icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

CINTA SANG MAFIA : Kembali Mencinta

Bab 5 KAMBUH

Jumlah Kata:1212    |    Dirilis Pada: 06/07/2022

tanpa memedulikan dinginnya embusan angin malam yang terasa menelusup hingga tulang. Dia terus merutuki kebodohannya, untuk pertama kalin

dari seberang telepon masih menghantam pikirannya. Saat itu dia ha

jung berhenti membasahi dan itu memudahkan perjalanannya. William menerobos jalanan dengan kecepatan

a memarkirkan motornya dengan tergesa, langkahnya memburu seketika. Setitik penyesalan me

t sih, gue," umpatn

gila!" Dia tertawa getir sembar

an menghentikan langkahnya. Dia mematung, netranya memin

eriaknya

ta Pe

hari itu dia bisa sekhawatir itu. Pikiran buruk terus berkelebat d

m sana. Dia masuk dengan tergesa, dan benar saja. Sesampainya di dalam kamar dia menemukan Anan, sahabatnya

u oke?" tany

as mengham

a, menatap William denga

a. Aku di sin

uka inhaler yang tadi dibelinya dan me

berkata-kata. Dia memandang William den

.." ucapnya me

n loe sendirian. Loe perlu ke d

ke dalam mulutnya sambil sesekali menarik napas, da

ihat sangat cemas. "Aku baik-baik saja. Ini bukan yang pertama kal

u membiarkanmu kesakitan hanya untuk kepen

Anan mencoba meyakinkan William, berharap dapat menarik k

ng seharusnya berhutang maaf sama loe. Selama

itu bukan kewajiban William untuk terus menjaganya, dia sadar bahwa tak akan m

hak untuk itu. Anan tidak ingin menjadi penghalang baginya. Sudah cukup selama ini

iri, Le! pikirnya. Aku hanya perlu terbiasa unt

a tidak ingin memberi harapan, bahkan meski tahu akan ada seseorang yang mencintainya dengan

ari Anan. Dia menepuk pelan bahu sahabatnya itu, lalu ber

g. Dia tentu men

elakukannya. Bukan

lang, tak menyukai

an dan keluarganya. Anan baginya adalah secercah cahaya yang menariknya dari sudut gel

ntang bagaimana keluarganya serta asal-usul mereka. Dia hanya tahu bahwa ibunya meninggal ketika melahirkannya, sedangkan aya

rdas dan memiliki tubuh yang sangat sehat, sehingga da

menengah pertama. Anan, seorang anak yang sakit-sakitan seri

ukai sikap mereka dan memutuskan untuk menghampiri Anan. Kedua orang ya

memutuskan untuk mengadopsi William dari panti asuh

m, hingga hal itu menjadi beban pikiran untuknya. Secercah cahaya muncul ketika ibu panti mengatakan padanya bahwa sebuah keluar

ega. Dia dapat meneruska

remaja itu, merawat dan menyayangi William seperti anak mere

s pemakamannya hingga selesai. Mereka tak pernah sekalipun meninggalka

k suka. Gue ngerasa seolah-olah loe mau mut

m dan tak ingin berdebat lagi dengannya. Dia sendiri jug

again diri gue sendiri. Dan gue bakalan tepatin janji gue," tegasnya. "Untuk hari ini gue

a bahu Anan, berusaha

mereka, William telah berjanji akan menggantikan tanggung jawab mereka pada Anan. Di

a lelah dan butuh istirahat. Loe nggak per

punggung tangan Wil

ur. Jangan banyak bicara

anya. 'Lo yang sedari

an William. "Mandi sebelum ma

kan senyum nakal. "

kkan bahu dengan santai. "Kalau Lo sakit, sia

idak jelas, ingin sekali mengumpat orang di

sudah baik-baik saja," ujarnya, meninggalkan An

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka