Takdir Cinta Nadia

Takdir Cinta Nadia

Degk_Nur

5.0
Komentar
290
Penayangan
51
Bab

Semenjak ibunda tercintanya tiada, dia harus menjalani kehidupan yang begitu pahit. Dia harus menerima kenyataan bahwa ibu tirinya telah menjodohkannya dengan Marvel, laki-laki kaya dan kasar kepadanya. Sedangkan ayah kandungnya selalu membela ibu tirinya daripada mendengarkannya. Ia akhirnya harus berjuang untuk tetap semangat menjalani hari bersama laki-laki yang tak pernah dia cintai. Pernikahan yang dia jalani, jauh berbeda dengan yang pernah dia harapkan. Di balik penderitanya dia tidak pernah berputus asa, demi menjalankan amanah almarhumah ibunda tercinta, panggil saja dia Nadia. Akankah Nadia bertahan dengan pernikahannya?

Takdir Cinta Nadia Bab 1 Ketidak Adilan

Dalam hidup, kita tidak bisa menentukan takdir yang akan kita jalani. Kita hanya bisa berusaha dan berdoa untuk hidup kita, meski terkadang semua itu tidak seperti yang kita harapkan. Seperti yang dialami oleh Nadia, seorang gadis cantik di desanya. Gadis penurut dan selalu patuh kepada orang tuanya, bahkan perihal jodoh sekalipun. Sifatnya yang polos dan pendiam, membuat dia semakin teraniaya.

"Hidup mu akan terjamin! Jika kamu menikah dengan Marvel!" ujar Inez memaksa.

Inez adalah ibu tirinya, sedangkan ibu kandung Nadia sudah lama meninggal. Ayahnya yang bernama Hendra memutuskan menikah lagi, setelah ibunya pergi.

"Bagaimana mungkin, aku menikah dengan orang yang sama sekali tidak ku kenal?" Nadia mencoba memberikan pengertian kepada ayah dan ibu tirinya.

"Bagaimanapun... Kamu harus menurut apa kata Ayah, Nadia!" bentak Ayahnya.

'Percuma, aku menjelaskan semuanya. Ayah juga tidak akan mungkin mendengarkan ku,' pikir Nadia. Nadia sudah tidak tahan dengan perlakuan ayah dan ibu tirinya, hatinya begitu sakit. Bahkan air matanya yang sedari tadi dibendung, kini jatuh perlahan membasahi pipinya.

Semenjak ayahnya menikahi Inez, ayahnya berubah. Ayah yang begitu menyayangi gadis semata wayangnya, justru tega memaksa. Hanya karena harta, ayahnya rela anaknya menikah dengan laki-laki yang buruk perilakunya.

Ayahnya sudah gila harta, semenjak istrinya Inez, suka menghabiskan uang ayahnya. Keluarga Nadia adalah keluarga yang begitu harmonis dahulu, namun semenjak ayahnya terpikat oleh Inez, semuanya berubah.

Nadia dengan pasrah mengikuti apa yang dikatakan oleh ayahnya, dia berlalu pergi ke kamarnya dan menangis sejadi-jadinya.

"Kenapa ayah begitu tega kepadaku, begitu juga kepada ibuku." Nadia menangis dengan memegang bantal guling kesayangannya.

Tidak lama kemudian, Nadia terlelap dalam tidurnya. Batin yang sudah lelah, harus dia istirahatkan.

Jam baru menunjukkan pukul 01.00 dini hari, Nadia terbangun dalam tidurnya. Dia menyempatkan untuk sholat malam dan berdo'a.

"Ya Allah ya rabb, hamba yakin bahwa Engkau tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan. Hamba yakin, bahwa Engkau sudah menulis semua takdir manusia di bumi ini. Hamba juga yakin, bahwa Engkau juga maha tahu yang terbaik untuk hamba. Maka, berikanlah hamba kekuatan ya Allah, agar hamba bisa melewati semua ini." Tidak terasa air mata Nadia bercucuran kembali, dia sudah tidak kuasa menahan segala rasa. Dia terus teringat akan Almarhumah ibunya, ibu yang begitu dia sayangi. Nadia tidak lupa untuk mendoakan sang ibunda yang mungkin sudah bahagia di alam sana.

"Jujur aku rindu, Bu," kata Nadia sembari memegang foto ibunya satu-satunya, setelah semua foto yang dia punya sudah tiada, sebab Inez telah membakarnya.

"Sungguh kejam ibu Inez, Bu." Nadia terus saja memeluk foto ibunya.

Dia sudah tidak kuat menjalani hari demi hari, semua cita-citanya musnah. Padahal dulu, ketika ibunya masih hidup. Nadia berjanji akan menjadi seorang dokter, Nadia ingin menyembuhkan segala luka. Termasuk penyakit kanker, sebab ibunya yang sudah lama menderita penyakit itu.

Ayahnya berselingkuh dengan Inez, ketika ibu Nadia sakit-sakitan. Ayahnya juga kerap kali marah kepada ibunya, lantaran ibunya sakit dan tidak bisa menjaga kesehatannya sendiri.

Ayahnya begitu egois, ayahnya yang hanya memikirkan kesenangannya saja.

"Andai aku bisa memilih, aku akan memilih bersamamu, Bu." Nadia begitu sedih malam ini. Sehingga tidak terasa, dia kembali terlelap dengan mukenah yang sedari tadi dikenakannya.

Azan subuh berkumandang, Nadia kembali melaksanakan kewajibannya. Dia bersiap-siap mandi, setelah itu dia sholat. Dia juga tidak lupa membaca Al-Quran, seperti hari-hari biasanya. Dirumah peninggalan dari ibunya, Nadia berperan selayaknya pembantu. Nadia yang harus mengurus semuanya, Inez yang berperilaku bagaikan ratu, selalu semena-mena kepadanya.

'Pagi juga sudah hampir, akankah tidak ada keajaiban untuk ku. Agar Marvel tidak jadi menikahi ku.' Nadia bergumam sembari memasak di dapur.

"Nadia... cepat! Aku sudah lapar, lama sekali sih!" teriak Inez dari ruang makan.

Nadia terus saja melamun, hingga teriakan ke tiga kalinya, Nadia tersadar.

"Iya, Bu. Sebentar lagi matang," jawab Nadia dengan buru-buru memasak.

"Ini sarapannya, Bu." Nadia meletakkan nampan dan masakannya di atas meja.

Belum sempat Nadia kembali ke dapur, tiba-tiba masakannya di lempar begitu saja.

"Tiarrr...." Suara piring pecah.

"Masakan apa ini, kamu mau membunuhku!?" Inez naik pitam.

"Ti-da-k, Bu." Nadia gugup.

"Coba kamu cicipi, biar kamu juga tahu rasanya seperti apa!" Inez mendorong Nadia ke lantai, tepat di posisi piring yang berserakan. Perlahan tangan Nadia tergores, kali ini jari jemarinya yang indah itu telah penuh dengan sayatan luka dari belahan piring yang pecah.

"Ada apa ini?" tanya Ayahnya ketika melihat adegan yang tidak baik itu.

"Ini lo yah, anakmu ingin meracuniku," ucap Inez, Inez yang memang suka membesar-besarkan masalah.

"Tidak, Ayah. Aku tidak bermaksud seperti itu," ucap Nadia menjelaskan. Akan tetapi, usaha Nadia sia-sia. Tetap saja, ayahnya lebih membela Inez.

"Kamu ini, anak yang tidak tahu di untung. Kamu harusnya bersyukur, ibu Inez telah baik hati menggantikan ibumu yang penyakitan itu."

Mendengar kata-kata yang begitu kasar dari ayahnya, Nadia kembali menangis tersedu-sedu.

'Ayah memang sudah berubah. Aku tidak menyangka, kalau ayah akan seperti ini.' Tetesan air mata Nadia kali ini menunjukkan, bahwa begitu dalam sakit hati yang dia rasakan. Dia hanya bisa terdiam dan menikmati rasa yang ada.

Setelah adegan menyedihkan itu terjadi, akhirnya jam sudah menunjukkan pukul 07.00 pagi.

_Tok tok tok_

Ada suara ketuk pintu.

Inez yang membuka pintu, ternyata Marvel datang. Dari tatapan wajah Marvel, dia sudah tidak sabar ingin menikahi Nadia.

"Jadi kan, aku menikah dengan Nadia," kata Marvel.

"Jelas jadi," ucap Inez tampak bersemangat.

Ruang tamu sudah dihias sebagus mungkin, tampak bunga-bunga warna putih disetiap tembok. Meja sudah berjejer rapi dan penghulu juga segera menyusul untuk datang ke lokasi, semua itu sudah direncanakan dan diatur oleh Inez sedari pagi sebelum jam 07.00. Pesta pernikahan kecil-kecilan ini memang sengaja Inez persembahkan kepada Nadia, selain mengirit biaya, pernikahan ini juga dapat diselesaikan dengan waktu yang sesingkat-singkatnya. Padahal, uang dari Marvel begitu banyak untuk mempersiapkan pesta itu. Namun, karena keserakahan Inez membuat dia melakukan hal ini. Para tamu undangan juga tidak banyak, hanya tetangga terdekat saja. Tidak lupa juga dihadiri ayah dan ibu tirinya sebagai wali dari Nadia. Tiga puluh menit berlalu, akhirnya Nadia menikahi seorang duda beranak satu itu.

Marvel tidak hanya laki-laki yang kasar dan penuh dengan ambisi kepadanya. Namun, Marvel juga laki-laki yang suka memukul Nadia semenjak awal berkenalan dengannya.

'Bagaimana dengan ku nanti, sebelum menikah saja. Marvel begitu kasar kepada ku.' Nadia berpikir begitu panjang.

Kali ini, Nadia semakin tertekan. Nadia yang selalu mencoba untuk tegar, dia yang mencoba untuk tidak menceritakan kesedihannya kepada siapapun. Nadia yang selalu di tindas oleh orang-orang di sekitarnya, mencoba untuk terlihat ceria dan baik-baik saja.

Mungkin karena begitu banyak luka yang dia terima, sehingga dia begitu mahir dalam berpura-pura.

Nadia yang masih saja mencari cara, agar dia bisa terlepas dengan segala kesulitan yang di hadapinya.

Nadia yang juga masih bersikeras untuk mencoba bangkit dan meraih cita-cita yang sudah dia rencanakan ketika ibunya masih ada.

Nadia yang begitu kuat menjalani badai kehidupan yang dia sendiri tidak mengerti, apa yang akan terjadi padanya.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Degk_Nur

Selebihnya

Buku serupa

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

My Doctor genius Wife

My Doctor genius Wife

Amoorra

Setelah menghabiskan malam dengan orang asing, Bella hamil. Dia tidak tahu siapa ayah dari anak itu hingga akhirnya dia melahirkan bayi dalam keadaan meninggal Di bawah intrik ibu dan saudara perempuannya, Bella dikirim ke rumah sakit jiwa. Lima tahun kemudian, adik perempuannya akan menikah dengan Tuan Muda dari keluarga terkenal dikota itu. Rumor yang beredar Pada hari dia lahir, dokter mendiagnosisnya bahwa dia tidak akan hidup lebih dari dua puluh tahun. Ibunya tidak tahan melihat Adiknya menikah dengan orang seperti itu dan memikirkan Bella, yang masih dikurung di rumah sakit jiwa. Dalam semalam, Bella dibawa keluar dari rumah sakit untuk menggantikan Shella dalam pernikahannya. Saat itu, skema melawannya hanya berhasil karena kombinasi faktor yang aneh, menyebabkan dia menderita. Dia akan kembali pada mereka semua! Semua orang mengira bahwa tindakannya berasal dari mentalitas pecundang dan penyakit mental yang dia derita, tetapi sedikit yang mereka tahu bahwa pernikahan ini akan menjadi pijakan yang kuat untuknya seperti Mars yang menabrak Bumi! Memanfaatkan keterampilannya yang brilian dalam bidang seni pengobatan, Bella Setiap orang yang menghinanya memakan kata-kata mereka sendiri. Dalam sekejap mata, identitasnya mengejutkan dunia saat masing-masing dari mereka terungkap. Ternyata dia cukup berharga untuk menyaingi suatu negara! "Jangan Berharap aku akan menceraikanmu" Axelthon merobek surat perjanjian yang diberikan Bella malam itu. "Tenang Suamiku, Aku masih menyimpan Salinan nya" Diterbitkan di platform lain juga dengan judul berbeda.

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Takdir Cinta Nadia Takdir Cinta Nadia Degk_Nur Romantis
“Semenjak ibunda tercintanya tiada, dia harus menjalani kehidupan yang begitu pahit. Dia harus menerima kenyataan bahwa ibu tirinya telah menjodohkannya dengan Marvel, laki-laki kaya dan kasar kepadanya. Sedangkan ayah kandungnya selalu membela ibu tirinya daripada mendengarkannya. Ia akhirnya harus berjuang untuk tetap semangat menjalani hari bersama laki-laki yang tak pernah dia cintai. Pernikahan yang dia jalani, jauh berbeda dengan yang pernah dia harapkan. Di balik penderitanya dia tidak pernah berputus asa, demi menjalankan amanah almarhumah ibunda tercinta, panggil saja dia Nadia. Akankah Nadia bertahan dengan pernikahannya?”
1

Bab 1 Ketidak Adilan

03/07/2023

2

Bab 2 Kehidupan Yang Tidak Diinginkan

03/07/2023

3

Bab 3 Semangat Hidup

03/07/2023

4

Bab 4 Bertahan

03/07/2023

5

Bab 5 Teman Baru

03/07/2023

6

Bab 6 Pasrah

03/07/2023

7

Bab 7 Risau

03/07/2023

8

Bab 8 Happiness

03/07/2023

9

Bab 9 Jalan Kesuksesan

03/07/2023

10

Bab 10 Diam-diam

03/07/2023

11

Bab 11 Interogasi

04/07/2023

12

Bab 12 Perhatian

04/07/2023

13

Bab 13 Kabar Baik

04/07/2023

14

Bab 14 Kehadiran Mantan Istri

04/07/2023

15

Bab 15 Jalan-jalan

04/07/2023

16

Bab 16 Sikap Tak Menentu

04/07/2023

17

Bab 17 Inilah Penyebabnya

04/07/2023

18

Bab 18 Permintaan Sherina

04/07/2023

19

Bab 19 Canggung

04/07/2023

20

Bab 20 Gelisah

04/07/2023

21

Bab 21 Harmonis

04/07/2023

22

Bab 22 Rasa Cemburu

06/07/2023

23

Bab 23 Perselisihan

06/07/2023

24

Bab 24 Saling Menyalahkan

06/07/2023

25

Bab 25 Menginap

06/07/2023

26

Bab 26 Diusir

06/07/2023

27

Bab 27 Terjebak

06/07/2023

28

Bab 28 Syok

06/07/2023

29

Bab 29 Rencana Gagal

06/07/2023

30

Bab 30 Sebuah Hukuman

06/07/2023

31

Bab 31 Awal Yang Indah

17/07/2023

32

Bab 32 Sudah Waktunya

18/07/2023

33

Bab 33 Mencari Ketenangan

19/07/2023

34

Bab 34 Bertegur Sapa

20/07/2023

35

Bab 35 Pulang Bersama

21/07/2023

36

Bab 36 Keberuntungan

22/07/2023

37

Bab 37 Luluhnya Hati

23/07/2023

38

Bab 38 Menghilang

24/07/2023

39

Bab 39 Melaporkan

25/07/2023

40

Bab 40 Titik Terang

26/07/2023