Terjebak Cinta Masa Lalu

Terjebak Cinta Masa Lalu

Nyi Ratu

5.0
Komentar
707
Penayangan
115
Bab

Kecelakaan yang menimpa anak perempuannya, mengharuskan Amanda bertemu kembali dengan mantan suaminya setelah enam tahun perceraian. Anak kembar yang selama ini dirahasiakan oleh Amanda dari Pandu- mantan suaminya, perlahan mulai terkuak setelah Pandu bertemu dengan anak laki-laki yang wajahnya begitu mirip dengannya. "Apakah mereka itu anakku?" tanya Pandu pada Amanda yang sedang memeluk dua anak kembarnya.

Terjebak Cinta Masa Lalu Bab 1 Kecelakaan

"Arghhh!"

Seorang anak perempuan berteriak sebelum tubuhnya terpental dan jatuh ke aspal. Tubuh kecil itu tergeletak dan bersimbah darah. Bersyukur kepalanya terganjal oleh tas yang digendongnya, namun tidak ada rintihan dan juga tangisan dari anak itu.

"Kita menabrak anak kecil, Bos." Tama melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau anak kecil itu terpental jauh.

Seorang laki-laki yang memakai kemeja berwarna putih itu keluar dari mobil dengan tergesa-gesa, napasnya memburu ketika melihat bocah kecil tergelatak dan berlumuran darah.

Pria yang keluar dari sisi kiri mobil hanya bergumam dalam hati saat melihat anak kecil yang ditabrak bosnya itu. 'Alana.'

Pria yang dipanggil bos itu langsung menggendong tubuh Alana. "Tam, kamu yang nyetir. Cepat!" perintah Pandu sebelum memasuki mobilnya.

"Baik, Bos." Tama segera menjalankan mobilnya membelah jalanan kota. Untung saja jalanan tidak macet walau ramai dengan kendaraan, tapi lancar.

Pandu, seorang CEO BARA Corporation yang masih terlihat muda dan tampan di usianya yang sudah menginjak kepala tiga. Pria itu terus memandang wajah anak kecil yang lemah tak berdaya dalam gendongannya akibat kelalaiannya saat mengendarai mobil.

"Bos, apakah anak itu masih bernapas?" Tama melirik sebentar ke arah spion dalam untuk melihat keadaan Alana, lalu ia kembali fokus pada kemudinya.

Tama tetap berusaha fokus, walau pikirannya tertuju pada ibu dari anak yang ditabrak bosnya itu.

'Bagaimana caranya saya menjelaskan semua ini?' Pria yang duduk di kursi kemudi itu hanya bisa bergumam dalam hati. Ia tidak memberitahu pada bosnya kalau ia mengenali anak itu.

Pandu menatap wajah anak perempuan yang terkulai dalam pangkuannya. Anak kecil itu masih terlihat cantik dan manis walau sudah sangat pucat.

Pria yang memakai kemeja putih yang sudah berlumuran darah itu meletakkan jari telunjuknya di bawah hidung Alana, ia bernapas lega saat masih merasakan napas anak itu.

Tidak berapa lama, mereka sampai di rumah sakit. Suster segera membawa Alana ke instalasi gawat darurat. Pandu dan Tama berjalan cepat mengikuti brankar yang didorong suster.

Alana dimasukkan ke instalasi gawat darurat. Pandu menunggu dengan gelisah di depan ruangan. Ia takut terjadi sesuatu pada Alana. Jika itu terjadi ia tidak akan pernah bisa memaafkan dirinya sendiri.

Tama mendekati sang Bos yang berdiri dengan gelisah di depan pintu ruang IGD. "Bos, sebaiknya kita memberitahukan keluarganya."

"Ya Tuhan ... kenapa aku bisa lupa. Kita harus mencari tahu ke mana? Aku tidak tahu siapa orang tuanya."

Pandu tiba-tiba teringat tas anak itu yang diberikan oleh suster kepadanya. "Mungkin di sini ada info tentang keluarganya." Pandu menyodorkan tas berwarna merah muda itu pada asistennya.

"Baik, Bos." Tama mengambil tas berwarna merah muda itu. "Saya akan segera menghubungi orang tua Alana."

"Alana?" Kening Pandu berkerut. "Anak itu bernama Alana?"

"Iya, Bos," jawab Tama.

"Dari mana kamu tahu? Apa kamu mengenalnya?" Pandu mencecar beberapa pertanyaan kepada asistennya.

"Ini ada namanya?" Tama memperlihatkan nama Alana yang tertera di tas sekolah berwarna merah muda itu. "Ini pasti nama anak itu."

"Ya itu pasti namanya," kata Pandu, "kamu cari tahu taman kanak-kanak itu dan minta nomor orang tua Alana pada mereka," lanjutnya sambil menunjuk nama sekolah Alana yang tertera pada tas sekolahnya.

Tama mengangguk, lalu pergi dari hadapan bosnya. Setelah berada sedikit jauh dari Pandu, Tama segera menghubungi ibu kandung Alana.

"Halo ... anakmu mengalami kecelakaan. Cepat kamu datang ke sini, nanti saya kirim alamatnya." Tanpa menunggu jawaban dari orang di balik telepon itu. Tama segera menutup panggilannya. Ia tidak bisa menjawab pertanyaan yang pastinya akan dilontarkan padanya.

Tama kembali menghampiri Pandu setelah selesai menelepon.

"Saya sudah menghubungi ibunya," kata Tama, "dia akan segera datang."

"Baguslah." Hanya itu yang bisa diucapkan Pandu. Kini ia memikirkan bagaimana caranya meminta maaf kepada orang tua anak kecil itu.

Setelah sekian lama, seorang dokter keluar dari ruang pemeriksaan.

"Apa Bapak keluarga anak gadis kecil yang mengalami kecelakaan itu?" tanya Dokter.

"Iya, Dok," jawab Pandu, "saya ayahnya."

Tama membelalakkan matanya saat sang bos mengaku sebagai ayah dari anak yang ditabraknya.

"Gadis kecil itu kehilangan banyak darah. Untuk darah golongan AB di rumah sakit sedang kosong," jelas Dokter.

Pandu terdiam beberapa saat setelah mendengar ucapan sang dokter.

"Agar mendapatkan penanganan lebih lanjut, untuk administrasi dan pendaftarannya tolong segera diurus," tambah Dokter lagi sebelum ia pergi.

Pandu sangat gelisah, pria dewasa itu terus menengok ke jendela ruang rawat darurat. Pandu ingin tahu bagaimana keadaan gadis kecil itu.

Ia benar-benar tidak sengaja saat menabraknya. Andai ia tahu kalau akan begini jadinya, Pandu akan mengendarai mobilnya dengan pelan.

Padahal sebelumnya Tama sudah menawarkan diri agar dia saja yang menyetir, tetapi Pandu bersikeras ingin menyetir sendiri. Alhasil begini jadinya, karena tidak hati-hati, ia menabrak seorang gadis kecil.

Ia sudah siap jika orang tua Alana marah besar padanya dan ia akan bertanggung jawab penuh dan ikhlas jika orang tua Alana menuntutnya.

Pandu terus gelisah, ia terbayang wajah gadis kecil ketika dalam gendongannya yang terasa tidak asing baginya.

"Bos, kalau Anda ingin pulang, biar saya yang mengurus masalah ini," ucap Tama.

"Mana mungkin aku pulang kalau aku yang sudah menyebabkan gadis itu celaka? Kalau dia kenapa-napa bagaimana?" sentak Pandu menggebu-gebu.

Tama terdiam, bibirnya ingin membuka suara lagi. Namun, ia urungkan saat melihat raut wajah bosnya yang semakin lama semakin gelisah.

Seorang suster keluar dari ruang instalasi gawat darurat. Pandu segera mendatangi suster itu. "Sus, apa saya boleh masuk?" tanya Pandu tak sabar ingin segera bertemu dengan gadis kecil yang ditabraknya.

"Silakan, Pak!" jawab suster itu dengan ramah.

Pandu mengangguk, ia segera masuk ke ruangan, sedangkan Tama mengurus pendaftaran untuk Alana.

Pandu memasuki ruang gawat darurat dengan perasaan yang campur aduk, gelisah, takut dan merasa kasihan. Jantungnya berdetak lebih kencang ketika matanya terus fokus pada wajah anak kecil itu.

Tangan besar Pandu perlahan membelai tangan Alana, tangan gadis kecil itu sangat dingin. Kepala dan tangannya juga dibalut perban.

"Anak manis, bangunlah! Maafkan Paman karena sudah membuatmu seperti ini. Paman janji akan membelikan boneka besar untukmu dan kita akan berteman. Kamu cepat sembuh ya." Pandu mengusap-usap dengan lembut tangan Alana sambil memerhatikan wajah cantik anak kecil itu.

'Wajahmu mengingatkanku pada seseorang.'

"Alana bangun-"

"Lana!" Suara teriakan wanita membuat Pandu menghentikan ucapannya. Lalu menoleh ke sumber suara.

Seorang wanita yang sangat Pandu kenal kini berdiri di samping kanan ranjang. Pandu terkejut saat tahu ibu dari anak kecil yang ia tabrak itu.

"Amanda ...."

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Pemuas Nafsu Keponakan

Pemuas Nafsu Keponakan

kodav
5.0

Warning!!!!! 21++ Dark Adult Novel Aku, Rina, seorang wanita 30 Tahun yang berjuang menghadapi kesepian dalam pernikahan jarak jauh. Suamiku bekerja di kapal pesiar, meninggalkanku untuk sementara tinggal bersama kakakku dan keponakanku, Aldi, yang telah tumbuh menjadi remaja 17 tahun. Kehadiranku di rumah kakakku awalnya membawa harapan untuk menemukan ketenangan, namun perlahan berubah menjadi mimpi buruk yang menghantui setiap langkahku. Aldi, keponakanku yang dulu polos, kini memiliki perasaan yang lebih dari sekadar hubungan keluarga. Perasaan itu berkembang menjadi pelampiasan hasrat yang memaksaku dalam situasi yang tak pernah kubayangkan. Di antara rasa bersalah dan penyesalan, aku terjebak dalam perang batin yang terus mencengkeramku. Bayang-bayang kenikmatan dan dosa menghantui setiap malam, membuatku bertanya-tanya bagaimana aku bisa melanjutkan hidup dengan beban ini. Kakakku, yang tidak menyadari apa yang terjadi di balik pintu tertutup, tetap percaya bahwa segala sesuatu berjalan baik di rumahnya. Kepercayaannya yang besar terhadap Aldi dan cintanya padaku membuatnya buta terhadap konflik dan ketegangan yang sebenarnya terjadi. Setiap kali dia pergi, meninggalkan aku dan Aldi sendirian, ketakutan dan kebingungan semakin menguasai diriku. Di tengah ketegangan ini, aku mencoba berbicara dengan Aldi, berharap bisa menghentikan siklus yang mengerikan ini. Namun, perasaan bingung dan nafsu yang tak terkendali membuat Aldi semakin sulit dikendalikan. Setiap malam adalah perjuangan untuk tetap kuat dan mempertahankan batasan yang semakin tipis. Kisah ini adalah tentang perjuanganku mencari ketenangan di tengah badai emosi dan cinta terlarang. Dalam setiap langkahku, aku berusaha menemukan jalan keluar dari jerat yang mencengkeram hatiku. Akankah aku berhasil menghentikan pelampiasan keponakanku dan kembali menemukan kedamaian dalam hidupku? Atau akankah aku terus terjebak dalam bayang-bayang kesepian dan penyesalan yang tak kunjung usai?

My Doctor genius Wife

My Doctor genius Wife

Amoorra
4.8

Setelah menghabiskan malam dengan orang asing, Bella hamil. Dia tidak tahu siapa ayah dari anak itu hingga akhirnya dia melahirkan bayi dalam keadaan meninggal Di bawah intrik ibu dan saudara perempuannya, Bella dikirim ke rumah sakit jiwa. Lima tahun kemudian, adik perempuannya akan menikah dengan Tuan Muda dari keluarga terkenal dikota itu. Rumor yang beredar Pada hari dia lahir, dokter mendiagnosisnya bahwa dia tidak akan hidup lebih dari dua puluh tahun. Ibunya tidak tahan melihat Adiknya menikah dengan orang seperti itu dan memikirkan Bella, yang masih dikurung di rumah sakit jiwa. Dalam semalam, Bella dibawa keluar dari rumah sakit untuk menggantikan Shella dalam pernikahannya. Saat itu, skema melawannya hanya berhasil karena kombinasi faktor yang aneh, menyebabkan dia menderita. Dia akan kembali pada mereka semua! Semua orang mengira bahwa tindakannya berasal dari mentalitas pecundang dan penyakit mental yang dia derita, tetapi sedikit yang mereka tahu bahwa pernikahan ini akan menjadi pijakan yang kuat untuknya seperti Mars yang menabrak Bumi! Memanfaatkan keterampilannya yang brilian dalam bidang seni pengobatan, Bella Setiap orang yang menghinanya memakan kata-kata mereka sendiri. Dalam sekejap mata, identitasnya mengejutkan dunia saat masing-masing dari mereka terungkap. Ternyata dia cukup berharga untuk menyaingi suatu negara! "Jangan Berharap aku akan menceraikanmu" Axelthon merobek surat perjanjian yang diberikan Bella malam itu. "Tenang Suamiku, Aku masih menyimpan Salinan nya" Diterbitkan di platform lain juga dengan judul berbeda.

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Terjebak Cinta Masa Lalu Terjebak Cinta Masa Lalu Nyi Ratu Miliarder
“Kecelakaan yang menimpa anak perempuannya, mengharuskan Amanda bertemu kembali dengan mantan suaminya setelah enam tahun perceraian. Anak kembar yang selama ini dirahasiakan oleh Amanda dari Pandu- mantan suaminya, perlahan mulai terkuak setelah Pandu bertemu dengan anak laki-laki yang wajahnya begitu mirip dengannya. "Apakah mereka itu anakku?" tanya Pandu pada Amanda yang sedang memeluk dua anak kembarnya.”
1

Bab 1 Kecelakaan

14/06/2023

2

Bab 2 Pendonor Darah

14/06/2023

3

Bab 3 Menolak Bantuan

14/06/2023

4

Bab 4 Sebatas Mantan

14/06/2023

5

Bab 5 Paman Baik

14/06/2023

6

Bab 6 Kecurigaan Sonya

14/06/2023

7

Bab 7 Bayangan Masa Lalu

15/06/2023

8

Bab 8 Mengejar Cinta Mantan Istri

15/06/2023

9

Bab 9 Kemarahan Sonya

15/06/2023

10

Bab 10 Kegelisahan Pandu

15/06/2023

11

Bab 11 Informasi Penting

16/06/2023

12

Bab 12 Ikatan Batin

22/06/2023

13

Bab 13 Mata-mata Sonya

22/06/2023

14

Bab 14 Pengampunan

22/06/2023

15

Bab 15 Kepulangan Alana

22/06/2023

16

Bab 16 Menunggu Alana

23/06/2023

17

Bab 17 Gagal Bertemu

23/06/2023

18

Bab 18 Janji Tama

23/06/2023

19

Bab 19 Kekhawatiran Tama

23/06/2023

20

Bab 20 Rindu Alana

23/06/2023

21

Bab 21 Mencurigai Tama

24/06/2023

22

Bab 22 Membuntuti Tama

25/06/2023

23

Bab 23 Tugas Baru Lagi

26/06/2023

24

Bab 24 Kebohongan Tama

26/06/2023

25

Bab 25 Maaf, Bos

26/06/2023

26

Bab 26 Pindah Rumah

26/06/2023

27

Bab 27 Cuti Seminggu

26/06/2023

28

Bab 28 Bertemu Calon Mertua

26/06/2023

29

Bab 29 Mendesak Pandu

26/06/2023

30

Bab 30 Dipaksa Menikah

26/06/2023

31

Bab 31 Kebohongan Pandu

28/06/2023

32

Bab 32 Kegalauan Sonya

28/06/2023

33

Bab 33 Keputusan Pandu

28/06/2023

34

Bab 34 Memantau

28/06/2023

35

Bab 35 Rumah Baru

28/06/2023

36

Bab 36 Rahasia Untuk Pak Jo

28/06/2023

37

Bab 37 Ancaman Wanita Rubah

28/06/2023

38

Bab 38 Kekhawatiran Amanda

28/06/2023

39

Bab 39 Ketakutan Amanda

28/06/2023

40

Bab 40 Rahasia Tama

28/06/2023