icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Feng Na Na

Bab 9 Kubu Pemberontak

Jumlah Kata:1193    |    Dirilis Pada: 06/06/2022

a dengan tergesah meninggalkan segala pekerjaan dan kegiatan mereka, dan dengan tergesah menuju kediaman Feng Zhi Weng yang tentu saja masih bergelar seorang pangeran kerajaan F

a mentri dan pejabat kerajaan yang merupakan sekutu pangeran Zhi Weng merapatkan mantel yang mereka, tak lup

ediamanku terlambat mengetahuinya!" keluh pria paruh b

merupakan gudang informasi pun baru mendapat kabar jika saja utusan

nor pangeran Zhi Weng memilih berangkat bersama. Mereka mulai mengeluhkan dan meluapkan kek

ota Na Na, jika saja kebangkitannya dari kematian di umumkam, ibu

aisar Feng Rui sengaja menyembunyikannya sebelum, ia memberi pengumuman yang mengejutkan

egagalan yang telah kita peroleh saat melawan kaisar Feng Rui, bahkan saat kita memberi serangan besar pun, hari ini nyatanya rencana yang telah kita susun b

erniat akan mengkhianati perdana men

an, tanpa melakukan apapun. Selama ini kita yang bekerja keras, dan ia hanya sibuk memerintah seenaknya. Aku jelas telah muak dengan pria tua itu, a

*****

rgegas mengunjungi bangunan besar dan mewah itu. Sebagian dari mereka datang hanya karna formalitas d

kebangkitan putri mahkota Na Na dari kematiannya?" tanya seorang

genai keberuntungan putri mahkota Feng Na Na!" jawab perdan

ntri Qi Dong "Bagaimana jika berita itu hanya

kukan sekarang? Apakah kita telah terma

permaisurinya, yang mulia kaisar pasti akan membunuh kita hingga ke akar - akarnya" sahut p

n dan ketakutan mereka. Suasana aula utama dimanor pangeran Zhi Weng semakin memanas

u

ari mereka yang berani bersuara, segala kalimat ketakutan dan kekhawatiran mereka terasa tertahan di tenggorokan. Tentu saja hal itu amat terasa sangat menyakitkan, namun tak ada dari mereka

A?" Tanya perdana mentri Meng Lu dingin. "AKU MEMANGGIL KALIAN UNTUK BERDISKUSI DAN

AH MENGETAHUI ADANYA PEMBERONTAKAN YANG KITA LAKUKAN, ADA BAIKNYA KALIAN KELUAR SAJA DAN JANGAN

secara bergantian. Mereka semua menunduk dalam hanya karna nada suara tinggi pria

- bukunya memutih menahan gejolak amarah yang hendak meledak saat perdana men

dapannya dan membuat pecah belah berisi makanan di atas meja berhamburan dan pecah. Apa yang mentri Shu An lakukan jelas

AKUKAN?" Teriak perdan

U MERASA MALU MENGATAKAN KALIMAT MERENDAH SEPERTI ITU PADA KAMI PADAHAL KAU SAMA SEKALI TAK PERNAH M

KALI TIDAK KAU HARGAI. APAKAH SALAH JIKA KAMI MENYUARAKAN KETAKUTAN DAN KELUHAN KAMI? BAGAIMANA PUN KAMI HANYALAH MANUSIA BIASA YANG KETIKA MATI TIDAK AKAN HIDUP KEM

MENGATAKAN KAMI HANYA AKAN MENJADI BEBAN? CIH SEHARUSNYA YANG MENJADI BEBAN BAGI KAMI ITU A

para mentri dan pejabat yang masih berusaha mengumpulkan kesadar

dan Ahn Xin turut berdiri dan mengumumkan bahwa me

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Feng Na Na
Feng Na Na
“Hal yang terakhir kuingat adalah kondisiku yang menggenaskan. Lantas bagaimana aku kembali bernafas dengan tubuh yang dibalut dengan hanfu putih yang mengingatkanku dengan pakaian tradisional zaman dulu. Melihat kondisiku yang masih bernafas, banyak pertanyaan yang muncul dalam kepalaku. Sebenarnya apa yang terjadi? Apakah saat ini aku sedang bermimpi? Tapi bagaimana bisa orang yang telah mati merasakan sakit dari guncangan hebat benda persegi yang membawaku? Bagaimana bisa aku merasakan sakit dan nyeri saat kedua pundakku menabrak kedua sisi kayu yang berada di sisi kanan dan kiriku? Bukankah orang yang telah mati tak mampu merasakan apapun? Terlalu pusing dengan pikiranan dan pertanyaan - pertanyaan yang terus bermunculan dalam kepalaku, aku lantas memilih bangun dan mendudukan diriku. Baru saja aku bangun dari tempat yang kutiduri, seketika kedua bola mataku terbelalak terkejut saat menyadari tempat yang menjadi tempat tidurku. Apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana bisa aku bangun dari peti mati? Apa yang sebenarnya terjadi padaku, bukankah aku telah mati di tangan tunanganku sendiri? Lantas apa ini?”