a dengan tergesah meninggalkan segala pekerjaan dan kegiatan mereka, dan dengan tergesah menuju kediaman Feng Zhi Weng yang tentu saja masih bergelar seorang pangeran kerajaan F
a mentri dan pejabat kerajaan yang merupakan sekutu pangeran Zhi Weng merapatkan mantel yang mereka, tak lup
ediamanku terlambat mengetahuinya!" keluh pria paruh b
merupakan gudang informasi pun baru mendapat kabar jika saja utusan
nor pangeran Zhi Weng memilih berangkat bersama. Mereka mulai mengeluhkan dan meluapkan kek
ota Na Na, jika saja kebangkitannya dari kematian di umumkam, ibu
aisar Feng Rui sengaja menyembunyikannya sebelum, ia memberi pengumuman yang mengejutkan
egagalan yang telah kita peroleh saat melawan kaisar Feng Rui, bahkan saat kita memberi serangan besar pun, hari ini nyatanya rencana yang telah kita susun b
erniat akan mengkhianati perdana men
an, tanpa melakukan apapun. Selama ini kita yang bekerja keras, dan ia hanya sibuk memerintah seenaknya. Aku jelas telah muak dengan pria tua itu, a
*****
rgegas mengunjungi bangunan besar dan mewah itu. Sebagian dari mereka datang hanya karna formalitas d
kebangkitan putri mahkota Na Na dari kematiannya?" tanya seorang
genai keberuntungan putri mahkota Feng Na Na!" jawab perdan
ntri Qi Dong "Bagaimana jika berita itu hanya
kukan sekarang? Apakah kita telah terma
permaisurinya, yang mulia kaisar pasti akan membunuh kita hingga ke akar - akarnya" sahut pn dan ketakutan mereka. Suasana aula utama dimanor pangeran Zhi Weng semakin memanas
u
ari mereka yang berani bersuara, segala kalimat ketakutan dan kekhawatiran mereka terasa tertahan di tenggorokan. Tentu saja hal itu amat terasa sangat menyakitkan, namun tak ada dari mereka
A?" Tanya perdana mentri Meng Lu dingin. "AKU MEMANGGIL KALIAN UNTUK BERDISKUSI DAN
AH MENGETAHUI ADANYA PEMBERONTAKAN YANG KITA LAKUKAN, ADA BAIKNYA KALIAN KELUAR SAJA DAN JANGAN
secara bergantian. Mereka semua menunduk dalam hanya karna nada suara tinggi pria
- bukunya memutih menahan gejolak amarah yang hendak meledak saat perdana men
dapannya dan membuat pecah belah berisi makanan di atas meja berhamburan dan pecah. Apa yang mentri Shu An lakukan jelas
AKUKAN?" Teriak perdan
U MERASA MALU MENGATAKAN KALIMAT MERENDAH SEPERTI ITU PADA KAMI PADAHAL KAU SAMA SEKALI TAK PERNAH M
KALI TIDAK KAU HARGAI. APAKAH SALAH JIKA KAMI MENYUARAKAN KETAKUTAN DAN KELUHAN KAMI? BAGAIMANA PUN KAMI HANYALAH MANUSIA BIASA YANG KETIKA MATI TIDAK AKAN HIDUP KEM
MENGATAKAN KAMI HANYA AKAN MENJADI BEBAN? CIH SEHARUSNYA YANG MENJADI BEBAN BAGI KAMI ITU A
para mentri dan pejabat yang masih berusaha mengumpulkan kesadar
dan Ahn Xin turut berdiri dan mengumumkan bahwa me
/0/6133/coverbig.jpg?v=3b146ca1d0ae01392d65ad99b0a74604&imageMogr2/format/webp)