icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

PENGAKUAN ANAKKU

Bab 6 Tidak Peduli.

Jumlah Kata:596    |    Dirilis Pada: 29/06/2022

gi

sendiri yang akan men

k keduanya, dan tentu saja i

ya-gayaan mau makan enak!" cebikku lal

idit motor baru. Mana cicilannya bikin nyecik tenggorokan!" aku hempas gela

bis untuk kebutuhannya sendiri. Tidak

a selingkuhannya itu cuma laki-laki KERE yang numpan

masak apa i

o sama tetelan,

an, sup bakso saja. Hema

a, Bik. Tidak perlu i

h pir dan apel yang aku beli sekitar tiga hari lalu. Lebih baik aku bawa ke kantor dari p

benarnya aku beli buah ini untuk dia. Tapi untuk sekarang jangan harap. Dikasih buah

bahkan lebih kej

sikap lemah lembutku, hilang tak berbekas begitu saja. Peng

sa diam, terpa

, aku yang biasa mereka kenal berhati bai

sekolah ya, Bik. Uang jajan ada diatas

kerja, aku menyempatkan diri

, lagi-lagi hati ini berdenyut

mas. Kita tidak butuh laki-laki pe

elihat Mas Rudi berdiri

" ucapnya tak acuh, wajahnya

u. Butuh uang, tap

jawabku sambi

ss

n langkah, berg

n membuat syukuran untuk Hamdan, kamu jadi be

lagi, karna aku tetap b

ahas. Aku sudah telat." uca

ku tidak ada uang buat

kuran yang tidak penting." desisku. Aku kembali berlalu, suara derap l

elakukan kesalahan? Kenapa kamu jadi jutek begi

lahannya. Benar-benar otak udang! Kesalah

menepis tangan

orang-orang." ucapku dingin. Mas Rudi menghela na

jalan!" Aku melibaskan tangan diudar

tidak, toh jika dia di

an, terlihat Hella yang berdiri mem

*O

galkan like dan

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
PENGAKUAN ANAKKU
PENGAKUAN ANAKKU
“Berbuat baik tidak selalu di balas dengan kebaikan, ada kalanya perbuatan baik malah menjadi bumerang bagi diri sendiri. Seperti yang di rasakan oleh, Larissa. Seperti memberi air susu, di balas dengan air comberan.”