icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

My Possessive Sugar Daddy

Bab 7 Kemiskinan

Jumlah Kata:1002    |    Dirilis Pada: 05/12/2022

mengambil beberapa pakaian ganti dan beberapa keperluan lainnya. Dan setibanya di gubuk, betapa terkejutnya Fahi

aut paniknya. Ia sungguh tak mengerti dengan mereka yang tiba-tiba mengobrak-abrik barang-bara

adi banyak nyamuk di wilayah ini. Sampai-sampai semalaman aku dan anakku tidak bisa tidur karena digigit nya

udah miskin, tak tau diri pula," timpal yang lainnya. "Kalau

-sampah ini lagi, bagaimana saya bisa makan? Sedangkan saya mencari rezeki dari men

segan-segan mengusirmu dari sini!" tegas si wanita rambut pirang, dengan angkuhnya. "Ayo ibu-ibu, kita pergi dari s

hira, sampah-sampah itu adalah sumber kehidupannya. Selama ini ia dan ibunya bisa makan, karena rupiah yang mereka dapatkan dari menjual sampah-sampah itu. Lalu, jika Fahira tidak lagi men

erakan itu, sambil matanya berkaca-kaca. Entah sudah sebanyak apa hinaan ya

ingga, ada kalanya air mata itu menetes saat hinaan dan perlakuan kejam mereka sudah melampaui batasnya. Nam

a dari rumahnya sendiri, hanya karena mereka mencari rezeki dari sampah-sampah yang dipandang tak berguna dan menjadi sarang penyakit itu? Apakah jika dirinya mengikuti ke

aku miskin? Apakah miskin itu dosa?" batin Fahira, sambil mengusap air matanya. Berbagai hinaan y

kaya supaya mereka berhenti menghinaku dan ibu. Tapi, bagaimana aku bisa kaya jika mencari

tu menggeleng, seraya bergumam dalam hatinya, "Tidak, aku tidak boleh me

ia jual pada pengepul. Sepanjang perjalanan, Fahira terus memikirkan hutangnya. Bagaimana ia bisa melu

ng dipakai si Fahira," ujar s

dan celana yang dikenakan oleh Fahira. "Astaga, itu kan baju mahal. Suamiku

ncuri," timpalnya. "Heh,

pun, mengabaikan pertanyaan wanita itu. Da

ng Fahira, hingga membuat Fahira hilang keseimbangan

ungan, kenapa wanita itu mendorongnya dan me

pula. Aku tanya, kau malah

elamun," balas Fahira,

a? Ini baju dan celana punya siapa?" tanya wanita itu, sam

dan celana ini, Bu?" tanya Fahir

aju dan celana ini sangat ma

endengar harga baju dan celana y

mu mana bisa membelinya. Katakan padaku, ka

dipinjamkan teman saya, karena kemarin saya

-coba berbohong pada kami, Fahira. Kalau memang kau mencuri, bilang saja. Jadi, kami akan lebih berhati-hati lagi unt

diam difitnah seperti itu. "Bu, maaf. Saya tahu saya ini orang miskin. Tapi, saya tidak pernah mencuri. Lebih baik saya mengais rezeki

aling mau ngaku!

likan telinganya dan

u harus membungkam m

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
My Possessive Sugar Daddy
My Possessive Sugar Daddy
“Bijaklah memilih bacaan! Novel ini mengandung adegan 21+ "Jadilah wanitaku." Kemiskinan dan tekanan dari mereka orang berada, membuat Fahira terpaksa menerima tawaran Fatih untuk menjadi 'sugar baby-nya', meskipun hal itu sangat bertentangan dengan hati nuraninya yang memiliki prinsip untuk tetap berada di jalan yang lurus apapun keadaannya. Kehidupan Fahira pun, perlahan berubah. Gadis itu bisa bangkit dari kemiskinan dengan uang hasil jerih payahnya menjadi sugar baby dari sang CEO tampan pujaan para wanita. Namun, perubahan yang drastis itu tidak berjalan mulus begitu saja, karena Fahira harus menghadapi berbagai masalah yang dibuat oleh saudara sepupunya. Masalah apa saja kah, yang akan dihadapi oleh Fahira? dan mampukah ia menghadapinya?”
1 Bab 1 Hutang2 Bab 2 Merepotkan3 Bab 3 Penawaran4 Bab 4 Penolakan5 Bab 5 Bingung6 Bab 6 Curiga7 Bab 7 Kemiskinan8 Bab 8 Terpaksa9 Bab 9 Menyatu10 Bab 10 Perjanjian11 Bab 11 Maaf12 Bab 12 Penasaran13 Bab 13 Bekerja14 Bab 14 Mengagumi15 Bab 15 Kekasih16 Bab 16 Licik17 Bab 17 Membingungkan18 Bab 18 Ketakutan19 Bab 19 Merasa Bersalah20 Bab 20 Membaik21 Bab 21 Iri Hati22 Bab 22 Tidak Terima23 Bab 23 Tumbuh Perasaan24 Bab 24 Kebahagiaan25 Bab 25 Jatuh Cinta26 Bab 26 Jalan Buntu27 Bab 27 Kerinduan28 Bab 28 Bertamu29 Bab 29 Ancaman30 Bab 30 Cemburu31 Bab 31 Senyum Manis32 Bab 32 Kelembutan33 Bab 33 Memantaskan34 Bab 34 Egois35 Bab 35 Hubungan36 Bab 36 Menyangkal37 Bab 37 Tidak Nyaman38 Bab 38 Sayang39 Bab 39 Spesial40 Bab 40 Desahan di Apartemen41 Bab 41 Mengadu42 Bab 42 Pengganggu43 Bab 43 Takut Ketahuan44 Bab 44 Ketahuan45 Bab 45 Penjagaan46 Bab 46 Khawatir47 Bab 47 Wanitanya48 Bab 48 Pengintai49 Bab 49 Berdebat50 Bab 50 Gelisah51 Bab 51 Kenyataan52 Bab 52 Hukuman53 Bab 53 Rasa Iba54 Bab 54 Berkhianat55 Bab 55 Pemakaman56 Bab 56 Alasan57 Bab 57 Balas Dendam58 Bab 58 Kecewa59 Bab 59 Tidak Rela60 Bab 60 Menunggu61 Bab 61 Pindah ke Vila62 Bab 62 Menahan Amarah63 Bab 63 Bersekongkol64 Bab 64 Hal Penting65 Bab 65 Tidak Keberatan66 Bab 66 Menangis67 Bab 67 Berbohong68 Bab 68 Lelah69 Bab 69 Undangan70 Bab 70 Penyesalan71 Bab 71 Berkenalan72 Bab 72 Lebih Dekat73 Bab 73 Cantik