icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
closeIcon

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka

Buku Romantis untuk Wanita

Paling laku Berlangsung Tamat
The Last Love of Promise

The Last Love of Promise

Apakah sebuah jaji itu bisa mempertemukan dua hati yang saling dan pernah tersakiti? Dan apakah sebuah janji bisa merubah semuanya yang semula bermula dari cerita kisah yang sama? Serta mungkinkah dua hati bisa menyatu untuk saling memiliki meskipun tidak pernah ada janji dari sebuah kisah cinta yang berbeda? Entahlah . . . “Kita menikah karena sebuah perjodohan, benar begitu?” “Ya dan apa yang perlu di permasalahkan? Cinta? Lagian aku juga gak akan pernah mencintaimu juga.” Rain Octaviani, seorang gadis yang masih belia dan di usia yang hampir dua puluh tahun itu telah menikah dengan seorang yang selalu bertemu dengannya dan bahkan dia tak mengetahui perjodohan yang telah dilakukan oleh kedua orangtuanya tersebut dengan seorang laki-laki yang umurnya hampir menyetuh umur tiga puluh tahun dan tentunya terlahir dari keluarga kaya raya , Dion Langit Anggara. Mereka berdua telah dijodohkan sejak kedua orangtua mereka yang telah bersahabat lama tetapi kini Rain harus menerima semua keputusan keluarganya untuk menikah dengan Dion. Padahal mereka berdua tidak saling mencintai karena beberapa kenangan dan sebuah luka lama . . . “Yaela, siapa juga yang mau jatuh cinta dengan cowok kulkas macam dirimu, kita menikah hanya sebuah syarat juga bukan dan setelah itu kita akhiri semuanya,” ucap Rain sembari membersihkan make up nya. Sebelumnya mereka berdua adalah dua orang yang tak mungkin akan bersatu dalam sebuah pernikahan tetapi karena adanya perjodohan dari ke-dua keluarga besar mereka, tetapi bukan hanya perjodohan. Rain Octaviani yang dulu memiliki kekasih dengan seorang laki-laki yang begitu membuatnya jatuh hati, Dewa Geofani. Dia dengan tiba-tiba harus menikah dengan wanita lain yang Rain tidak pernah tahu jika wanita itu adalah mantan kekasih orang terdekatnya. Sementara Dion Langit Anggara, seorang dosen yang dulunya juga memiliki tambatan hati untuk nantinya akan bersatu dengannya dalam sebuah ikatan pernikahan. Tetapi, keluarganya sangat tidak menyukai dengan wanita yang tengah menjalin kisah cinta dengannya. Mampukah Rain maupun Dion menyatu dalam sebuah kisah cinta yang indah dan saling menyembuhkan? Atau mereka berdua harus bersama tanpa sebuah rasa cinta nantinya?
Dilamar Mantan Depan Suami

Dilamar Mantan Depan Suami

"Aku hanya membelikan ahmad tempat pensil, Mas!" Nisa berusaha menjelaskan alasannya. "Alah ... memangnya nggak bisa apa pakai kantong plastik?" tanya Arman tajam. "Ingat Nisa! Jika ada uang lebih dari belanja, lebih baik kamu tabung! Agar saat kamu perlu sesuatu bisa kamu gunakan, nggak semata mata mengemis pada suami, paham!" "Iya Mas!" Nisa hanya menarik napas pelan. Lagi-lagi Nisa harus menahan kesal dengan segala perintah dan aturan yang diberikan. "Oh ya Nisa, jika nanti Ibu atau Bella datang, jangan lupa kamu layani dengan baik?" ujar Arman. "Aku nggak mau mereka ngadu tentang kamu, yang tak menghormati Ibuku!" ucap Arman lagi tanpa beban. "Ya Mas, tapi selama ini aku itu, sudah berusaha untuk selalu menghormati Ibumu, dan menuruti setiap perkataannya, lho! Aku juga selalu berlaku baik pada Adikmu kok!" jawab Nisa. "Kalau suami ngomong itu didengar Nisa bukan dibantah! Buktikan dong, jika kamu itu istri yang baik di mata keluargaku." Arman pun lantas berlalu begitu saja dengan raut wajah masam. "Iya Mas," jawab Nisa dengan suara lembut. "Bunda..Ahmad lapar!" Seorang anak laki laki berusia enam tahun berjalan menghampiri Nisa. "Ma'afin Bunda ya sayang, Bunda sampai lupa anak tampan Bunda belum makan siang! Ikut Bunda ke dapur yuk!" Nisa pun berjalan ke dapur sambil menggiring putranya. Saat sampai di dapur, kata yang tak pantas kembali terdengar keluar dari mulut suaminya. "Anak kecil itu nggak perlu makan makanan yang enak-enak, masa' sebagai Ibu, kamu nggak paham! Di usia mereka, hanya perlu gizi dan protein untuk pertumbuhannya, jadi biasakan saja anakmu itu makan sama tahu atau tempe." Setelah berkata, Arman pun berlalu masuk ke kamar. "Ya Allah! Ampuni hamba jika terlalu sering mengeluh dan mengadu! Hamba mohon, lunakkanlah hati suami hamba, dan buatlah ia menerima anak hamba, seperti janjinya saat ingin menikahi hamba dulu!" hanya do'a yang terucap dalam hati Nisa sambil menyiapkan nasi putranya. Ikuti kisahnya, dan mohon dukungannya dengan komentar yang membangun 🙏