icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Terjerat Pesona Dosen Tampan

Bab 2 Bukan Sekadar Ancaman.

Jumlah Kata:1530    |    Dirilis Pada: 15/08/2022

cukup menar

" Nyali Agnes seketika menciut. Dia memang ti

kenal dia kok. Dia teman aban

" tanya Ag

ngsung apa, ya? Kaya' mobil aja pak

cara, teliti dan perfectionis. Tap

apa c

tanya ka

k mah gampang. Memang ada gitu cowok yang bisa nolak pesona seorang Agnesi

cewek secantik Kendall Jenner di depannya juga, kal

ditolak? Nah, apalagi gue yang nggak ada sekukunya seorang Kendall Jenner

hanya meringis dengan menunjukkan deretan gigi putihnya. "Ya no

ggak punya?" tanyanya lagi,

kamu?" tanya Abang, kali ini Agnes

unya Kak Varo," katanya sambil tersenyum saa

lebih milih Kevin. Jauh lebih baik dia

r aku tuh yang abang ledekin!" Agnes sengaja menyindir Ammar. Merasa ke

ng namanya Kepin itu? Paling juga masih ganteng

mu sama Kevin? Biar

ngan tangan, dan otaknya baru mengingat bahwa – gue

tiba, membuat Ammar yang duduk di sebelahnya ik

n aja!" sentak Ammar denga

. Abang bisa antar adek gak? Bisa

s terlambat saat ada jadwal, karena dia merupakan anggota tim ON TIME. No ngaret – ngaret! Apalagi pe

*

Agnes segera menghampiri Rizky yang tengah sibuk dengan kamera di tangann

a aba – aba, Rizky menarik tangan Agnes tanpa

emotretan jam sembil

o, A

yebutkan nama perempuan yan

int. Agnes terlalu malas untuk berbasa – bas

a, menatap Agnes dan Rizky secara bergantian. Dahi gadis itu men

nya Vanda, bukan ditujukan unt

iz

ry,

t Rizky hanya meminta maaf tanp

otretan h

ngan nada menyebalkan yang selalu berhasil membuat Agnes naik darah. Agnes terkejut

" Vanda mulai menyerang Agnes dengan perkataan tajamnya, tetapi

gnya ke belakang sebelum Rizky menghentikan aksi Vanda lebih dulu. "Jangan

am tangan Agnes, membawa gad

ilang sama Vand

bicara di dekat mobil Rizky. Tadi pagi, karena di

omongan Vanda?" sahut Rizky, dengan

er

etan, dia bayar tiga kali lipa

ha

di pagi bukan hanya sekadar ancaman? Itu p

terkejut. Bukan terkejut karena ayahnya benar – benar melakukan seperti apa yang di

lu tahu. Gue pergi

segera bertemu dosen

*

abur dari para wartawan yang sudah be

ang mengatakan bahwa Agnes ditendang secara tidak hormat dari pemotretan. Dia sendiri tidak ta

ta berhasil. Kalau dipikirkan kembali, tubuh Michelle dengannya memang memiliki kem

ntunya saat Agnes dirundung oleh masalah seperti sekarang. Mereka

mpus. Masih mencoba menelisik keadaan di luar, memastikan ba

n membulat sempurna saat menatap pria tampan yang berdiri di hadapannya. Se

itu, dengan nada dingin yang just

ab karena masih mengagumi cipt

i, 'kan?" tanyanya lagi, mem

angkatan berapa?" tanyanya, mengulurkan tangan y

ada di sini, jadi kamu tidak bi

g tidak mengenalinya. Padahal dia merupakan arti

ling?" tuduhnya, membu

ni dibilang maling!"

uk mulutnya! Umpat Agnes dalam hati, dia ti

i? Lagi pula mahasiswi di sini tidak mungki

mendadak

er. Lo tinggal di goa, ya? Nggak

narik sebelah tangan Agnes, memb

oba menahan tangan pria itu yang besar

laporkan kalau ada orang y

dong! Udah susah kabur, masa' harus

kis tangan pria itu yang memegang erat lengannya. Namun karena gerakan Agnes terlalu terburu da

uk

keras. Dalam jarak sedekat itu, Agnes bisa melihat wajah tampan pria

eg. D

ngan pria itu menindih di atasnya. Tidak sepenuhnya badan pria itu menindih karena Agnes b

ian mengulurkan tangannya untuk membantu, membuat Agnes secara

l ta

l

apa gerak sendiri?! Agnes

nya, sementara Agnes hanya

ba – tiba tangannya sudah menempel beg

telah menganiaya wajahnya. Agnes bicara da

elangkahkan kaki cepat untuk melarikan diri. Be

ini gue sial banget?! Agnes

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Terjerat Pesona Dosen Tampan
Terjerat Pesona Dosen Tampan
“Agnesia Putri Hutama, aktris cantik papan atas yang terpaksa harus meninggalkan karirnya untuk sementara demi menyelesaikan studi sarjananya. Dalam proses menyelesaikan masa studinya, takdir membuat Agnes melibatkan diri dengan seorang dosen muda tampan yang sangat membenci profesinya, Kevin. Lalu, bagaimana jadinya jika karena suatu keadaan, mereka harus hidup dalam satu atap dan tinggal bersama?”