icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Ikatan Hati

Bab 2 Kedua

Jumlah Kata:1213    |    Dirilis Pada: 24/09/2022

ntara–Rosa menyerahkan begitu saja bayi berusia enam bulan ke dal

i,

panjang–tanpa pandang kiri-kanan kemudian berlalu sembari menggumam jika sudah terlambat.

rian tak terima. Hah! Dia sengaja libur memang karena ingin istirahat, b

lucu itu cenderung suka digendong, jadi siapa pun yang menggendong dia ha

aga Bian? Para asisten rumah tangga sibuk. Papa kamu ada meeting, Adnan ju

pi

a buatin susu dan ganti popoknya!" peringat

alam hati. Astaga~ mengapa hari ini jadi begini? Niatnya ingin bersantai

yang dirintis oleh sang Ayah; Agam Bimantara. Perusahaan apa itu tanya saja pada yang bersangkutan. Pun Rosan mempunyai

erjaan masing-masing–yang tak mungkin direpotkan lagi mengurus bayi. Beberapa hari kemarin Rosa tak sibuk, jadi

an ya," sebuah ide tercetus d

ang Adrian dengan bintang-bintang di mata. "Good job! Ide bagus. Tapi, ma

an diri di sofa. Menyandarkan punggung. Si bayi berpindah ke pangkuannya di

aya dari ponsel menarik perhatian Bian sehingga matanya terus mengarah pada benda h

ang tampak menarik. MengikutuI kemana pun ponsel itu digerakkan oleh Adrian. Sese

lon pelamar dan nomor telepon yang dihubungi. Berhubung mamanya yang mau wawancara, jadi dia memasukkan kontak sang Mama. Tapi, Adrian tidak menyerta

a yang menjadi sorotan publik; anggotanya sering menjadi topik di media masaa atau online. Dia tidak suka kehidupan pribadinya di kulik dan di papar menjadi berita.

i di pangkuan mengikuti gerakan tangannya yang memasukkan ponsel ke saku celana

u

ak, memiring-miringkan badan. Tapi tidak berhasil. Tubuhnya tetap seperti sewakt

tubuh kecil itu dan kembali memangku – dengan

lum ditumbuhi gigi. Raut wajah Bian tampak girang. Lalu mengg

namun ... bukan berarti dia akan bersikap ketus dan menjauhi Bian. Si gembul berpipi chubby minta digigit itu masih bayi, tidak mengerti apapun–tidak wajar

enghabiskan waktu dengan si

balik pagar. Meski sudah berusaha tenang, tapi tetap saja detak di dada bukannya kembali normal malah makin kencang seraya dia melihat seorang laki-laki b

rbadan besar berseragam petugas keamanan yang bia

a supaya wajahnya bisa dilihat d

gup. Pasalnya pekerjaan yang dia bilang cuma sekedar dengar saja. Tak tahu apakah benar-benar mencari orang ata

tanyain dulu." Kata si petug

amun nada bicaranya ramah sedang menelpon. Mungkin bermaksud bertanya kebenaran yang dia s

saya buka gerbangnya." Ujar si

ghela. Sekali lagi berusaha menenangkan diri. Terlebih saat setelah gerbang dibuka dan memperlihatkan rumah besar berha

dekat pos penjaga. Mempersilahkan perempuan yang memakai

embus dan menarik napas saat tiba di sini? Di area perumahan yang ukurannya besar; perumahan orang-orang kaya. Detak jantung yang hampir nor

iki tiga anak tangga supaya tiba di teras. Kemudian berjalan sedikit dan akhirnya berada di depan pintu berwarna coklat dengan handle yang kemungkinan terbuat d

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Ikatan Hati
Ikatan Hati
“Abian Bimantara. Anak kamu, Adrian Bimantara. Oke. Ini mengejutkan. Kediaman Bimantara dibuat gempar ketika sesosok bayi muncul di depan pintu rumah. Ditambah secarik kertas berisi sebaris kalimat yang menyatakan si bayi adalah keturunan keluarga Bimantara. Oㅡwow! Seisi rumah heboh! Lalu, bagaimana reaksi si tersangka yang disebutkan dalam kertas? Siapa sebenarnya Abian? Ibunya? Orang tuanya?”