icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
closeIcon

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka

Buku Romantis untuk Wanita

Paling laku Berlangsung Tamat
KAMU SINI DONG DEKETAN

KAMU SINI DONG DEKETAN

Sebagai seorang wartawan yang tak banyak tahu tentang cinta, Darwis diperhadapkan pada dua sosok perempuan yang mencintainya dan mempunyai karakter yang berbeda, yaitu Marlenna dan Arini, dan di saat bersamaan Darwis harus menerima kenyataan jika cinta sejatinya, yaitu Wulan, harus pergi berobat ke luar negeri karena lekeumia yang dideritanya sehingga Wulan harus meninggalkan Darwis dalam kesendiriannya. Darwis tidak pernah menyangka jika cinta sejatinya bukan Wulan, tapi Marlenna. Darwis menikahi Marlenna, tapi Marlenna mengandung anaknya Marcel, dan membuat Darwis sedih dengan keputusannya. Sedangkan Marcel masih cinta pada Arini, dan meminta Marlenna menggugurkan kandungannya, tapi Marlenna menolak. Arini tidak ingin Marcel mengkhianati Marlenna, dan selalu menolak cintanya Marcel. Arini mendekatkan dirinya pada Darwis, lalu benih cinta muncul di hati keduanya. Darwis hendak menikahi Arini, namun Arini menolak karena ternyata Arini mengidap kanker. Ketika Arini menghembuskan nafas terakhirnya, Marlenna melahirkan anaknya, namun si jabang bayi tak bernafas, dan di luar dugaan bayi itu kembali hidup bersamaan dengan kematian Arini. Darwis dan Marlenna menamakan bayi mereka Arini. Darwis dan Marlenna akan melanjutkan pernikahannya, namun konflik kembali timbul ketika Wulan dan Aldi kembali hadir di kehidupannya Darwis dan Marlenna. Wulan sudah sembuh dari penyakit leukemia-nya, sedangkan Aldi berhasil terselamatkan dari kecelakaan pesawat karena Aisha yang merawat luka Aldi di salah satu desa terpencil. Cinta lama bersemi kembali dalam diri Darwis terhadap Wulan, begitu juga sama halnya dengan Marlenna terhadap Aldi, meskipun Aldi harus menyakiti perasaan Aisha yang selama ini menyimpan cintanya pada Aldi. Meskipun begitu senyum lembut si bayi mungil Arini selalu bisa menyatukan kembali cintanya Darwis dan Marlenna. Cerita ini mengisahkan tentang lika-liku perjalanan cinta seorang anak manusia. Cinta akan menemukan jodohnya sendiri pada diri setiap insan yang berusaha mencari ketulusan dan keteguhan akan cinta sejati. Sebuah perjalanan cinta yang penuh kerikil dan cobaan dalam diri semua orang. Namun dengan kesabaran dan rasa ikhlas yang mendalam akan mendatangkan kebahagiaan yang hakiki. Kisah ini mengajarkan kita untuk mengerti dan lebih dalam memahami makna terselubung dalam arti cinta yang tulus yang diperhadapkan pada kerikil-kerikil masalah demi mendapatkan satu kata, yaitu bahagia.
Dilahirkan Sebagai Ancaman

Dilahirkan Sebagai Ancaman

Zaira Callista Ramadhani adalah seorang gadis berhati lembut, meskipun kehidupannya jauh dari kata hangat. Nama "Zaira" diberikan langsung oleh sang kakek, yang menambahkan unsur "Kliwon" dalam doa-doanya-berdasarkan weton hari lahir Zaira-karena sejak awal, ia tahu bahwa kelahiran cucunya itu tidak pernah benar-benar diinginkan oleh sang ibu. Kakeknya berharap, nama itu bisa menjadi pengingat kekuatan dan keteguhan hati, sekaligus sebagai pelindung bagi cucunya. Dan seperti firasatnya, Zaira tumbuh di bawah bayang-bayang dinginnya sikap kedua orang tuanya, terutama sang ibu. Gadis pendiam yang lebih sering dipanggil Zee itu, kerap menjadi sasaran kemarahan. Dimarahi tanpa sebab, dihina dengan kata-kata tajam, bahkan tak jarang menerima hukuman yang tidak pantas. Sang ibu seolah menolak mengakui kehadirannya di rumah-menganggapnya bayangan dari kesalahan masa lalu yang tak pernah bisa dimaafkan. Zaira memiliki seorang kakak perempuan bernama Ayla, yang selalu mendapatkan kasih sayang dan perhatian lebih. Kedekatan orang tuanya dengan Ayla menjadi jurang yang makin memperlebar kesenjangan antara Zaira dan keluarganya. Namun, meski sering diperlakukan tidak adil, Zaira tetap berusaha menghormati ayah dan ibunya-meski perlahan hatinya mulai lelah. Perlakuan dingin yang ia terima setiap hari membuat Zaira tumbuh menjadi gadis yang tertutup. Hatinya membeku, ucapannya minim, dan sikapnya mulai memberontak dalam diam. Ia tidak lagi menuruti setiap perintah dengan patuh. Ia hanya menunjukkan senyum tulusnya kepada satu orang: sang kakek, satu-satunya orang yang selalu memeluknya tanpa syarat. Namun, suatu hari, sesuatu yang disembunyikan keluarga selama ini perlahan terkuak-sebuah kebenaran tentang kelahirannya, yang bukan hanya mengubah cara Zaira memandang keluarganya... tapi juga membangkitkan keberaniannya untuk melawan takdir yang selama ini mencoba menginjaknya.