Bukan Ipar Penggoda

Bukan Ipar Penggoda

Leo girls

5.0
Komentar
5.8K
Penayangan
27
Bab

Maura Anabella harus kehilangan kesucian akibat ulah kakak iparnya yang sedang mabuk.

Bukan Ipar Penggoda Bab 1 Hilang Kesucian Di Ranjang Kakak Ipar

"Aakh...!!sakit mas..!!kumohon berhentilah..!!"

Maura gadis cantik itu memohon ampun pada Dewa Allandra,lelaki yang saat ini sedang memompa tubuhnya dengan brutal. Lelaki itu tak menghiraukan permohonan gadis cantik yang kini hilang kesuciannya.

"Tubuhmu sangat nikmat sayang,aku tak bisa berhenti sebelum hasratku tertuntaskan."sahut Dewa yang masih begitu semangat memacu tubuhnya di atas tubuh molek adik iparnya tersebut.

Ya,Dewa adalah suami dari Maulina Arabella yakni kakak dari Maura Anabella. Lelaki itu menikahi Mauli sekitar dua tahun yang lalu. Maulina atau kerap di sapa Mauli berprofesi sebagai model.

Wanita itu jarang pulang karena menjadi model profesional,dengan segala tuntutan profesinya,Mauli tak bisa memberikan perhatian pada Dewa yang di landa kesepian.

Meskipun begitu,Dewa begitu sabar menjalani hubungan yang menurutnya tak sehat ini.

Belakangan ini,Dewa merasa Mauli semakin mengabaikannya. Lelaki itu mulai menaruh curiga pada sang istri yang mulai jarang memberi kabar padanya.

Malam ini Dewa menggila setelah ia kalah tender dari saingannya yang merupakan mantan kekasih dari sang istri.

Lelaki itu pergi ke bar dan melampiaskan amarahnya pada minuman keras. Hingga tengah malam,Dewa masih berada di dalam bar dengan kondisi mabuk berat.

Lelaki itu tak bisa pulang lantaran kondisinya yang mabuk parah,alhasil Rio sang asisten lah yang terpaksa harus bekerja keras menyeret manusia itu untuk pulang.

Kebetulan malam ini akhir pekan dan Maura tengah berada di rumah sang kakak saat ini. Seperti biasa,gadis yang memilih hidup bersama sang nenek, setelah kedua orang tuanya meninggal dalam sebuah kecelakaan itu,ia akan selalu berkunjung kerumah kakak iparnya untuk bertemu Mauli kakaknya di setiap akhir pekan dan menginap di sana.

Dan apesnya,malam ini Maura menginap saat sang kakak ipar dalam kondisi tak terkendali akibat minuman keras,di tambah lagi sang kakak tak pulang karena ada pemotretan di luar kota.

Gadis itu terkejut ketika membuka pintu dan mendapati sang kakak yang di papah oleh asistennya. Ia meminta Rio untuk membawa kakak iparnya ke dalam kamar lelaki itu.

Setelah kepergian Rio,gadis itu berusaha membantu kakak iparnya untuk berganti pakaian karena pakaian yang di pakai oleh Dewa sudah kotor bekas muntah dan tumpahan wine berbau menyengat.

Karena dalam keseharian Maura dan kakak iparnya lumayan akrab,ia tak merasa canggung untuk menggantikan baju kakak iparnya. Hanya sebatas atasannya saja,begitu pikir gadis itu.

Ia tak menyangka jika akhirnya lelaki mabuk itu justru tak terkendali saat ia mulai membuka pakaiannya,lelaki itu mulai melampiaskan kegilaannya akibat terpengaruh minuman keras.

Dewa memaksa menggauli Maura yang saat itu dalam pandangannya adalah Mauli sang istri.

Dan berakhirlah Maura yang kini menangis dalam kukungan di bawah tubuh lelaki itu karena kini gadis itu sudah hilang kesucian akibat ulah kakak iparnya.

Lelaki itu dengan liar terus bergerak diatas tubuh Maura mencari puncak kenikmatannya sendiri.

Si cantik hanya bisa pasrah dan menangis,mahkota yang ia jaga selama ini dan akan ia persembahkan untuk sang suami kelak,kini telah terkoyak tak bersisa.

Hampir satu jam kakak iparnya menikmati permainan panas itu sampai akhirnya..

"Argh....aku sampai sayang!!" Dewa menggeram melepaskan puncak kenikmatan yang ia dapatkan. Lelaki itu menanamkan benih dalam rahim adik iparnya sendiri.

Usai pelepasan,lelaki itu langsung terkulai dan pulas. Maura mendorong tubuh lelaki itu dengan sisa tenaganya agar beranjak dari atas tubuhnya.

Menangis,hanya itulah yang dapat Maura lakukan atas kejadian yang menimpanya. Ia tak mungkin mengadukan hal ini pada Mauli kakaknya atau hal ini akan menghancurkan rumah tangga kakaknya.

Meratapi nasib,itulah yang terjadi. Maura menangis sejadi -jadinya,tubuh polosnya yang berhias peluh memeluk lutut di atas ranjang sang kakak ipar yang menjadi saksi bisu atas hilangnya kesucian yang ia miliki.

Apa yang sudah hilang tak mungkin ia miliki lagi,kini tak ada lagi Maura gadis cantik yang masih suci. Yang ada hanyalah Maura yang kini telah ternoda. Mahkota yang kelak akan menjadi kebanggaan yang akan ia persembahkan pada tambatan hatinya kelak,kini telah sirna.

Lalu bagaimana ia akan menjalani kehidupan setelah ini??

"Oma..hiks..hiks..maafkan aku,aku tidak bisa menjaga kehormatanku,hiks.." Maura kembali terisak.

Ia mengangkat pandangannya,ia tatap lelaki yang kini sudah pulas usai menembakkan lahar putihnya ke rahim gadis itu,entah mengapa Maura tak bisa membenci lelaki yang merenggut kesuciannya tersebut.

Mungkin karena Dewa selalu bersikap baik kepadanya selama ini,gadis itu selalu mendapatkan apa yang ia inginkan jika ia mau merengek pada kakak iparnya tersebut,hubungannya terjalin cukup baik dengan sang ipar,tapi ia tak pernah menyangka bahwa hari seperti ini akan menghampirinya.

Seseorang yang ia anggap sebagai malaikat pelindung,ternyata merampas hal yang paling berharga yang ia miliki.

"Bagaimana jika mbak Mauli sampai tahu kejadian ini??"gadis itu terus bermonolog dengan diri sendiri.

Sesekali Maura menggeleng dan memukul kepalanya sendiri memaksa otak sempitnya untuk berpikir keras agar menemukan solusi terbaik dalam memecahkan masalah ini. Ia tak mungkin menjadi duri dalam pernikahan kakaknya sendiri.

Cukup lama Maura terus bergelung dengan pikirannya sendiri,namun hingga menjelang pagi,gadis itu sama sekali tak menemukan solusi. Ia tak dapat menerka apa yang akan terjadi pada dirinya kedepannya setelah kejadian ini.

Bersambung...

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku