icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
closeIcon

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka

Buku Romantis untuk Wanita

Paling laku Berlangsung Tamat
Sahabatku Calon Suamiku

Sahabatku Calon Suamiku

Shila seorang gadis cantik bekerja di perusahaan asing, selain cantik ia juga memiliki karir yang bagus, tapi tidak dengan percintaannya. Sore itu Shila sengaja pulang lebih awal karena ia berencana ingin merayakan ulang tahun pacarnya. Ia sudah membeli kue serta hadiah ulang tahun untuk pacarnya. Shila pun langsung bergegas menuju apartemen pacarnya yang dibeli olehnya. Shila yang tak sabar langsung masuk ke dalam apartemen itu karena dia juga memiliki kunci apartemen itu. Ia berencana ingin memberi kejutan kepada pacarnya karena ia menyangka pacarnya belum pulang dari luar kota. Ia mempersiapkan kejutan untuk pacarnya, tiba -tiba terdengar suara langkah kaki, Shila yakin itu pasti pacarnya. Shila pun bersembunyi untuk memberi kejutan untuk pacarnya. Namun yang ia dengar sungguh membuat ia terluka, ternyata selama ini pacarnya selingkuh dengan temannya sendiri. Selain tukang selingkuh Steven juga adalah parasit yang kerjanya hanya memanfaatkan kebaikan Shila. Shila dibutakan oleh cintanya kepada Steven. Sehingga apapun yang Steven inginkan ia akan selalu mencoba mengabulkannya, tapi kini Shila sudah sadar. Devan sahabatnya dahulu selalu mengingatkan Shila, tapi Shila tak mendengarkan nasihat sahabatnya itu. Walaupun Devan tak kalah tampan dari Steven, tapi Shila sudah menganggap Devan sebagai sahabatnya. Bertahun- tahun Devan mencoba menyembunyikan perasaannya terhadap Shila. Hari ini orang tua Shila datang menjenguk Shila, Shila tak pernah tahu jika maksud kedatangan orang tuanya kali ini adalah menanyakan kapan dia akan menikah. Shila yang baru putus dengan Steven pun tak bisa menjawab apa-apa, tapi tiba-tiba muncul ide untuk menjadikan Devan untuk menjadi calon suami pura-pura agar dia terhindar dari perjodohan.
Rapat Penting Itu Hanya Dusta

Rapat Penting Itu Hanya Dusta

Mobilku hancur menabrak pembatas jalan, kakiku terjepit, dan darah mengucur deras di tengah hujan lebat. Dalam kepanikan antara hidup dan mati, aku menelepon suamiku, Roni, memohon pertolongan. Tapi dia malah mematikan teleponku dengan kasar. "Aku sedang rapat penting! Jangan ganggu aku!" bentaknya sebelum sambungan terputus. Aku pingsan menahan sakit, mengira dia benar-benar sibuk menyelamatkan perusahaan. Namun, kebenaran yang kutemukan kemudian jauh lebih menyakitkan daripada luka fisikku. Di fitur 'Close Friend' Instagram sekretarisnya, Chika, terpampang foto tangan Roni sedang memegang obat kucing. Caption-nya menusuk hati: "Makasih Pak Bos selalu ada di saat genting." Ternyata, 'rapat penting' itu hanyalah menemani selingkuhannya ke dokter hewan. Nyawaku ternyata lebih murah daripada seekor kucing peliharaan pelakor. Saat aku menuntut penjelasan, Roni malah menuduhku egois dan drama. "Kamu selamat kan? Bersyukurlah, jangan lebay," katanya tanpa rasa bersalah sedikitpun. Hingga akhirnya, di hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-10, dia malah memberikan proyek impianku pada Chika di depan umum. Cukup sudah. Aku meletakkan surat cerai dan pengunduran diri di atas meja. "Tanda tangani ini, Roni. Aku pergi." Dia tertawa meremehkan, yakin aku tak bisa hidup tanpanya dan akan kembali mengemis. Dia tidak tahu, kali ini aku tidak akan pernah menoleh ke belakang lagi.