Kak Upe
1 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Kak Upe
Terjerat CInta Nona Muda Nakal
Romantis Di tengah hiruk-pikuk kehidupan yang tak terduga, Ethan mendapati dirinya terjebak dalam sebuah situasi yang rumit dimana Ethan terpaksa menjadi bodyguard seorang gadis manja yang menyebalkan dan bossy yang bernama Adaline. Kepribadiannya yang dominan dan keras kepala membuat Ethan harus sabar menghadapinya setiap hari.
Namun, yang lebih mengejutkan bagi Ethan adalah ketika atasannya, seorang tokoh misterius di balik organisasi tempatnya bekerja, menugaskannya untuk menikahi Adaline. Perintah ini seolah mengacaukan rencana hidupnya dan menambahkan beban baru yang berat. Bagaimana mungkin seorang pria seperti Ethan, yang terbiasa dengan kehidupan yang tertutup dan penuh rahasia, dapat menjalani pernikahan palsu dengan gadis yang sejak awal sulit dia toleransi?
Saat Ethan dan Adaline mulai menjalani kehidupan bersama, mereka secara perlahan-lahan menemukan sisi-sisi baru satu sama lain. Di balik kepribadian manja dan tingkah laku bossy Adaline, ada kerentanan yang tersembunyi. Ethan, yang awalnya hanya ingin menyelesaikan tugasnya sebagai pengawal dan suami palsu, mulai merasakan getaran aneh di hatinya. Setiap tatapan, setiap tawa, dan setiap momen bersama Adaline membuatnya semakin sulit untuk menahan perasaannya.
Namun, cinta mereka bukanlah hal yang mudah. Masa lalu gelap Ethan, yang selama ini dia sembunyikan dari semua orang, terus menghantuinya. Bagaimana dia bisa mengungkapkan cintanya kepada Adaline ketika dia sendiri belum berhasil melawan bayang-bayang masa lalunya? Pertempuran internal yang ia alami membuatnya ragu apakah dia berani mengambil risiko dan mengakui perasaannya kepada Adaline.
Di antara konflik dan ketidakpastian, Ethan harus mengambil keputusan sulit. Apakah dia akan terus bersembunyi di balik perannya yang dingin dan diam, ataukah dia akan berani menghadapi masa lalunya dan menggenggam cinta yang semakin mendalam di hatinya? Kegelapan malam yang selama ini menjadi perlindungannya, kini harus dihadapinya untuk memberikan ruang bagi cahaya baru yang mungkin bisa menerangi jalan menuju cinta sejati.
Anda mungkin suka
Gairah Nikmat Kopi Susu
Juliana 21+
"Pantas belum jalan, ada maunya ternyata" Ujar Fany
"hehehehe... Yuk..." Ujar Alvin sambil mencium tengkuk istrinya.
Fany segera membuka handuknya. Buah dadanya menggantung indah, perutnya yang rata dan mulus, serta area kemaluannya yang ditutupi rambut hitam langsung muncul. Alvin segera memeluk Fany dan melumat buah dadanya dengan rakus.
"Pintu sudah dikunci? " Tanya Fany
"Sudah...." Jawab Alvin disela mulatnya sedang mengenyot puting pink milik Fany
"nyalain Ac dulu" suruh Fany lagi
Sambil melepas sedotannya, Alvin mencomot remote AC lalu memencet tombol ON.
Kembali dia melumat buah dada Fany bergantian kiri dan kanan, buah dada yang putih dan terlihat urat-urat merah dan biru di buah dada putihnya, membuat Alvin makin rakus melumatnya.
Sambil menrunkan celana pendek dan celana dalamnya, dia membuka kaosnya, lalu merenggangkan paha Fany, ujung kontolnya yang belum tegak sempurna diberi ludah lewat jari tengahnya di bagian kepala, lalu menggosok gosok pelan di bibir vagina Fany.
Fany mendesah dan merasakan mulai ada rangsangan di bibir kemaluannya, lalu tiba-tiba masuk batang berurat milik Alvin di vagina Fany yg belum begitu siap dan basah, pelan2 lelehan cairan membasahi dinding vaginanya, Alvin mulai menggoyang dan naik turun, Fanny memeluk bagian pinggul suaminya, pahanya dibuka lebar.
Tidak lama kemudian..... Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
Keely Alexis Aku menarik tunanganku dari sebuah kecelakaan mobil beberapa detik sebelum mobil itu meledak. Api meninggalkan punggungku penuh dengan luka bakar yang mengerikan, tapi aku berhasil menyelamatkan nyawanya. Selama empat tahun dia koma, aku menyerahkan segalanya untuk merawatnya.
Enam bulan setelah dia sadar, dia berdiri di atas panggung konferensi pers untuk kembalinya. Seharusnya dia berterima kasih padaku. Sebaliknya, dia membuat pernyataan cinta yang megah dan romantis untuk Stella, kekasih masa kecilnya, yang tersenyum dari bangku penonton.
Keluarganya dan Stella kemudian membuat hidupku seperti di neraka. Mereka menghinaku di sebuah pesta, merobek gaunku untuk memperlihatkan bekas lukaku. Ketika aku dipukuli di sebuah gang oleh preman yang disewa Stella, Adrian menuduhku mengarang cerita untuk mencari perhatian.
Aku terbaring di ranjang rumah sakit, memar dan hancur, sementara dia bergegas ke sisi Stella karena wanita itu "ketakutan". Aku tak sengaja mendengar dia mengatakan bahwa dia mencintai Stella dan bahwa aku, tunangannya, tidak berarti apa-apa.
Semua pengorbananku, rasa sakitku, cintaku yang tak tergoyahkan—semuanya tidak ada artinya. Baginya, aku hanyalah utang yang harus dia bayar karena rasa kasihan.
Di hari pernikahan kami, dia menendangku keluar dari limosin dan meninggalkanku di pinggir jalan tol, masih dalam gaun pengantinku, karena Stella pura-pura sakit perut.
Aku melihat mobilnya menghilang. Lalu aku memanggil taksi.
"Ke bandara," kataku. "Dan tolong lebih cepat." Madu Untuk Istriku
bundaRey "Ijinkan aku menikah lagi, Ren?" Dengan berkaca-kaca, Dani memamdang Reni.
"Apa kamu yakin sanggup, Mas? Membimbing satu istri saja kamu nggak bisa, apalagi dua?" Tidak! Reni tidak mau dimadu.
Tanpa sadar Reni mengelus perutnya. Berharap anak dalam kandungannya tidak mendengar keinginan gila ayahnya.
"InsyaAllah sanggup, Yank." Reni tersenyum kecut. Sholat aja tidak pernah sanggup dari mana?
"Kamu gila, Mas!" Jengah dengan kegilaan Dani, Reni segera beranjak dari duduknya dan berlalu dari hadapan Dani.
"Ren! Ren!" Dani segera menyusul Reni yang berjalan ke arah kamar.
"Ren!" Dani menarik tangan Reni, namun segera ditepis oleh wanita itu.
"Lepaskan, Mas!" Hatinya hancur, benar-benar hancur. Dia pikir suaminya telah kembali seperti dulu, namun ternyata dia salah. Malah sebuah permintaan gila yang dimintanya pada Reni.
Tak menyerah, Dani terus mengekor Reni hingga ke kamar. Seketika Reni muak hanya dengan melihat wajah Dani.
"Ren, dengarkan Mas dulu ...." Kali ini Dani telah berlutut di hadapan Reni. Wanita itu duduk di tepi ranjang dengan mata yang mulai sembab.