipastikan keluaran terbaru karena catnya yang masih mengkilap.

"Wah ... kapan aku bisa naik mobil semewah ini, ya?"

Tanpa sadar dia mengelus badan mobil tersebut. Dan ketika menyentuh bagian pintu, secara tiba-tiba keluarlah sang pemilik mobil dan brukk!! Santi terjatuh lagi.

"Ohhh ... maafkan aku! Aku buru-buru sampai nggak liat kalau ada orang!" ujar seorang lelaki berjas navy.

Dia mengulurkan tangannya untuk membantu Santi berdiri. Betapa tampannya lelaki yang seperti pangeran di dunia dongeng itu. Kulitnya yang putih bersih tampak bagus memakai jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.

"Nggak apa-apa! Terima kasih, ya!! Awwwhhhh ...!!" Santi merintih kesakitan dan secara tak sengaja malah berpegangan pada lelaki tampan itu dengan posisi yang hampir berpelukan.

"Hati-hati! Coba kamu duduk dulu di dalam mobil," ujarnya sambil membantu Santi duduk di jok mobil belakang.

Dengan sedikit berjinjit, Santi pun duduk menghadap keluar. Dan laki-laki itu meminta supirnya untuk mengambil kotak P3K yang ada di depan setelah melihat lutut Santi ternyata berdarah.

"Biar aku obati dulu lukamu, ya."

"Tapi ..."

"Udah, kamu diem aja!"

Lelaki itu pun membersihkan lutut Santi dengan posisi setengah menunduk. Dan mungkin karena posturnya yang terlalu tinggi itu, dia akhirnya berjongkok.

Santi yang mengenakan rok mini pendek itu merasa risih ketika menyadari lelaki tersebut mencuri pandang ke dalam roknya. Apalagi kulit mulus pahanya yang terekspos tepat di depan wajah lelaki itu.

"Jangan banyak bergerak!!" seru lelaki itu sambil menahan paha Santi. Ada desiran tersendiri yang dirasakan oleh Santi ketika lelaki itu menyentuh lembut pahanya.

Namun dengan cepat ditepisnya tangan itu setelah menyadari bahwa itu salah. "Maaf!!" ujar lelaki itu.

"Awwwhhh!!"

"Sakit??"

"Sedikit."

"Kamu mau kemana?"

"Aku mau melamar kerja di perusahaan Sanjaya Corporation. Hari ini aku interview," jawab Santi tanpa tau bahwa lelaki yang di depannya sekarang adalah Bima Sanjaya, CEO perusahaan tersebut.

"Owh ... semoga sukses, ya!" ucapnya setelah selesai memplester luka Santi.

"Ma-makasih! Aku masuk dulu, takut telat!" kata Santi seraya turun dari mobil dan membenarkan posisi roknya yang sedikit tersingkap.

"Aku akan mendapatkanmu sebentar lagi, lihat saja!!" kata Bima dengan senyum liciknya.

"Dia memang terlihat seksi," ujar Aldo, sahabat yang merangkap menjadi tangan kanan Bima. Lebih tepatnya orang yang mencarikan wanita-wanita cantik untuk menuntaskan nafsu Bima.

"Pastikan dia menjadi sekretarisku mulai besok!!"

"Apapun buatmu!" jawab Aldo yang memang sudah hafal dengan sifat Bima. Sekali dia mempunyai target, maka tidak akan dilepaskannya begitu saja.

***

"Ooohhh ... Bimm!! Jangan berhenti, teruss!!!" seorang wanita tengah duduk di atas meja kerja Bima dengan kaki yang terbuka lebar. Kepalanya mendongak ke atas merasakan dua benda kenyal miliknya sedang dihisap oleh Bima.

Tubuhnya membusung sehingga berada tepat di depan wajah Bima. Kakinya semakin melebar berharap Bima bermain di bawah sana. Tapi dia tak pernah melakukan sampai itu. Dia hanya suka merambah seluruh tubuh wanitanya dengan sentuhan jari.

"Ahhh ...!!" wanita itu makin blingsatan saat jari Bima masuk ke balik celananya. Dimainkannya celah surga dunia itu dengan gerakan jarinya. Digesek-gesek ke atas dan ke bawah secara berirama sehingga membuat wanita itu mendesah terus menerus.

Santi yang baru saja mulai bekerja hari itu merasa ada yang aneh dari ruangan bosnya. Dia memang belum bertemu langsung dengan bosnya karena katanya sedang ada tamu penting. Dan dia hanya diminta duduk di meja kerjanya yang ada di depan ruangan CEO itu.

Dengan jarak yang tak begitu jauh itu, Santi bisa mendengar samar suara seorang wanita yang meracau tak ada hentinya.

"Siapa sebenarnya tamu penting bos? Kenapa aku malah merinding sendiri dengernya? Jangan-jangan tamunya bukan manusia? Bisa aja dia memakai pesugihan, kan??" batin Santi sambil mengelus-elus tangannya.

"Mmmmhhhhh!!!"

Santi terlonjak kaget saat mendengar suara lenguhan yang cukup kencang dari dalam. Akhirnya dengan sedikit keberanian, Santi ingin mendapatkan jawaban atas rasa penasarannya.

Perlahan Santi mendekati pintu tersebut dan membukanya secara perlahan. Matanya langsung membulat sempurna ketika melihat seorang lelaki dewasa tengah berada dalam posisi menyusu seperti bayi pada seorang wanita.

Tangannya yang besar meremas salah satu yang lain dan sang wanita terlihat sangat menikmati permainan itu. Tangannya sampai memeluk kepala lelaki tersebut agar tak menghentikan aksinya.

Dilihatnya baju sang wanita berserakan di lantai, dan tak jauh dari sana ada sebuah dalaman yang bisa dipastikan itu adalah tempat menampung dua benda padat yang dimiliki wanita itu. Santi merasakan ada yang berkedut di bagian bawah miliknya melihat pemandangan itu.

Dia tak kuasa melihat lagi ketika sang wanita turun dari meja dan mendorong lelaki itu agar duduk di kursi. Dibukanya gesper yang melingkar di celana lelaki yang bisa dipastikan adalah bosnya itu. Dengan cepat, sang wanita langsung membuka resletingnya dan mengeluarkan sebuah benda dari sana.

Santi segera menutup kembali pintu tersebut dengan nafas terengah-engah. Pemandangan yang tak pernah dilihatnya selama di desa. Dia adalah gadis lugu yang tidak mengenal dunia liar semacam itu. Yang ada di pikirannya hanya bekerja dengan gaji besar dan bisa membantu keuangan keluarganya yang berkekurangan.

Saat dia duduk dan bersandar di kursi kerjanya, secara tak sengaja dia menekan tombol rahasia yang membuka celah untuk melihat apa yang terjadi di dalam. Santi menelan salivanya berulang kali ketika melihat sang wanita tengah berjongkok di tengah-tengah kaki sang bos.

"Dia, 'kan??" Santi menutup bibirnya saat melihat dengan jelas wajah lelaki yang ada di ruangan itu.

"Aku pasti salah lihat!!" katanya memantapkan hati dan kembali melihat dari celah tersebut. Namun, saat Santi melihat ke sana lagi, yang terlihat malah semakin membuatnya berdebar kencang.

Sang wanita tengah memegang milik sang bos dan menjilatnya layaknya es krim. Sesekali dikulumnya benda tersebut dan dihisapnya.

Bima yang menyadari bahwa sekretaris barunya tengah memperhatikannya bersikap seolah tidak menyadarinya. Dia sengaja menunjukkan aktivitas panasnya agar ketika tiba nanti gilirannya, dia tidak terkejut lagi.

Santi merasakan celana dalamnya basah entah karena apa. Dan karena itu dia memutuskan untuk pergi ke kamar mandi dan melihat apakah itu karena datang bulan atau bukan.

"Ini cairan apa??" tanyanya dalam hati, bingung. Selama ini dia tak pernah mengalami hal semacam itu. Segera dirapikan celananya kembali dan duduk di atas kloset duduk. Pikirannya kembali teringat pada kejadian yang dilihatnya tadi.

Ada rasa geli menjalar di tubuhnya saat mengingat bosnya tengah menyusu pada wanita tadi. Secara tak sadar, Santi memegang miliknya sendiri. Diremasnya dua benda montok yang ada di depan dadanya itu, sambil membayangkan bosnya itu melakukan hal sama padanya.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Aleena Mars

Selebihnya

Buku serupa

Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam

Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam

Juno Lane
5.0

Sabrina dibesarkan di sebuah desa terpencil selama dua puluh tahun. Ketika dia kembali ke orang tuanya, dia memergoki tunangannya berselingkuh dengan saudara angkatnya. Untuk membalas dendam, dia tidur dengan pamannya, Charles. Bukan rahasia lagi bahwa Charles hidup tanpa pasangan setelah tunangannya meninggal secara mendadak tiga tahun lalu. Namun pada malam yang menentukan itu, hasrat seksualnya menguasai dirinya. Dia tidak bisa menahan godaan terhadap Sabrina. Setelah malam penuh gairah itu, Charles menyatakan bahwa dia tidak ingin ada hubungan apa pun dengan Sabrina. Sabrina merasa sangat marah. Sambil memijat pinggangnya yang sakit, dia berkata, "Kamu menyebut itu seks? Aku bahkan tidak merasakannya sama sekali. Benar-benar buang-buang waktu!" Wajah Charles langsung berubah gelap. Dia menekan tubuh Sabrina ke dinding dan bertanya dengan tajam, "Bukankah kamu mendesah begitu tidak tahu malu ketika aku bersamamu?" Satu hal membawa ke hal lain dan tidak lama kemudian, Sabrina menjadi bibi dari mantan tunangannya. Di pesta pertunangan, sang pengkhianat terbakar amarah, tetapi dia tidak bisa meluapkan kemarahannya karena harus menghormati Sabrina. Para elit menganggap Sabrina sebagai wanita kasar dan tidak berpendidikan. Namun, suatu hari, dia muncul di sebuah pesta eksklusif sebagai tamu terhormat yang memiliki kekayaan miliaran dolar atas namanya. "Orang-orang menyebutku lintah darat dan pemburu harta. Tapi itu semua omong kosong belaka! Kenapa aku perlu emas orang lain jika aku punya tambang emas sendiri?" Sabrina berkata dengan kepala tegak. Pernyataan ini mengguncang seluruh kota!

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy
5.0

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku