Terjebak Cinta Tuan Arogan

Terjebak Cinta Tuan Arogan

Aleena Mars

5.0
Komentar
2.4K
Penayangan
96
Bab

Disaat melarikan diri, Maureen malah bertabrakan dengan seseorang yang tidak pernah diduga. MAx, pengusaha bertangan dingin yang tidak mudah disentuh. Namun, dia malah luluh saat melihat wajahnya. Membuat gadis itu terikat dengan pria arogan yang mencintai dengan caranya dan mengubah seluruh hidupnya.

Terjebak Cinta Tuan Arogan Bab 1 Ekslusif dan Bersegel

Brukk! Dia didorong dengan kasar hingga jatuh ke sofa.

"To-tolong, tolong aku, Kak, ... aku mohon tolong aku!" Tubuh gadis itu bergetar hebat.

Keringat dingin mengalir di sekujur tubuhnya.

Dia, kini berada dalam satu ruangan remang dengan suara musik yang cukup keras, hingga membuat telinganya tidak dapat mendengar dengan baik.

Beberapa orang laki-laki memandangi dengan tatapan yang sulit diartikan.

Mereka semua tertawa dan terlihat sangat menantikan sesuatu yang akan membuat mereka senang.

Gadis itu seperti masuk ke dalam sarang serigala kelaparan.

"Adikku sayang tenanglah sedikit. Sebentar lagi kau akan merasakan enak!" ucap gadis berambut keriting dan pirang. Dengan make-up yang terlihat tebal, baju yang dikenakannya terlihat kekurangan bahan.

Dia mencengkram kasar wajah gadis itu yang terlihat ketakutan. Air matanya sudah membasahi pipinya yang chubby.

"Ka-kakak? Kak Shasa ada disini juga, tolong aku kak! Aku tidak mengenal mereka!" pekiknya.

Dia menggenggam erat tangannya penuh harap. Berharap dia mendapatkan pertolongan dari kakaknya.

"Menolongmu, tentu saja aku akan menolongmu. Tapi, sebelum itu kau harus membantu kakakmu ini. Oke?" ucapnya dengan seringai licik yang tak dimengerti oleh gadis itu.

"Membantu apa Kak? Asalkan bisa keluar dari tempat ini, aku akan membantumu!" ucapnya dengan air mata yang masih berlinang.

Segenap harapan yang tersisa. Dia hanya bisa menggantungkan keselamatannya kali ini dengan memohon kepada sang kakak.

"Kau memang gadis yang penurut dan baik hati, Maureen! Kakak tak salah memilihmu!"

Shasa mengusap kepala adiknya dengan sangat lembut. Membantu adiknya tenang dari kondisi yang membuatnya seperti orang gila.

Beberapa saat Shasa tampak menenangkan hati adiknya. Dia memberikan minuman untuk adiknya.

Maureen menolaknya, karena dia tidak tahu minuman apa yang kakaknya berikan.

Namun, ancaman dari kakaknya membuatnya terpaksa meminum.

Kakaknya, mengancam akan menghentikan semua perawatan yang sedang dijalankan oleh ibunya. Mana tega seorang anak membiarkan ibunya tersakiti begitu saja didepan matanya.

"Anak pintar, kau memang anak yang berbakti. Tunggu disini sebentar. Aku keluar mencari camilan!" Seringai licik memberikan kode pada beberapa laki-laki yang sudah tak sabar menunggu dari tadi.

Mereka langsung bersemangat saat mendapatkan kode dari Shasa.

"Aku ikut saja kak. Aku tidak mau ditinggal sendiri. Disini sangat menakutkan!"

Maureen memegangi lengan kakaknya dengan sangat erat. Dia tak ingin melepaskan.

Apalagi dia melihat sorot mata-mata yang seperti akan menelannya hidup-hidup.

"Apa yang harus ditakutkan? Mereka semua teman-teman kakak, Maureen sayang. Tenang saja, mereka pasti akan memperlakukan dirimu dengan sangat baik."

Sasha kembali berkata sesuatu yang tak dimengerti olehnya.

Kenapa kakaknya terus saja ngotot meninggalkan dia bersama laki-laki yang tak dikenalnya.

Dia pun berpikir, pasti ada sesuatu yang tak beres.

"Pokoknya aku ikut Kakak, Aku tidak mau ditinggalkan sendiri disini!" cetusnya. Tetap menggenggam erat lengan kakaknya.

Sasha sedikit geram, dia merasa adiknya sudah dapat membaca rencananya.

Jadi, dia putuskan, "Kakak, akan berbicara dengan mereka. Kamu tidak usah khawatir. Jika mereka macam-macam denganmu. Mereka semua, kakak sendiri yang akan menghajarnya!" Sasha berkelit, memberikan keyakinan pada Maureen agar dia bisa pergi darinya.

"Be-benar, Kak? Janji, Kakak jangan lama-lama!"

"Uhm!" Sasha tersenyum penuh kemenangan. Perlahan melepaskan pegangan adiknya tadi. Kemudian dia berjalan menghampiri mereka dan berkata,

"Dia masih eksklusif dan tersegel. Aku jamin kalian akan puas malam ini. Transfer sekarang juga!" ucapnya.

Namun, matanya melirik Maureen dengan senyuman yang berbinar yang memperhatikannya dari di sudut sofa.

"Kemana kakak pergi? Kenapa dia lama sekali. Apa yang sebenarnya sedang terjadi kenapa dia meninggalkanku disini?"

Batin Maureen melihat sekitar ruangan yang sudah dipenuhi dengan kepulan asap rokok dan beberapa orang laki-laki yang bahkan Maureen tak mengenalnya.

Maureen mencoba merogoh tas mencari ponsel dan mencoba menghubungi Sasha.

Tapi, meskipun sudah beberapa kali dia coba. Telepon Shasa tidak bisa dihubungi. Nomornya mendadak tidak aktif.

"Maureen?" seorang laki-laki bertubuh gendut dengan kepedean tingkat tinggi menghampiri lalu menyerobot duduk di sebelahnya.

Dia terlihat tak sabaran. Sejak kepergian Sasha dia terus saja mengincarnya. Seperti kucing garong ketemu tulang ikan. Siap menerkamnya kapan saja.

"I-i-ya, kau siapa?" Maureen bergeser duduk memberikan jarak.

Dia jenggak dengan lelaki tadi yang langsung menaruh tangan pada pinggangnya.

"Aku, Roland. Apa Shasa tidak berbicara padamu tadi? Uhm, kalau malam ini kita ada kencan!" ucapnya tanpa basa basi meraih dan menciumi rambut Maureen, menatapnya penuh nafsu.

"Kencan? Kakak nggak membahas apapun tadi soal kencan ini. Dia hanya bilang akan keluar sebentar membeli camilan."

Batin Maureen bergemuruh kembali. Semakin merasa tidak beres.

"Ma-af mungkin kau salah mengenali orang dan aku bukan Maureen yang kau maksud!" tegas Maureen berusaha menguatkan hati yang tak bisa dijabarkan. Rasanya seperti gado-gado, bercampur aduk.

"Kau, Maureen Angelia kan? Dan, Sasha Angelica tadi kakakmu kan? Dia sudah bilang padaku, kalau kau bersedia kencan denganku malam ini," ucapnya.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Bagaimana bisa kakaknya menjebak sang adik untuk melakukan kencan buta seperti ini.

Dia bahkan tak meminta persetujuan darinya untuk melakukan ini semua.

Ponselnya bergetar. Maureen melirik ponselnya.

Akhirnya orang yang dia tunggu menelpon, "Ha-hallo, kak Shasa, kau ada dimana? Kenapa belum juga datang aku sudah menunggumu sejak tadi."

Maureen berbicara setengah berteriak karena suaranya hampir benar-benar tidak terdengar oleh dirinya sendiri.

Suara musik dalam ruangan bergema semakin sangat keras.

Orang bernama Roland terus menatap Maureen dengan intens.

Menatapnya dari ujung rambut hingga kaki. Memperhatikan setiap detail lekuk tubuh gadis itu. Walaupun penampilannya biasa saja, bagi laki-laki hidung belang seperti itu tidak akan dipermasalahkan.

Apalagi, dia sudah dijanjikan oleh Sasha bahwa Maureen masih tersegel dengan sangat rapi.

"Maureen, maaf kakak tidak bisa datang kesana. Kakak ada urusan mendadak dan disana sudah ada Roland kan? Dia akan menggantikan kakak untuk menemanimu!" ucapnya terdengar sangat enteng.

Dia bahkan tega meninggalkan adiknya bersama kumpulan para lelaki yang tak dikenal.

"Roland? Siapa dia kak? Aku bahkan tidak mengenalnya? Bisakah kakak datang sekarang? Aku tidak kenal siapapun disini, kak!" Maureen setengah merengek agar dituruti oleh kakaknya.

"Ayolah, Maureen bantu kakak dan keluarga kita kali ini. Temani, Roland ya. Jadilah anak yang baik dan berbakti. Kau kan masih sangat menginginkan biaya perawatan untuk ibumu? Kau harus bisa menemani dan membuatnya puas malam ini!" perkataan yang membuat tubuhnya bergetar.

Bagaimana bisa kakaknya menyuruh adiknya untuk menemani seorang laki-laki.

Ah ... tidak bukan seorang melainkan ada empat orang disana. Sepertinya untuk kakaknya itu hal yang biasa dan lumrah.

"Menemani? Maksudnya apa kak? Aku tidak mengerti. Aku mohon kak, kembalilah kesini. Aku benar-benar takut sendirian disini!" sambil berbicara Maureen terus melirik kearah Roland.

Dia sudah terlihat semakin tidak sabar dan

bangkit dari duduknya. Menghampirinya.

"Bagaimana?" ucapnya.

Belum selesai dia berbicara dengan kakaknya. Tangan Roland langsung melingkar di pinggang dengan bebas.

Maureen terus bergerak dan menghempaskan tangan nakal laki-laki itu. Sasha sudah memutuskan telepon.

"A-aku, tidak bisa!" tegasnya.

Dia menolak laki-laki gendut menyebalkan yang akan menariknya duduk kembali bersama dengan para lelaki lainnya.

"Ayolah, jangan pura-pura sok polos. Masa yang seperti ini saja kau tidak mengerti! Aku dan yang lain sudah bayar mahal dirimu! Jadi, jangan buat kami kecewa malam ini!" dia terus memaksanya untuk ikut.

Menarik paksa hingga tubuh gadis itu terhuyung. Jatuh ke beberapa pangkuan laki-laki yang tak dikenal.

Mereka tertawa dengan sangat puas. Mempermainkan Maureen seperti boneka yang baru dibelinya.

Menyentuh rambut, mencubit pipinya yang chubby dan sesekali menggerayangi tubuhnya dengan bebas.

"Arrgghh!!" pekiknya.

Dia terus berusaha melepaskan diri dari sergapan orang yang menantikannya terus berteriak.

Sekali Maureen berteriak membuat mereka yang sudah panas terbakar oleh minuman semakin bergelora.

Mereka siap menyantap Maureen seperti ayam tanpa tulang. Mereka tinggal melumat Maureen pelan-pelan secara bergantian.

"Roland, siapa dulu nih? Aku sudah tak kuat lagi menahannya!" salah satu dari mereka berkata dengan sangat menjijikan.

Terdengar di telinga Maureen sungguh memekakan.

Dia bahkan tak mengira hal buruk seperti

ini akan terjadi pada dirinya.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Aleena Mars

Selebihnya

Buku serupa

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Terjebak Cinta Tuan Arogan Terjebak Cinta Tuan Arogan Aleena Mars Romantis
“Disaat melarikan diri, Maureen malah bertabrakan dengan seseorang yang tidak pernah diduga. MAx, pengusaha bertangan dingin yang tidak mudah disentuh. Namun, dia malah luluh saat melihat wajahnya. Membuat gadis itu terikat dengan pria arogan yang mencintai dengan caranya dan mengubah seluruh hidupnya.”
1

Bab 1 Ekslusif dan Bersegel

18/05/2025

2

Bab 2 Tak Ingin Melepaskan

19/05/2025

3

Bab 3 Raja Serigala

19/05/2025

4

Bab 4 Wilayahku

20/05/2025

5

Bab 5 Tidak Tahan

07/06/2025

6

Bab 6 Kakak Licik

12/06/2025

7

Bab 7 Tidak Adil

13/06/2025

8

Bab 8 Makan Malam

14/06/2025

9

Bab 9 Kucing Liar

14/06/2025

10

Bab 10 Pria Domian

16/06/2025

11

Bab 11 Membeliku

17/06/2025

12

Bab 12 Wanitaku

17/06/2025

13

Bab 13 Tinggalah Bersamaku

18/06/2025

14

Bab 14 Musim Semi

18/06/2025

15

Bab 15 Iblis Gila

19/06/2025

16

Bab 16 Melampiaskan Kemarahan

21/06/2025

17

Bab 17 Minta Bantuan

22/06/2025

18

Bab 18 Milikku

23/06/2025

19

Bab 19 Prioritas

23/06/2025

20

Bab 20 Kucing Nakal

25/06/2025

21

Bab 21 Bukan Burung Dalam Sangkar

25/06/2025

22

Bab 22 Dimakan Oleh Nya

26/06/2025

23

Bab 23 Kehangatan Hati

27/06/2025

24

Bab 24 Tidak Tenang

27/06/2025

25

Bab 25 Debaran Aneh

27/06/2025

26

Bab 26 Hancurkan Semua

28/06/2025

27

Bab 27 Memakanmu

28/06/2025

28

Bab 28 Debaran

28/06/2025

29

Bab 29 Perjanjian Terpaksa

29/06/2025

30

Bab 30 Sakit Hati

29/06/2025

31

Bab 31 Hanya Mimpi

29/06/2025

32

Bab 32 Bajuku Robek Lagi

30/06/2025

33

Bab 33 Wanita Murahan

01/07/2025

34

Bab 34 Hebat dan Kuat

01/07/2025

35

Bab 35 Menyebalkan

01/07/2025

36

Bab 36 Keki

02/07/2025

37

Bab 37 Persaingan

02/07/2025

38

Bab 38 Tidak Memuaskan

02/07/2025

39

Bab 39 Cobalah Pergi

02/07/2025

40

Bab 40 Bebas

03/07/2025