Gie
1 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Gie
KAMU SINI DONG DEKETAN
Romantis Sebagai seorang wartawan yang tak banyak tahu tentang cinta, Darwis diperhadapkan pada dua sosok perempuan yang mencintainya dan mempunyai karakter yang berbeda, yaitu Marlenna dan Arini, dan di saat bersamaan Darwis harus menerima kenyataan jika cinta sejatinya, yaitu Wulan, harus pergi berobat ke luar negeri karena lekeumia yang dideritanya sehingga Wulan harus meninggalkan Darwis dalam kesendiriannya.
Darwis tidak pernah menyangka jika cinta sejatinya bukan Wulan, tapi Marlenna. Darwis menikahi Marlenna, tapi Marlenna mengandung anaknya Marcel, dan membuat Darwis sedih dengan keputusannya. Sedangkan Marcel masih cinta pada Arini, dan meminta Marlenna menggugurkan kandungannya, tapi Marlenna menolak. Arini tidak ingin Marcel mengkhianati Marlenna, dan selalu menolak cintanya Marcel. Arini mendekatkan dirinya pada Darwis, lalu benih cinta muncul di hati keduanya. Darwis hendak menikahi Arini, namun Arini menolak karena ternyata Arini mengidap kanker.
Ketika Arini menghembuskan nafas terakhirnya, Marlenna melahirkan anaknya, namun si jabang bayi tak bernafas, dan di luar dugaan bayi itu kembali hidup bersamaan dengan kematian Arini. Darwis dan Marlenna menamakan bayi mereka Arini.
Darwis dan Marlenna akan melanjutkan pernikahannya, namun konflik kembali timbul ketika Wulan dan Aldi kembali hadir di kehidupannya Darwis dan Marlenna. Wulan sudah sembuh dari penyakit leukemia-nya, sedangkan Aldi berhasil terselamatkan dari kecelakaan pesawat karena Aisha yang merawat luka Aldi di salah satu desa terpencil.
Cinta lama bersemi kembali dalam diri Darwis terhadap Wulan, begitu juga sama halnya dengan Marlenna terhadap Aldi, meskipun Aldi harus menyakiti perasaan Aisha yang selama ini menyimpan cintanya pada Aldi. Meskipun begitu senyum lembut si bayi mungil Arini selalu bisa menyatukan kembali cintanya Darwis dan Marlenna.
Cerita ini mengisahkan tentang lika-liku perjalanan cinta seorang anak manusia. Cinta akan menemukan jodohnya sendiri pada diri setiap insan yang berusaha mencari ketulusan dan keteguhan akan cinta sejati. Sebuah perjalanan cinta yang penuh kerikil dan cobaan dalam diri semua orang. Namun dengan kesabaran dan rasa ikhlas yang mendalam akan mendatangkan kebahagiaan yang hakiki. Kisah ini mengajarkan kita untuk mengerti dan lebih dalam memahami makna terselubung dalam arti cinta yang tulus yang diperhadapkan pada kerikil-kerikil masalah demi mendapatkan satu kata, yaitu bahagia. Anda mungkin suka
HASRAT MEMBARA CEO PERKASA
ZEMIRA_FORTUNATUS Bacaan dewasa 21 tahun ke atas.
Kisah ini adalah sekuel dari novelku yang berjudul, Cintaku Bersemi di Masa Remaja.
Perjalanan cinta salah satu personil Geng ARJOFA bernama, Joseph Mikuel dan kekasih hatinya, Mary Violet.
Joseph, seorang CEO dari sebuah perusahaan ternama di Jakarta, JM Corp. Tak pernah menyangka jika Mary, kekasihnya saat SMA yang selama ini dicari-cari olehnya, karena pergi meninggalkannya tanpa ada kata putus, malah sedang melamar di perusahaannya sebagai sekretaris pribadinya.
Dengan kekuasaannya, Joseph pun meloloskan Mary sebagai satu-satunya kandidat yang melamar sebagai sekretaris pribadinya.
Mary pun sangat kaget saat mengetahui jika bosnya adalah Joseph, kekasihnya saat remaja dulu.
Mungkin Mary masih menyimpan perasaan kepada Joseph?
"Ataukah ada pria lain di hatinya?
"Bagaimana caranya cinta lama mereka yang belum kelar, dapat bersemi kembali?
Penasaran? Yuk ikuti kisahnya!
Plagiarisme melanggar undang-undang hak cipta nomor 28 tahun 2014.
Lima Tahun, Satu Kebohongan yang Menghancurkan
Delilah Suamiku sedang mandi, suara air yang mengalir menjadi irama yang akrab di pagi hari kami. Aku baru saja meletakkan secangkir kopi di mejanya, sebuah ritual kecil dalam lima tahun pernikahan kami yang kukira sempurna.
Lalu, sebuah notifikasi email muncul di laptopnya: "Anda diundang ke Pembaptisan Leo Nugraha." Nama belakang kami. Pengirimnya: Rania Adeline, seorang influencer media sosial.
Rasa ngeri yang dingin langsung menusukku. Itu adalah undangan untuk putranya, seorang putra yang tidak pernah kuketahui keberadaannya. Aku pergi ke gereja, bersembunyi di balik bayang-bayang, dan aku melihatnya menggendong seorang bayi, anak laki-laki dengan rambut dan mata gelapnya. Rania Adeline, sang ibu, bersandar di bahunya, sebuah potret kebahagiaan rumah tangga.
Mereka tampak seperti sebuah keluarga. Keluarga yang sempurna dan bahagia. Duniaku runtuh. Aku teringat dia menolak punya anak denganku, dengan alasan tekanan pekerjaan. Semua perjalanan bisnisnya, malam-malamnya yang larut—apakah dihabiskan bersama mereka?
Kebohongan itu begitu mudah baginya. Bagaimana bisa aku sebodoh ini?
Aku menelepon Program Fellowship Arsitektur di Singapura, sebuah program bergengsi yang kutunda demi dirinya. "Saya ingin menerima fellowship itu," kataku, suaraku terdengar sangat tenang. "Saya bisa segera berangkat."