icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Feng Na Na

Bab 2 Putri Mahkota Feng Na Na

Jumlah Kata:1023    |    Dirilis Pada: 06/06/2022

l sikap waspada terlebih saat aku mendengar beberapa suara langkah kaki seseorang d

u itu, aku akan langsung

dah berada di depan, terlebih pradugaku semakin kuat saat aku melihat bayangan mereka yang hendak membuka pintu. Perlahan pi

ssh

wajah mereka tampak sembab, kedua mata dan hidung mereka tampak memerah. Tatanan rambut mereka mengingatkanku dengan pemeran pembantu dalam drama atau film kerajaan yang kerap kali kutonton. Aku lanta

oleh pria yang menyandang status sebagai tunanganku. Aku sadar jika aku mati di depan apartemennya karna pend

dalam kepalaku, seorang dayang yang baru saja sadar dari keterkejutannya akan kem

tu lantas berlari tak tentu arah sambil berteriak 'hantu'. Refleks aku pun ikut lari tanpa sadar, bagaimana pun saat ini aku hanya berpikir bagaimana caraku untuk menyelamatkan diri. Selain itu aku juga takut dengan makhluk menyeramkan seperti hantu dan sahabat - sah

masih bernafas, masih merasakan sakit dan juga kakiku masih menapak di tanah, l

itu? Tentu saja aku adalah hantu, tapi mengapa aku masih

eta yang begitu mewah dengan ukiran - ukiran yang begitu rumit. Aku lantas teringat jika di dalam kereta terdapat peti mati te

tubuh tampak bergetar menghampiriku dan berkata "Ya--yang mulia, katakan pada hamba jika anda masih hidup dan bukan hant

a, hanya saja hal yang membuatku semakin bingung adalah mengapa pria itu memanggilku dengan sebutan 'yang mulia'? Aku yakin jika pria itu hanya memanggilku dengan panggilan seperti itu. Sebab tidak ada seorang

padaku?" tany

erbicara dengan anda, yan

n yang mulia. Jika kau terus memanggilku seperti itu, aku merasa jika saat i

ba tidak berani" kata pemuda itu la

raya memastikan jika mungkin saat ini memang benar aku hanya sedang Suting drama. Namun tentu saja pradugaku adalah hal yang mustahil, aku jelas - jelas telah mati

el yang sering di kubaca. Namun hanya itu saja yang masuk akal dalam pikirkanku saat ini. Tanpa menunda waktu, aku pun bertanya

a seperti itu yang mu

aja pertanyaanku" desakku yang me

nya yang berhasil membuatku seakan - aka

k mun

gah memerankan sebuah drama kolosal, atau se

ama kerajaan bukan?" desakku

Siting eh- maksud hamba, Suting itu ap

bagian dari skenario dalam drama atau film kerajaan yang ku bintangi pupus, pemuda di

an romance, tapi aku tak pernah berpikir akan mengalami hal yang sam

hanyalah mimpi buru

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Feng Na Na
Feng Na Na
“Hal yang terakhir kuingat adalah kondisiku yang menggenaskan. Lantas bagaimana aku kembali bernafas dengan tubuh yang dibalut dengan hanfu putih yang mengingatkanku dengan pakaian tradisional zaman dulu. Melihat kondisiku yang masih bernafas, banyak pertanyaan yang muncul dalam kepalaku. Sebenarnya apa yang terjadi? Apakah saat ini aku sedang bermimpi? Tapi bagaimana bisa orang yang telah mati merasakan sakit dari guncangan hebat benda persegi yang membawaku? Bagaimana bisa aku merasakan sakit dan nyeri saat kedua pundakku menabrak kedua sisi kayu yang berada di sisi kanan dan kiriku? Bukankah orang yang telah mati tak mampu merasakan apapun? Terlalu pusing dengan pikiranan dan pertanyaan - pertanyaan yang terus bermunculan dalam kepalaku, aku lantas memilih bangun dan mendudukan diriku. Baru saja aku bangun dari tempat yang kutiduri, seketika kedua bola mataku terbelalak terkejut saat menyadari tempat yang menjadi tempat tidurku. Apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana bisa aku bangun dari peti mati? Apa yang sebenarnya terjadi padaku, bukankah aku telah mati di tangan tunanganku sendiri? Lantas apa ini?”